METODE PENELITIAN RAGAM DIALEK

 

METODE PENELITIAN

tentang

RAGAM DIALEK

 

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

            Adapun tempat dilakukan penelitian ini adalah di desa Guegajah Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 21-26 Mei tahun 2012. Dipilihnya waktu ini untuk dilakukan penelitian karena ragam dialek bahasa Aceh begitu rentan terjadi disetiap percapan sesama masyarakat yang memiliki asal wilayah yang berbeda.

 

3.2 Populasi dan Sampel Penelitian

3.2.1 Populasi penelitian

Sesuai dengan judul skripsi ini, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat Desa Guegajah Darul Imarah Aceh Besar berjumlah 9.631 jiwa. Berikut adalah jumlah penduduk Guegajah yang disajikan berdasarkan jenis kelamin.

 

No

Jenis kelamin

Jumlah/jiwa

Persentase (%)

1

Laki-laki

4.890  jiwa

50.77 %

2

Perempuan

4.741 jiwa

49.23 %

Jumlah

9.631 jiwa

100 %

Sumber; Arsip Kantor Kepala Desa Guegajah. Data statistik tahun 2011

 

3.2.2 Sampel Penelitian

               Menurut Margono (2004 : 66) dan Moh. Nazir (325), memaknai sampel dengan makna yang sama yaitu merupakan bagian dari populasi. Desa Guegajah, terbagi dalam 5 (lima) dusun, yaitu Dusun Cot Rangkang, Dusun Ja Imum, Dusun Gusyriek, Dusun Meusara Agung, dan Dusun Aron. Dari keseluruhan dusun tersebut, jumlah masyarakatnya sebanyak 9.631 jiwa. Mengingat terlalu banyak jumlah populasi, maka penelitian ini perlu membuat sampel, untuk mempermudah dalam penelitian dan dalam memperoleh data. Dalam hal ini Agung (2004: 115), mengatakan bahwa secara statistika ukuran sampel yang besar diharapkan dapat memberikan hasil yang semakin baik, hal ini ternyata merupakan pernyataan yang tidak memungkinkan atau abstrak, sampel itu merupakan kelompok yang individu yang kebetulan terpilih.

Adapun jumlah jiwa yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah, sebanyak 50 (lima puluh) jiwa, yang terbagi dalam 5 (lima) dusun, masing-masing  dusun yang dijadikan sebagai sampel adalah 10 (sepeuluh) jiwa. Dari 10 orang informan sebagai masyarakat, tiga diantaranya yang dilakukan dengan tokoh, yaitu Kepala Desa, Kepala Dusun dan seorang Tokoh Adat dan tokoh Budaya. Sementara selebihnya, yaitu sebanyak 7 orang, yang dipilih sebanyak 4 orang penduduk pribumi desa Guegajah dan sebanyak 3 orang masyarakat pendatang dari berbagai wilayah. Diadakan sample ini mengingat jumlah populasi yang terlalu banyak, sehingga perlu sample dari keseluruhan penduduk. Hal ini sesuai dengan pendapat Subroto (2002), penelitian kualitatif tidak akan dimulai dengan jumlah populasi sampelnya yang dianggap refresentatif.

Alasan pemilihan sampel sebagaimana tersebut di atas  ada tiga alasan kuat yang dihadirkan, pertama, jumlah tersebut dapat mengkomodir dari jumlah populasi,. Kedua, lokasi penelitian berada dalam wilayah domisili peneliti yaitu Desa Guegajah. Ketiga, di Desa Guegajah masih sangat terlihat ragam dialek bahasa Aceh dalam percakapan sehari-hari.

 

3.3 Teknik Pengumpulan Data

            Pengumpulan data dilaksanakan oleh penulis dengan cara menganalisis  ragam dialek bahasa Aceh yang dipakai oleh penduduk desa Guegajah. Teknik yang digunakan dalam penelitian adalah wawancara dan dokumentasi. Kedua teknik tersebut digunakan agar dapat saling melengkapi dalam upaya perolehan data dan informasi yang otentik yang dapat dibuktikan menurut prosedur kajian ilmiah. Untuk lebih jelasnya Sukardi (2004: 72) mengemukakan tentang pengertian wawancara dan dokumentasi akan diuraikan sebagai berikut:

3.3.1.  Wawancara

    Wawancara (interview) adalah alat pengumpulan informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula. Ciri utama interview adalah kontak langsung dengan tatap muka antara pencari informasi dengan sumber informasi.

     Sukardi (2004 : 79) mengatakan bahwa  teknik wawancara ini banyak digunakan dalam penelitian pendidikan karena mempunyai beberapa keunggulan yang mungkin tidak dimiliki oleh instrumen lainnya.Keunggulan-keunggulan tersebut adalah sebagai berikut:

a.   Peneliti memperoleh beberapa jawaban yang relatif tinggi dari responden.

b.   Peneliti dapat membantu menjelaskan lebih, jika ternyata responden mengalami kesulitan menjawab yang diakibatkan ketidakjelasan pertanyaan.

c.    Peneliti dapat mengontrol jawaban responden secara lebih teliti dengan mengamati reaksi atau tingkah laku yang mengakibatkan oleh pertanyaan dalam proses wawancara.

d.  Peneliti dapat memperoleh informasi yang tidak dapat diungkapkan dengan cara kuesioner ataupun observasi. Informasi tersebut misalnya, jawaban yang sifatnya pribadi dan bukan pendapat kelompok atau informasi alternatif  dari suatu kejadian penting.

 

Dalam penelitian ini peneliti mengadakan wawancara tidak terstruktur, yaitu wawancara yang berfokus dan berisi pernyataan-pernyataan yang tidak mempunyai struktur tertentu, bebas berisi pertanyaan yang dari satu masalah ke masalah lain sepanjang berkaitan dengan aspek-aspek yang diteliti.

 

3.3.2.  Dokumentasi

     Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis. Metode dokumentasi berarti cara mengumpulkan data dengan mencatat data-data yang sudah ada. Sukardi (2004: 81) mengatakan bahwa pada tekhnik ini, peneliti dimungkinkan memperoleh informasi dari macam-macam sumber tertulis atau dokumen yang ada pada responden atau tempat, dimana responden bertempat tinggal atau melakukan kegiatan sehari-harinya.

      Hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan oleh Margono (2004: 181), “teknik dokumenter adalah cara mengumpulkann data melalui peninggalan tertulis, seperti arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat, teori, dalil atau hukum-hukum, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian”.

    Dapat dipahami bahwa teknik dokumentasi merupakan teknik mengumpulkan data dengan menghimpun dan menganalis dokumen-dokumen baik dokumen yang tertulis maupun tidak tertulis sesuai dengan tujuan fokus masalah. Hal ini sesuai dengan pendapat Guba dan Lincoln (Riyanto 2001 : 103) lebih jelas akan diuraiankan sebagai berikut;

   Bahwa dokumen ialah setiap bahan ataupun film yang sering digunakan untuk keperluan penelitian, karena alasan-alasan yang dapat dipertanggung ja wabkan sebagai berikut:

a.   Dokumen merupakan sumber yang stabil

b.   Berguna sebagai bukti untuk pengujian

c.    Sesuai untuk penelitian kualitatif karena sifatnya yang alamiah

d.  Tidak reaktif sehingga tidak sukar ditemukan dengan teknik kajian isi

e.   Hasil pengkajian isi akan membuka kesempatan untuk lebih memperluas tubuh pengetahuan terhadap sesuatu yang diselidiki.

 

Berdasarkan beberapa pandangan di atas, peneliti akan menggunakan teknik dokumenter ini untuk  mengetahui informasi tertulis tentang ragam dialek bahasa Aceh yang dipakai oleh masyarakat Guegajah Aceh Besar. Teknik ini dilakukan dengan cara melihat arsip-arsip yang ada, seperti jumlah masyarakat pendatang didesa Guegajah, faktor terjadinya dialek dan hal lain yang berkenaan dengan pokok bahasan.

 

3.4 Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Analisis data dalam penelitian kualitatif ini dilakukan dengan mengikuti prosedur atau langkah-langkah seperti dikemukakan oleh Milles dan Heberman  (Riyanto, 2001: 86), yaitu reduksi data, display data dan mengambil kesimpulan serta verifikasi. Tekhnik pengolahan data dan penafsiran data tersebut dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

1.  Reduksi data pada tahap ini data yang sudah terkumpul diolah dengan tujuan untuk menemukan hal-hal pokok dalam menganalisis penyebab terjadi ragam dialek bahasa Aceh pada masyarakat Guegajah.

2.  Display data pada tahap ini peneliti membuat rangkuman temuan penelitian secara sistematis sehingga pola dan fokus pelaksanaan diketahui. Melalui kesimpulan data tersebut diberi makna yang relevan dengan fokus penelitian.

3.  Verifikasi data, dalam kegiatan ini penulis melakukan pengujian atau kesimpulan yang telah diambil dan membandingkan dengan teori-teori yang relevan serta petunjuk dengan data awal melalui kegiatan member cheek, sehingga akan menghasilkan suatu penelitian yang bermakna.

Analisis data merupakan proses yang terus menerus dilakukan di dalam research, setelah mendapatkan data dari lokasi penelitian data tersebut dianalisis secara kontinu sesuai dengan hasil catatan lapangan untuk menentukan apa yang menjadi fokus dan tujuan penelitian.

 

 


Komentar

Postingan Populer