DENGKI; SIPENYAPU AMAL PALING DIMINATI
DENGKI; (ACEH: KU’EH) SI PENYAPU AMAL PALING DIMINATI
Ku’eh memiliki bahaya laten tersembunyi namun pasti mengikis kebaikan dan amalan sampai tak tersisa. Kebiasannya menghancurkan, merugikan dan mengorbankan orang lain. Ku’eh secara pasti pula memiliki sifat dan kebiasaan iri, menghasut, kerab membicarakan keburukan orang lain, bangga diri dan lainnya.
Ku’eh bertabiat tidak senang terhadap nikmat Allah SWT, pada orang lain dan ia tidak berhenti berusaha agar nikmat orang lain lenyap seperti api membakar kayu kering. Maka itu, setiap ada ku‘eh, (dipastikan) di sana wujud kehancuran dan kerugian pd seseorang.
Ku‘eh memiliki beberapa sifat buruk yg aneh yaitu, (1) ia tidak tahu kalau dia si ku’eh (2) selalu berbahaya bagi orang lain, (3) berulang-ulang kali menyakiti orang lain, si Ku'eh tdk tahu org lain teraniaya karenanya, (4) si ku'eh tidak tahu apa dan bagaimana itu ku'eh, (5) ku'eh selalu memikirkan agar orang lain susah, (6) gemar menghasut dan memprovokasi orang lain, (7) si Ku'eh paling ulung menyakinkan hasutannya, (8) kesenangan paling besar adl ketika berhasil membuat orang lain teraniaya, susah dan terancam.
Percaya atau tidak si Ku’eh salah satu penghambat kemajuan, sebab dimana ada si Ku’eh maka di situ ada peluang kehancuran banyak orang dibuat repot oleh si Ku’eh, “tajak u keu diceut gateh, ta seutoet dilikoet ditoh geuntot”.
Hidup si Ku’eh mirip seperti kepiting (Aceh: bieng) dalam keranjang, saling mendahului dan menjegal satu sama lain hanya untuk dapat keluar dan dia tdk tahu bahwa ia tidak dapat keluar lagi dari keranjang. Kita dibuat serba salah oleh si Ku’eh “lagee bing bak abah bubee”, akhirnya “Droe jih hana, bak gob pih bek”. Maka ada pendapat Ku’eh itu adl penyakit batin yang menduduki peringkat tertinggi krn si Ku’eh dapat menyandang beberapa penyakit lain bersamanya.
Si Ku’eh memiliki kebiasaan dimana-mana membawa kotoran, orang Aceh menyebut "Lalat Mirah Rhueng", meski madu itu lezat dan manis, kotoran tetap pilihannya, "Adak brat ta gusuk ta peusijuek ngen breuh padee, menyo akai ka jiduk ta peusijuek han diweh lee”.
Imam al-Mawardi, mengatakan empat musibah yang menyertai sifat ku’eh yaitu, (1) hati yg gundah dan fisik yg sakit, (2) rendah martabatnya karena tidak disenangi banyak orang, (3) sulit mendapat teman, (4) mendapat murka Allah SWT, krn menganggap manusia selain dirinya tidak pantas mendapat nikmat.
(Imam al-Mawardi, Kitabnya Adab ad-Dunya Waddin)
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ دَبَّ إِلَيْكُمْ دَاءُ الْأُمَمِ قَبْلَكُمْ الْحَسَدُ وَالْبَغْضضَاءُ
“Sesungguhnya Nabi Muhammad bersabda, telah merasuk kepada kalian penyakit umat sebelum kalian, yaitu hasad dan benci...” (HR. Abu Dawud).
Ku’eh harus dijauhi, dibuang jauh-jauh krn ia adalah senjata berbahaya dan membinasakan. Ku’eh itu meleburkan kasih sayang antar sesama.
يُحِبُّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Mencintai saudara seperti mencintai dirinya sendiri.”
(Maraqi al-'Ubudiyah, Syaik Muhammad bin Umar an-Nawawi al-Jawy).
Ketika melihat nikmat pd orang lain berdoalah semoga nikmat seperti itu Allah SWT anugerahkan padamu dan sabarlah ketika nikmat itu belum engkau peroleh.
واعلم ان الصبر وا الثبات اصل كبير فى جميع الامور
Ketahuilah, kesabaran dan ketekunan adl pokok segala urusan.
(Syaikh Az-Zarnuzi, Ta'lim al-Muta'allim)
وقال الغزالي: فكن أحد رجلين، إما مشغولاً بنفسك،
“Imam Al-Ghazali mengatakan, "Jadilah dirimu orang yang sibuk memperbaiki diri sendiri”.
(Maraqi al-'Ubudiyah, Syaik Muhammad bin Umar an-Nawawi al-Jawy)
النتيجة (Kesimpulan)
1. Ku’eh satu penyakit hati yang membawaki pada kehancuran. Di mana ada ku’eh di situ pasti ada yang teraniaya, susah, terancam, terjegal, terdhalimi dan lainnya.
2. Sifat kueh ini adalah penyakit laten berbahaya, tidak terlihat namun dapat meleyabkan semua amalan dan kebaikannya.
3. Madu itu lezat dan manis, namun dipandang jijik bagi si ku’eh karena tabiatnya selalu menggemari sesuatu kotor. Kotor itulah yang selalu berbekas dimana ia hinggapi.
والله اعلم باالصواب

Komentar
Posting Komentar
Komentar