Estiminasi Pawang-pawang Kebenaran dan Kesyirikan

PAWANG-PAWANG ANTARA KEBENARAN DAN KESYIRIKAN

(Mempercayai kepdanya dan keptusannya  benar-benar dia tidak mengetahui siapa Tuhannya yang sebenarnya)

وحد الجهل نصور المعلومات خلف ماهو به

Artinya:
“Jahl (bodoh) adalah memahami perkara yang diketahui tidak sesuai dengan realita”.
(As Syaikh Abu Ishaq Ibrahim ibn Ali ibn Yusuf As Syairozi, al-Luma’ Fi Ushul Fiqh)

Contoh:
وظن الإنسان في الغيم المشفالثخين أنه يجيء منه المطر 
وان جوز أن ينخشع عن غير مطر

Artinya:
“Dugaan seseorang pada awan tebal yang bercampur dengan angin dan udara yang dingin bahwa hujan akan muncul darinya, meskipun mungkin saja awan itu pergi tanpa meninggalkan hujan”.
(As Syaikh Abu Ishaq Ibrahim ibn Ali ibn Yusuf As Syairozi, al-Luma’ Fi Ushul Fiqh). 

 Al-Qur'an Surah al-Maidah ayat 3:

...  وان تستقسموا بالازلام ذلكم فسقٌ... 

... dan mengundi nasib dengan anak panah demikian itu adalah kefasikan... 

Haramnya mengundi nasib dengan anak panah, seperti yang dilakukan oleh orang Arab pada masa jahiliah, yaitu dengan mengambil tiga anak panah yang belum ada bulu, salah satu anak panah itu ditulis dengan perkataan: "Amarani rabbi" (Tuhanku telah menyuruhku), anak panah yang kedua ditulis dengan perkataan: "Nahani rabbi" (Tuhanku melarangku), sedang anak panah yang ketiga tidak ditulis apa-apa. 
Anak panah itu disimpan di dalam Kabah. 

Jika mereka (seseorang) bermaksud mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, mereka minta tolong kepada penjaga Kabah untuk mencabut salah satu dari ketiga anak panah tersebut dan melaksanakan apa yang tertulis pada anak panah yang diambil itu. 

Kalau terambil anak panah yang tidak ditulis apa-apa, maka undian diulangi lagi. Bila terambil anak panah bertuliskan “amarani rabbi” maka sesuatu rencana akan dilaksanakan. Bila terambil anak panah bertuliskan “nahani rabbi” maka sesuatu rencana yang akan dilaksanakan dihentikan. 

Patokan mereka (jahiliah) hanya pada anak panah itu. Mereka sangat yakin dengan tulisan anak panah itu. Seolah-olah anak panah itu dapat memberi keajaiban, anak panah itu seolah-olah dapat menentukan nasib mereka. Seolah-olah anak panah itu menentukan nasip mereka. 

Perbuatan ini dilarang (diharamkan) karena mengandung syirik atau tahayul dan khurafat.

Menurut ajaran Rasulullah SAW, bila hendak memilih salah satu dari dua pekerjaan yang sama pentingnya atau memilih di antara melaksanakan atau tidak, maka hendaklah melaksanakan salat istikharah dua rakaat. 
(Sumber: al-‘Alamah Syaikh Ahmad al-Shawi al-Maliki, Hasyiah al-Shawi ‘ala Tafsir al-Jalalain). 


النتيجة (kesimpulan) :

1. Hanya kepada Allah kita memohon dan meminta pertolongan (Surah Al-Fatihah ayat 5) yang selalu kita baca setiap hari paling kurang 17 kali. 

2. Seseorang tidak dapat memperdiksi hujan atau tidak, sebab (hujan atau tidak) adalah hak Allah. Setetes air hujan yang jatuh di bumi adalah atas kehendak Allah dan tidak luput dari pengetahuan (ilmu) Allah.

3. Berdo’a dan memohon agar Allah memperkenan terhadap sesuatu rencana dan mudah-mudahan Allah meridhai. Karena Allah yang dapat menghendaki segala sesuatu di atas muka bumi ini.

4. Percaya pada pawang hujan seolah-olah (dia) mempunyai kemampuan untuk memindahkan awan tebal yang hitam dan mempuyai kekuatan menghentikan hujan yang lebat. Inilah suatu kebodohan dan kejahilan serta kesyirikan yang sangat nyata.

5. Mempercayai terhadap perilaku (kepercayaan) seperti itu benar-benar dia tidak mengetahui siapa Tuhannya yang sebenarnya. 

والله أعلم باالصواب

Komentar

Postingan Populer