DAMPAK GEMPA PIDIE JAYA DARI BERBAGAI ASPEK

ANALISIS DAMPAK GEMPA BUMI PIDIE JAYA  DILIHAT DARI

BERBAGAI ASPEK  TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT

DI KECAMATAN MEUREUDUKABUPATEN PIDIE JAYA

 

A.    Latar Belakang

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki berbagai macam potensi kekayaan alam yang melimpah akan tetapi dibalik potensi tersebut  wilayah Indonesia secara geografis juga berada pada kawasan rawan bencana yang artinya Indonesia terletak diantara tiga lempeng besar dunia, dari pertemuan ketiga lempeng tersebut menjadikanIndonesia negara yang memiliki potensi dan ancaman bencana yang sangat beragam khususnya gempa bumi yang di akibat oleh pergerakan lempeng  bumi yang dinamis, tiga lempeng dunia yang bertemu menjadi satu di Indonesia yaitu lempeng Indo-Australia (bagian selatan), lempeng Eurasia (bagian barat dan utara) dan lempeng Pasifik (bagian timur).Berbagai jenis bencana alam silih berganti melanda Indonesia.Seolah-olah bencana sudah menjadi bagian dalam kehidupan kita sehari-hari.Gempa bumi, tsunami, tanah longsor, angin puting beliung, dan letusan gunung merapi setiap saat dapat terjadi[1].Akibat dari aktiftas lempeng yang berada di wilayah Indonesia, sewaktu-waktu bisa menimbulkan bencana gempa bumi dan tsunami apabila terjadi aktifitas antar lempeng tersebut, sehingga daerah tersebut menjadi daerah yang berpotensi terjadi bencana gempa bumi dan tsunami[2].

Suratman (2011) Berdasarkan kondisi ini, pemerintah  berkewajiban untuk menyiapkan setiap individu dalam masyarakat yang selalu siap siaga terhadap bencana. Hal ini difungsikan agar dapat mengurangi dampak bencana dalam kehidupan masyarakat. Ilmu yang notabene mempelajari permukaan bumi yang terdiri dari aspek-aspek geosfer ini diharapkan dapat menjadi inisiator dalam menciptakan masyarakat yang arif terhadap kondisi lingkungan dan  tanggap terhadap bencana yang sering melanda  Indonesia.

Aceh khususnya dan Pulau Sumatera umumnya, memang daerah yang rawan gempa.Selain karena berada di pertemuan dua lempeng bumi, juga karena berada pada patahan Semangko atau sesar Sumatera, yang juga dapat menimbulkan gempa darat. Patahan Semangko membentang di Pulau Sumatera, dimulai dari Aceh hingga Teluk Semangka di Lampung. Aceh berada di jalur atau zona aktif gempa, bahkan jika dihitung, rata-rata gempa yang terjadi di Aceh dalam sehari sekitar tujuh kali dalam skala rendah[3].Sementara it dalam sela-sela  kunjungan ke Pidie Jaya, Kepala Badan Geologi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya MineralEgo Syahrial menyatakan bahwa wilayah Pidie Jaya dan sekitarnya masuk ke dalam zona merah yang rawan terjadi gempa[4].

Dari hasil analisisBMKGAceh, Pidie jaya diguncang gempa bumi yang merusak wilayah Kabupaten Pidie JayaKecamatan Mereudupada tanggal 7 Desember2016, sebuah gempa bumi berkekuatan 6,5 skala richter, pada pukul 5.03.36 Waktu Indonesia Barat (WIB) . Pusat gempa berada di koordinat 5,25 LU dan 96,24 BT, tepatnya di darat pada jarak 18 kilometer tenggara Sigli, Pidie dan 2 kilometer utara Meureudu, Pidie Jaya pada kedalaman 15 km. Pusat gempa yang berada di daratan menyebabkan gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami.

Gempa juga terasa di kabupaten tetangga seperti Pidie, Bireuen, hingga sampai ke Banda Aceh, Langsa, dan Pulau Simeulue. Beberapa jam setelah gempa, laporan kerusakan bangunan mulai tersebar, termasuk melalui media sosial. Laporan itu terdiri dari runtuhnya sebuah masjid di Samalanga, di Bireuen bangunan minimarket hancur dan stasiun pengisian bahan bakar di Pidie Jaya yang roboh.Wilayah Pidie Jaya dan Pidie juga sempat mengalami pemadaman listrik.Hingga 9 Desember2016, BNPB mencatat 11.730 rumah rusak akibat gempa. Selain itu, tercatat 105 unit ruko roboh, 14 masjid rusak berat, satu rumah sakit rusak berat, dan satu unit sekolah roboh[5]

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat juga merilis data  mengenai kerugian materil dampak dari gempa bumi berkekuatan 6,4 skala Richter (SR) di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Rabu (7/12) lalu. Menurut data BNPB, tercatat 105 unit ruko roboh, 348 rumah rusak berat, 14 masjid rusak berat, satu RSUD Pidie Jaya rusak berat, dan satu unit sekolah roboh. Secara rinci, di Kabupaten Pidie Jaya terdapat 105 unit ruko roboh, 268 rumah rusak berat, 14 bangunan masjid rusak berat, satu RSUD rusak berat dan beberapa ruas jalan mengalami keretakan. Di Kabupaten Bireuen, 40 unit rumah rusak berat, dua bangunan masjid rusak berat, dan satu unit kampus STAI Al-Azziziyah Mudi Mesra roboh[6].

Paska bencana gempa bumi yang melanda pidie jaya, banyak bantuan terus berdatangan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terkena dampak gempa, baik itu dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat maupun dari masyarakat aceh itu sendiri. Berkat bantuan tersebut, kini kehidupan masyarakat yang terkena dampak terus mengalami perubahan, baik itu dari segi psikologi nya maupun dari segi pembangunannya. Perubahan itu dapat dilihat pada upaya pemerintah Aceh dalam membangun kembali sarana dan prasarana kepentingan umum seperti  peletakan batu pertama oleh Gebenur Zaini Abdullah dan turut dihadiri oleh Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S. Djambak, Asisten Administrasi Umum Setda Aceh Kamaruddin Andalah, Kepala Biro Humas Setda Aceh Mulyadi Nurdin, serta sejumlah pejabat lainnya pada pembangunan Meunasah Gampong Muko Kuthang, Ulee Glee[7]. Disamping itu juga, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menambah layanan air bersih dan sanitasi di lokasi-lokasi pengungsian korban bencana gempa bumi di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan Bireuen, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Salah satu sumber air bersih yang sudah difungsikan adalah Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, dengan kapasitas 15 liter per detik[8].

Dari uraian latar belakang diatas dan dan setelah menganalisis dampak dari gempa yang masih banyak yang belum terealisasi, maka peneliti memilih judul “Analisis Dampak Gempa Bumi Di Pidie Jaya Dilihat Dari Berbagai Aspek Terhadap Kehdupan Masyarakat Di Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya”

 

B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah  “Analisis Dampak Gempa Bumi Pidie Jaya Dilihat Dari Berbagai Aspek Terhadap Kehidupan Masyarakat di kecamatan meureudu kabupaten pidie jaya”.?

 

C.    Tujuan Penelitian

Dari rumusan masalah diatas, yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana  Analisis Dampak Gempa Bumi Pidie Jaya Dilihat Dari Berbagai Aspek Terhadap Kehidupan Masyarakat di Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya.

 

D.    Mamfaat Penelitian

Dari tujuan pembahasan diatas, maka mamfaat dari penelitia ini adalah sebagai berikut :

a.       Bagi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPBD)agar selalu mengadakan simulasi bencana gempa bumi cacara menyeluruh dan berkesinambungan baik melalui sosialisasi siaga bencana maupun dalam praktek simulasinya. Supaya masyarakat memiliki insting untuk selalu siap siaga dalam menghadapi bencana yang tak bisa diprediksi ini. Sejalan dengantu sedikit tidak  nya dampak yang ditimbulkan akan berkurang, sebagai contoh BNPBD agar mampu mensosialisasi kan tentang tata cara membuat bagunan yang tahan gempa.

b.      Bagi pemerintah daerah dengan adanya penelitian ini bias menjadi sebuah data yang kongkrit dan menjadi sebuah acuan dalam melakukan pembangunan kembali dalam setiap aspek yang telah merugikan masyarakat, baik itu dari sisi mental psikologis, materil dan lai sebagainya. Agar pembangunan nya bisa merata dan tepat sasaran

c.       Bagi masyarakat setempat penilitian ini bisa menjadi suatu bahan intropeksi diri dari sebuah pengalaman gemba bumi yang terjadi, agar nantinya masyarakat lebih mawas diri dalam menghadap segala bencana yang munkin terjadi. Sejalan dengan itu masyarakat pasti akan mampu menekan dampak dari segala  bencana khusus nya dari gempa bumi.

d.      Bagi peneliti sendiri, penelitian ini menjadi sebuah tahap awal dalam proses belajar membuat karya ilmiah yang sebenarnya, disamping itu juga penelitian ini menjadi sebuah tugas pokok yang mendasar dalam meraih gelar sarjana di perguruan tinggi Al-Washliayah.

e.       Bagi camat setempat, penelitian ini akan menjadi sebuah data pelengkap dalam membuat sebuah perbandingan data dari dampak yang ditimbulkandan membuat perbandingan dengan data yang telah ada agar semua masyarakat yang terkena dampak semuanya bisa terdaftar.

f.       Bagi kabupaten pidie jaya, sekripsi ini akan menjadi sebuah arsip dalam mengenang tragedi gempa dan menjadi sebuah sejarah untuk dikenang oleh seluruh masyarakat pidie jaya khusus nya masyarakat di kecamatan meureudu. Jika dibuku kan.

 

E.     Definisi Oprasional

a.       Analisis

Analisa atau analisis atau Analysis adalah suatu usaha untuk mengamati secara detail sesuatu hal atau benda dengan cara menguraikan komponen-komponen pembentuknya atau penyusunnya untuk di kaji lebih lanjut. Analisa berasal dari kata Yunani kuno analusis yang artinya melepaskan. Analusis terbentuk dari dua suku kata, yaitu ana yang berarti kembali, dan luein yang berarti melepas sehingga jika di gabungkan maka artinya adalah melepas kembali atau menguraikan. Kata anlusis ini di serap kedalam bahasa inggris menjadi analysis yang kemudian di serap juga ke dalam bahasa Indonesia menjadi analisis[9].

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) analisis penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dan sebagainya) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dan sebagainya).

b.      Dampak

Dampak merupakan sesuatu hal yang sudah terjadi baik bersifat negatife atau maupun bersifat positif, biasanya sifat negatife ditujukan kepadah yang berdampak buruk, merugikan atau fatal dan memperburuk keadaan. Sedangkan sifat positife diartikan adalah hal yang berdampak baik atau menguntunkan[10]. Dampak yang dimaksud dalam penelitian ini adalah dampak bencana yang diakibat kan oleh gempa bumi pada tanggal 7 Desember 2016 yang terjadi di kabupaten Pidie Jaya khususnya di kecamatan Meureudu.

c.       Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran yang sangat keras didaerah kulit bumi karena adanya pergerakan dibawah permukaan bumi. Iimuan pertama ynag mempelajari gempa bumi yaitu Thales (abad VI SM) dari Yunani Kuno. Thales berpendapat bahwa kekuatan alamlah yang paling berperan dalam proses pembentukan bumi. Ia berpendapat bahwa gempa bumi disebabkan oleh kekuatan alam. Demikian juga dengan pendapat Aristoteles, yaitu gempa bumi disebabkan oleh ledakan dari dalam bumi akibat adanya angin dalam perut bumi yang bersentuhan dengan api[11].  

Gempa bumi adalah pristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi didalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Akumulasi energi penyebab terjadinya gempa bumi dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik[12].

Bencana gempa adalah bencana alam yang menimbulkan getaran dikulit bumi, sehingga dapat merusak tatanan kulit bumi, gempa terjaddi secara mendadak dan tiba-tiba dan belum ada alat yang mampu memprediksi akan terjadinya gempa[13].

Gempa bumi yang dimaksud adalah gempa yang terjadi di jaya pada tanggal sebuah gempa bumi berkekuatan 6,5skala richter, pada pukul 5.03.36 Waktu Indonesia Barat (WIB) . Pusat gempa berada di koordinat 5,25 LU dan 96,24 BT, tepatnya di darat pada jarak 18 kilometer tenggara Sigli, Pidie dan 2 kilometer utara Meureudu, Pidie Jaya pada kedalaman 15 km. Pusat gempa yang berada di daratan menyebabkan gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami.

d.      Kehidupan Masyarakat

kehidupan masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain)[14]. Yang dikategorikan kehidupan masyarakat disini adalah masyarakat yang berdomisili di kabupaten pidie jaya kecamatan Meureudu khusus nya setiap golongan masyarakat yang masuk ke dalam subjek penelitian.

 

 

e.       Aspek

Aspek gempa juga disebut akibat yang ditimbulkan atau imbas yang kita rasakan dari musibah gempa bumi.Yang dimaksut aspek gempa dalam penelitian ini adalah segalah masalah yang dialami dan dirasakan oleh masyarakat pidie jaya yang terkena dampak gempa. Ada tiga aspek mendasar yang akan menjadi sasaran dalam penelitian ini dan akan dibahas di Bab selanjutnya. Aspek  yang dimaksud adalah sebagai berikut

·         Ditinjau dari dampak sosial

·         Dampak pisik

·         Dampak terhadap lingkungan

f.       Pidie Jaya

Pidi jaya adalah salah satu kabupaten di acehdan ibu kotanya adalah meureudu.Kabupaten ini dibentuk berdasarkan undang-undang Nomor 7 tahun 2007 pada tanggal 2 januari 2007.Kabupaten pidie jaya adalah 1 dari 16 usulan pemekaran kabupaten/kota yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada tanggal 1 Desember 2016[15].Pidie jaya juga merupakan daratan tinggi yang memiliki daerah kelas lerengsampai dengan 40%.

g.      Kecamatan Meureudu

Kecamatan meureudu adalah salah satu kecamatan yang berada di kabupaten pidie jaya dan terdiri dari 30 desa, daerah meureudu juga salah satu bagian dari pusat kota pidie jaya, daerah tersebut adalah daerah yang banyak terkena dampak gempa.

F.     Kajian Teoritis

a.       Analisis

Menganalisis atau analisa berasal dari kata Yunani Kuno “analusis” yang berarti melepaskan. Analusis terbentuk dari dua suku kata yaitu “ana” yang berarti kembali dan “luein” yang berarti melepas. Sehingga pengertian analisis yaitu suatu usaha dalam mengamati secara detail pada suatu hal atau benda dengan cara menguraikan komponen-komponen pembentuknya atau menyusun komponen tersebut untuk dikaji lebih lanjut. Didalam penelitian ini yang dimaksud dalam analisis adalah usaha mengamati secara detail keberadaan

Kata analisis juga di gunakan dalam berbagai bidang. Baik dalam bidang ilmu bahasa, ilmu sosial maupun ilmu alam (sains), dan lain-lain. Dalam ilmu bahasa atau linguistik analisa di definisikan sebagai suatu kajian yang dilaksanakan terhadap sebuah bahasa guna meneliti struktur bahasa tersebut secara mendalam. Dalam ilmu sosial, analisis di mengerti sebagai upaya dan proses untuk menjelaskan sebuah permasalahan dan berbagai hal yang ada di dalamnya.

b.      Dampak

Menurut Hari Sabari (2004) Dampak adalah sesuatu yang muncul setelah adanya suatu kejadian Dampak secara sederhana bisa diartikan sebagai pengaruh atau akibat. Dampak juga bisa merupakan proses lanjutan dari sebuah pelaksanaan pengawasan internal. Seorang pemimpin yang handal sudah selayaknya bisa memprediksi jenis dampak yang akan terjadi atas sebuah keputusan yang akan diambil

c.       Gempa Bumi

Menurut buyong (2006), gempa bumi adalah gerakan atau getaran pada kulit bumi yang disebab kan oleh tenaga endogen. Tenaga endogan adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan perubahan pada kulit bumi.Tenaga endogen ini sifatnya membentuk permukaan bumi menjadi tidak rata.secara umum tenaga endogen dibagi kadalam tiga jenis yaitu tektonisme, vulkanisme, dan seisme tau gempa. Gempa bumi dapat digolongkan dlaam beberapa jenis berdasarkan penyabab terjadinya yaitu sebgai berikut :

a.       Gempa bumi runtuhan, terjadi adanya runtuhan batuan.

b.      Gampa bumi vulkanik, terjadi Karen erupsi (letusan) gunung berapi.

c.       Gempa bumi tektonik, teradi karena pergeseran letab kulit bumi.

Menurut Mulyo (2004), pada hakikatnya gempa bumi adalah getaran atau serentetan getaran dari kulit bumi yang bersifat tidak abadi dan kemudian menyebar kesegala arah. Kulit bumi bergetar secara kontinyu walaupun relative sangat kecil.Getaran tersebut tidak dikatakan sebagai gempa bumi karne getarannya terus-menerus.Jadi, suatu gempa bumi harus memiliki waktu awal dan waktu akhir yang jelas. Mulyo (2004) mebagi jenis gempa berdasarkan kedalam hipocentrumnya, yaitu:

a.       Gempa bumi dangkal (normal), pusatnya <70 Km

b.      Gempa bumi sedang ( intermendiet), pusatnya 70-300 Km

c.       Gempa bumi dalam, pusatnya 300-700 Km.

 

 

G.    Metodologi Penelitia

1.        Pedekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif adalah pendekatan untuk membangun pernyataan pengetahuan berdasarkan perspektif konstrukti (misalnya, makna-makna yang bersumber dari pengalaman individu, nilai-nilai sosial dan sejarah dengan tujuan untuk membangun teori atau pola pengetahuan tertentu),. Dengan kata lain penelitian kualitatif bermaksud mangenalisis dampak dari segala aspek gempa  yang berada dibalik suatu bencana.

Metode penelitian kualitatif sangatlah penting dalam menentukan efektifnya sebuah penelitian yang sistematis.Dalam memahami objek-objek penelitian sebagai upaya menentukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.[16]Dalam penelitian ini peneliti mengunakan penelitian lapangan (field research) yaitu data yang dikendaki di dapat dilapangan, field research adalah suatu penyelidikan yang dilakukan dilapangan atau dilokasi penelitian, suatu tempat yang dipilih sebagai lokasi untukmenyelidiki gejala objek yang terjadi di lokasi tersebut[17].Menurut kajian tentang definisi-definisi tersebut  dapat diambil kesimpulan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi,  motivasi,  tindakan dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah.

Pedekatan kualitatif adalah pendekatan untuk membangun pernyataan pengetahuan berdasarkan perspektif konstrukti (misalnya, makna-makna yang bersumber dari pengalaman individu, nilai-nilai sosial dan sejarah dengan tujuan untuk membangun teori atau pola pengetahuan tertentu), atau berdasarkan perspektif partisipatori. Dengan kata lain penelitian kualitatif ini bermaksud menggali semua aspek yang diakibatkan oleh sebuah bencana beserta dampak-dampaknya[18].

2.        Jenis Penelitian

Adapun jenispenelitian yang dilakukan dalam proposal ini adalah jenis deskriptif kualitatif, seperti dikemukakan oleh Bogdan Taylor dan dikutip oleh Lexy J. Moleong dalam bukunya Metodologi Penelitian Kualitatif, metode deskriptif kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari perilaku seseorang yang diamati. Penulis buku penelitian kualitatif lainnya, yang dikutip oleh Lexy J. Moleong oleh Denzin dan Lincoln menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada.dalam penelitian kualitatif metodeyang biasanya dimanfaatkan adalah wawancara, pengamatan, dan pemanfaatan dokumen.[19]

3.      Tempatan Waktu Penelitian

            Lokasi penelitian ini dilakukan di kecamatan Meureudu kabupaten pidie jaya. Kecamatan Meureudu memiliki 30 desa, dari 30 desa tersebut peneliti akan mengambil sampel penelitian nya di tujuh desa saja, desa yang dianggap dampak bencana nya besar. Waktu Pelaksanaan Penelitian direncanakan berlangsung dari bulan april 2017 setelah lebaran selesai.Adapun 7 desa yang dimaksud dapat diliha pada tabel dibawah ini.

Tabel I : Desa Tempat Penelitian

 

NO

Nama

Desa

Jenis Dampak / Aspek Gempa

Dampak Sosial

Dampak Fisik

Dampak Lingkungan

1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

5

 

 

 

 

6

 

 

 

 

7

 

 

 

 

NB : Nama desa dalam tabel akan diisi setelah tahap dokumentasi selesai.

4.      Subjek Penelitian

Sebelum sample dipilih perlu dihimpun sejumlah informasi tentang sub-sub unit dan informan-informan di dalam unit permasalahan yang akan diteliti.Untuk kemudian penelitian ini memilih informan, kelompok, tempat, kegiatan, dan peristiwa yang kaya dengan informasi[20]. Sampel purposif (Purposive sample) adalah sample yang memfokuskan pada informan-informan terpilih yang kaya dengan kasus untuk studi yang bersifat mendalam.

Subjek penelitian atau responden adalah pihak-pihak yang dijadikan sebagai sampel dalam sebuah penelitian.Subjek penelitian juga membahas karakteristik subjek yang digunakan dalam penelitian, termasuk penjelasan mengenai populasi, sampel dan teknik sampling (acak/non-acak) yang digunakan.[21] Adapun yang menjadi subjek penelitian dalam penelitianini dapat di lihat pada tabel di bawah ini.

Table II : Responden Yang di Wawancarai

NO

Jabatan

Jlh/Responden

Nama

Usia

1

Kepala Desa  / Sekdes

2 0rang/desa

 

 

2

Masyarakat

±5 orang/desa

 

 

3

Dinas BNPBD

2 orang

 

 

4

Lembaga Adat

3 orang/desa

 

 

5

Camat

1 orang

 

 

6

Dinas Kependudukan

2 orang

 

 

 

5.      Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan tata cara atau langkah-langkah peneliti untuk mendapatkan data penelitian, dimana peneliti harus menggunakan teknik dan prosedur pengumpulan data yang sesuai dengan jenis data yang dibutuhkan.[22]

a.       Observasi

Menurut pandangan Banister (1994), Observasi adalah berasal dari bahasa latin yang berarti memperhatikan dan mengikuti. Memperhatikan dan mengikuti dalam arti mengamati dengan teliti dan sistematis sasaran prilaku yang di tuju.Observasi ialah suatu kegiatan mencari data yang dapat digunakan untuk memberikan suatu kesimpulan atau diagnosis.[23]Metode  ini dilakukan dengan cara melakukan pengamatan secara langsung terhadap fenomena yang akan diteliti. Teknik observasi yaitu dengan melakukan pengamatan atau pemusatan perhatian terhadap objek dengan menggunakan seluruh alat indra. Jadi observasi dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba dan pengecap.

Menurut penjelasan di atas, penulis mengambil kesimpulan bahwa observasi adalah memperhatikan, melihat dan memantau semua kejadian-kejadian yang terjadi di lapangan dengan teliti agar mendapatkan hasil sesuai dengan kebutuhan penelitian.

b.      Wawancara

Menurut Moleong, wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (intervieweer) yang memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.[24]Dalam penelitian ini peneliti mengambil teknik wawancara yang tidak terstruktur.

            Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara berstruktur, yaitu pertayaan-pertayaan yang menuntut responden memberikan jawaban dengan corak tertentu sesuai dengan apa yang terkandung dalam pertayaannya[25]. Wawancara terstruktur dalam hal waktu bertanya dan cara memberikan respon, yaitu jenis ini jauh lebih bebas iramanya. Informan biasanya terdiri atas mereka yang terpilih saja karena sifat-sifatnya yang khas.Biasanya mereka memiliki pengetahuan dan mendalami situasi, dan mereka lebih mengetahui informasi yang diperlukan.Pertanyaan biasanya tidak disusun terlebih dahulu, malah disesuaikan dengan keadaan dan ciri yang unik dari informan.Pelaksanaan tanya-jawab mengalir seperti dalam percakapan sehari-hari.

Hasil dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa wawancara adalah suatu proses tanya-jawab antara dua orang atau lebih dengan tujuan tertentu, adanya pewawancara yang menanyakan dan adanya yang terwawancara sebagai penjawab pertanyaan yang ditanyai oleh pewawancara. Di sini peneliti mengambil wawancara tidak terstruktur karena jenis wawancara ini digunakan untuk mendapatkan informasi secara mendalam dan jenis wawancara ini jauh lebih bebas dan nyaman bagi peneliti dalam melakukan wawancara dengan informan karena bisa menggunakan bahasa sehari-hari sesuai dengan keadaan informan sendiri.Jenis penelitian ini juga tidak memakai pedoman wawancara jadi peneliti bebas melakukan wawancara sesuai dengan kebutuhan peneliti sendiri. Adapun teknik wawancara yang peneliti gunakan dalam penelitian ini proses wawancara yang peneliti lakukan adalah melalui tehnik tatap muka (face to face interviews). Oleh karena itu, wawancara yang peneliti lakukan adalah kepada pihak terkait yang mempunyai kapasitas dalam bidang menjahit. Serta informan yang dijadikan sebagai subjek  penelitian.

c.       Dokumentasi

Dokumentasi dari asal katanya dokumen, yang artinya barang-barang tertulis.Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi adalah peneliti menyelidiki benda-ben da tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian, dan sebagainya.[26]

Dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data yang diperoleh melalui dokumen-dokumen yang ada.Sumber dokumen mengenai hal-hal atau variable berupa catatan, transkip, buku dan sebagainya yang berkaitan dengan yang ada dalam ranah penelitian yang dilakukan.

 

6.      Data Primer Dan Data Sekunder

Data primer yang diperoleh dan dikumpulkan peneliti dengan cara langsung dari sumbernya, data asli yang bersifat up to date atau masih baru.[27]Data primer diperoleh langsung dengan mendatangi sumbernya (sampel) sebagaimana dikemukakan di atas. Sedangkan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari sumber yang sudah ada sebelumnya.[28] Dengan kata lain, data skunder disebut juga sebagai landasan teori terhadap dalil-dalil dan komposisi yang telah ada dengan berpedoman pada dukumentasi dan dijadikan sebagai referensi.

H.    Teknik Analisis Data

a.       Kualitatif

Creswell (2010), Penelitian kualitatif merupakan metode-metode untuk mengeksplorasi dan memahami makna yang  oleh sejumlah individu atau sekelompok orang dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan. Proses penelitian kualitatif ini melibatkan upaya-upaya penting, seperti mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan prosedur-prosedur, mengumpulkan data yangspesifik dari para partisipan, menganalisis data secara induktif mulai dari tema-tema yang khusus ke tema-tema umum, dan menafsirkan makna data. Laporan akhir untuk penelitian ini memiliki struktur atau kerangka yang fleksibel.

Penelitian kualitatif menggunakan berbagai alat/ cara untuk mengumpulkan data. Dalam rangka memperoleh gambaran kegiatan atau kejadian secara lengkap, sering kali digunakan metode-metode yang berbeda sekaligus di dalam satu penelitian.Tidak seperti penelitian eksperimen yang bergantung pada satu pendekatan. Cara-cara memperoleh data kualitatif antara lain : observasi, perekaman, kuesioner, wawancara, case history, catatan lapangan, dan sebagainya.

b.      Deskriftip

Metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subjek atau objek dalam penelitian dapat berupa orang, lembaga, masyarakat dan yang lainnya yang pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau apa adanya. Menurut Nazir (1988) dalam Buku Contoh Metode Penelitian, metode deskriptif merupakan suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Data-data hasil penelitian, disesuai dengan metode penelitian yang digunakanselanjutnya akan dijelaskan berdasarkan temuan temuan di lapangan, hasilwawancara berupa kalimat langsung disertai komentar dari peneliti berdasarkan teori yang mendukung[29].

Penelitian deskriptif mempunyai langkah-langkah penting sebagai berikut :

·         Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode deskriptif.

·         Membatasi dan merumuskan permasalahn secara jelas

·         Menetukan tujuan dan manfaat penelitian.

·         Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan.

·         Menentukan kerangka berpikir, dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian.

·         Mendesain metode penelitian yang hendak digunakan termasuk dalam hal ini menetukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen pengumpul data, dan menganalisis data.

·         Mengumpulkan, mengorganisasi, dan menganalisis data dengan menggunakan teknik statistika yang relevan.

·         Membuat laporan penelitian.

c.       Reduksi Data

Reduksi data dilakukan dalam rangka pemilihan dan penyederhanaan data.Kegiatan yang dilakukan pada tahapan ini adalah seleksi data dan pembuangan data yang tidak relevan. Data yang relevan dengan penelitian akan diorganisasikan sehingga terbentuk sekumpulan data yang member informasi yang faktual.

d.      Penyajian Data

Penyajiandata dilakukan dalam bentuk informasi, baik berupa tabel, bagan, maupun deskriptif naratife, sehingga data yang tersaji relative jelas dan informatife.Tindakan lanjutan, penyajian data digunakan dalam kerangka menarik kesimpulan dari akhir sebuah tindakan.

d.      Penarikan Kesimpulan

Ada dua macam penarikan kesimpulan. Penarikan kesimpulan tahap akhir dari proses analisis data dan Penarikan kesimpulan disusun dengan pertimbangan secara evaluatif berdasarkan kegiatan-kegiatan yang ditempuh dalam berbagai tahapan.



[1] Supriyono, Primus. 2014, Bencana Gunung Meletus,(Yongyakarta: CV Andi Offset) Hal.1

[2] Lestari,Sri. 2011, Tangap dan Sigap Gempa Bumi (Klaten:Cempaka Putih),Hal.20

[3]Eridawati,Kepala Stasiun Geofisika Mata Ie, Jln.Raya Mata Ie, Banda Aceh (23352) Telp.(0651)42840 Email: stageof_bsi@bmg.go.id

[5] Gempa 6,5 SR di Aceh, BNPB: “Energinya Setara Bom Hiroshima di Jepang". Detik.com Diakses tanggal 7-9  December 2016.

[6]Republika.Co.Id, JakartaKepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB , Sutopo Purwo Nugroho,,gempa pidie jaya . 7.12.2016

[9] http://www.kamusq.com/2013/04/analisa-adalah-definisi-dan-arti-kata.html

[10] http://www.pengertianmenurutparaahli.net/pengertian-dampak-menurut-para-ahli/

[11] Lestari Sri, 2011, Tanggap dan Sigap Gempa Bumi, (Klaten:Cempaka Putih), Hal.2

[12] Rahman, MS.Khabibur. 2013, Tri Wijayanti GEOGRAFI SMA/MA Kelas X,(Jakarta:Masmedia Buana Pustaka,), Hal.196

[13] Dedi Hermon, 2015, geografi Bencana Alam.(Jakarta : Raja Wali Pers) hal 2.

[14]Muin, Idiant.2013,Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, (Jakarta, Erlangga),Hal.25-26

[15]www.pidiejayakab.co.id          

[16]Rosady Ruslan, Metode Penelitian dan Komunikasi, ( Rajawali Pers. 2003), hal .24

                [17] Abdurrahman Fathoni, Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi, Cet. Pertama, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hal. 96.

[18] Furchan, Arif.2004 Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan, (Yogyakarta: Pustaka Belajar), Hal.241

[19]Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif , (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2008), hal. 3.

 

                [20]Ibid,..hal. 101

[21]    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas .perpustakaan universitas gunadarma  Diakses 9 4Juni 2010.

                [22]Iskandar, Metodelogi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif), (Jakarta:  Gaung Persada Pers, 2010), hal. 178.

 

                [23] Haris Harsdiansyah, Metodelogi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial, Salemba Humanika, Jakarta. 2012, hal . 131.

[24]Ibid,..hal. 118.

[25] Rusdin, Pohan.2007, Metodelogi Penelitian Pendidikan,(Banda Aceh:Ar-Rijal Institute).

[26]SuharsimiArikunto, ProsedurPenelitian:SuatuPendekatanPraktek, (EdisiRevisi V, Jakarta: PT. RinekaCipta, 2002), hal. 135.

[27] Azwar Saifuddin, Metode Penelitian, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2007, hal. 44

[28]Ibid.

[29]Joko Subagyo,Metode Penelitian dalam Teori dan Praktek, (Jakarta:Rineka Cipta Cetakan  ke 4,2004),  hal.105


Komentar

Postingan Populer