SKRIPSI BAB II TENTANG DESKRIPSI BIJI KOPI DAN KOTORAN MUSANG

google.com, pub-8131506556461982, DIRECT, f08c47fec0942fa0 



CONTOH SKRIPSI BAB II

TENTANG

DESKRIPSI BIJI KOPI DAN KOTORAN MUSANG

 

 

1. Pengertian Biji Kopi dan Kotoran Musang

 

a.      Biji Kopi

Sebagai salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan oleh sebagian masyarakat, sudah menjadi hal lumrah bila biji kopi banyak yang tertarik dan banyak pula yang menyukai, di samping digunakan sebagai bahan pecampur minuman, digunakan juga sebagai kesempatan dan peluang bisnis, bahkan hampir di berbagai negara benua.[1] Seiring meningkatnya eskalasi kopi di kalangan masyarakat sampai saat ini, tak diragukan pula keberadaan kopi telah menjadi kebutuhan bagi sebagian masyarakat yang dijadikan sebagai minuman khasnya dalam kehidupan sehari-hari, bahkan seperti tidak hidup suasana suatu pojok atau sekumpulan orang bila tidak disediakan atau disuguhi minuman kopi sambil bercerita, bercengkrama. Di Aceh misalnya, mensuguhi secangkir kopi panas pada saat kedatangan tamu atau family sudah menjadi suatu tradisi yang masih dipertahankan sampai hari ini, bahkan kopi telah mengandung nilai persahabatan dan persaudaraan dalam berinteraksi dan berteman. Tak hanya itu, pada sebagian kelompok dan kalangan masyarakat, kopi telah menjadi kenikmatan tersendiri bagi yang menikmatinya.

Dari beberapa literatur yang telah dipelajari, disebutkan bahwa, awalnya tanaman kopi berasal dari Kefa (Ethiopia), mulai ditanam di semenanjung Arabia bagian selatan sejak abad ke-15. Di Indonesia, penanaman kopi secara besar-besaran ketika diprakarsai oleh pemerintah Hindia Belanda, yaitu pada abad ke-17. Perkebunan kopi yang mayoritasnya adalah di kepulauan Jawa dan Sumatera. Karena keadaan iklim di Indonesia adalah tropis, maka bisa dipastikan kopi bisa tumbuh dan berkembang secara baik. Rata-rata di Indonesia, kopi ditanam pada ketinggian 300-1.700 cm di atas permukaan laut yang curah hujannya sekitar 1.500-2.000 mm/tahun.[2]

Dilihat dari Ensiklopedi Umum untuk Pelajar, “kopi”, mengandung arti  yaitu; kelompok tumbuhan yang berbunga dari genus coffea yang bijinya diolah untuk dijadikan minuman bercafein, yang tersebar di berbagai negara seperti Brazil, Kolombia, Ethiopia, Uganda, India dan Indonesia.

Ada tiga spesies kopi yang banyak dibudidayakan diberbagai negara, karena kopi ini mengandung nilai ekonomis tinggi, yaitu kopi arabika, kopi robusta dan kopi Liberia.[3] Rata-rata ketinggian tanaman kopi mencapai 3-5 m, batangnya bercabang dengan diameter 5-10 cm, daunnya berbentuk lonjong dan bewarna hijau tua, sementara bunganya yang bewarna putih memiliki bau yang harum dan buahnya berbentuk bulat kecil.[4]

Tim penulis Agribisnis Perkebunan, menyebutkan, di Indonesia, kopi memiliki peluang bisnis yang besar seperti; kopi bubuk, kopi instan, liguid koffee extrack, deca feinate coffe, coffee chimony mixes, coffe soft drink, specially coffee.[5] Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh tim ini, disebutkan bahwa kopi sebagai salah satu produk tanaman perkebunan yang terus menerus memiliki nilai pasar tinggi, kopi banyak diminati oleh pasar dalam dan luar negeri dan sangat diperlukan oleh pasar.[6] Selain itu kopi juga memerlukan tenaga kerja borongan yang banyak, yaitu untuk kebutuhan per hektar memerlukan sebanyak 7–15 orang borongan.[7] Tidak hanya itu, produksi dan pengembangan tanaman perkebunan Indonesia untuk tanaman kopi, khususnya kopi arabika di setiap kabupaten dan kotamadya yang banyak penghasilannya adalah, Bengkulu, Lampung Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi tengah, dan Sulawesi Selatan.[8] Beberapa sifat untuk tanaman dan pertumbuhan kopi, yaitu kopi arabika cara perbanyakan dengan biji, yang umur panen 2,5-3 tahun, sementara kopi robusta cara perbanyakannya juga dengan biji yang umur panennya 2 tahun.[9]

Beberapa petani di Indonesia, untuk mendapatkan hasil yang baik terhadap kualitas  kopi  dan  meningkatkan   hasil   panen,   mereka   melakukan  persilangan

terhadap masing-masing jenis kopi, sekitar 30 spisies kopi yang ada hingga menghasilkan 60 varietas kopi. Selain kopi Liberia dan robusta, beberapa varietas kopi hasil persilangan yang ada di Indonesia antara lain kopi arabika varietas burbon, kopi arabika vareitas catura dan arabikavarietas abesinia.[10] Dalam bukunya Theresa, disebutkan bahwa untuk setiap tahunnya rata-rata kopi dihasilkan lebih 4,8 juta ton/tahunnya, jumlah ini adalah untuk keseluruhan di berbagai Negara.[11]

 

b.     Kotoran Musang

Kotoran (An-Najasaat), adalah bentuk plural dari najis, semua yang dianggap menjijikkan oleh orang yang bertabiat normal. Mereka menjaga darinya dan mencuci pakaian mereka jika terkena olehnya, seperti kotoran dan air seni.[12] Kotoran juga mengandung makna sesuatu yang telah mengandung unsur najis, seperti telah berubah warna, berubah bau dan berubah bentuk dan jenis najis ini tidak baik untuk dimakan dan dibersihkan bila terkena di salah satu bagian tubuh.[13] Imam Al-Ghazaly, menerangkan bahwa sesuatu yang dianggap tidak baik kotoran-haram karena keadaan zat benda itu sendiri.[14] Kriteria kotoran itu adalah berubah warna dan berubah rasa. Berdasarkan hasil pengamatandan dari hasil Ensiklopedi Nasional Indonesia (sudah disebutkan pada bagian terdahulu), yang bahwa biji kopi dari kotoran musang ini tidak terlihat perubahan yang berarti. Setelah biji kopi ini dikeluarkan dari kloaka musang, namun tidak dirasakan rasa dan warna berubah, bahkan di kopi ini biji tumbuh bila ditanam kembali. Ini menunjukkan tidak tepat bila dikatakan bahwa biji kopi dari kotoran luwak ini dikatakan sebagai najis, akan tetapi hanya sebagai benda mutannajis (benda terkena najis).[15]

Ulama fiqh telah sepakat bahwa, kotoran itu adalah najis, dan secara umum najis itu dibagi menjadi tiga bagian, yaitu;

1.     Najis mukhaffafah (najis ringan), yaitu yang berupa air kencing bayi laki-laki yang belum pernah makan kecuali air susu ibunya.

2.     Najis mutawassitah (najis biasa atau sedang), yaitu berupa segala sesuatu yang keluar dari qubul dan dubur manusia atau binatang (kecuali air mani), darah, nanah, bangkai termasuk tulang dan bulunya (kecuali bangkai manusia, ikan serta belalang).

3.     Najis mughalladhah (najis yang berat), yang berupa najisnya anjing dan babi serta keturunannya.[16]

Dari penjelasan di atas, sampai di sini dapat dipahami bahwa, kotoran musang bukan salah satu benda najis, akan tetapi biji kopi dari kotoran musang ini adalah benda yang terkena najis, bila suatu benda terkena najis bila dibersihkan maka hukumnya adalah halal.[17]

Pertama; Biji kopi kopi yang keluar dari prankeas/kloaka musang tidak berubah wujud, artinya kondisi biji kopi masih utuh seperti semula hanya kulit luar yang terlihat sedikit aus kemudian tidak adanya perubahan warna. Bila biji kopi ini ditanam, bisa hidup dan tumbuh seperti biji kopi lainnya. Ini artinya pada biji kopi tidak mengalami perubahan yang besar hanya kulit luas saja yang aus.[18]

Kedua; Biji kopi atau kopi luwak ini telah mengindap dalam percernaan musang dan dikeluarkannyapun melalui dua jalan. Akan tetapi tidak menyatu secara mutlak antara kotoran dan biji, keduanya terpisah.

Sebagaimana pendapat Rasyid Sulaiman, disebutkan bahwa, sesuatu benda itu akan dikatakan najis itu adalah sesuatu zat atau benda cair yang keluar dari dua jalan, baik pada manusia maupun hewan. Lebih lanjut ia memberi penjelasan bahwa, kotoran itu ada warna yang berbeda, rasa yang berubah dan juga bau yang tak sedap atau telah berubah bau dari yang sebenarnya. Najis seperti ini digolongkan ke dalam kelompok najis ‘ainiyah.[19] Tentunya pernyataan tersebut tidak serta merta bisa digolongkan atau disamakan atau dihadapkan pada persoalan biji kopi dari kotoran musang. Karena syarat mutlak terhadap kategori najis tidak melekat pada kopi luwak.[20]

Biji kopi yang dikeluarkan dari kotoran musang tidak termasuk, atau najis   mutawasithah. Dikatakan kotoran musang bukan sebagai najis, karena musang bukanlah salah satu binatang yang diharamkan seperti diharamkannya anjing dan babi, musang bukan juga hewan yang buas sebagaimana buasnya anjing, harimau dan singa.[21]

 

c.      Spesies Musang Luwak

 

Di Indonesia ada sekitar 8 (delapan) jenis musang yaitu; musang luwak, musang rase, musang galing, musang asulako, musang tenggalung, musang akar, musang kalimantan, dan musang belang. Dari sekian jenis yang ada, hanya 2 (dua) jenis yang asli satwa Indonesia, yaitu musang kalimantan yang terdapat di Kalimantan dan musang asulako yang terdapat di Sulawesi.[22] Keseluruhan jenis musang ini musang luwak lah yang disebut sebagai musang yang memakan biji kopi.

Musang luwak atau (Paradoxurus hermaphrodites), memiliki tubuh yang bewarna hijau atau cokelat di bagian atas tubuhnya, seangkan tubuh bagian bawah lebih pucat. Betina dewasa mempunyai tiga pasang mammae (kelenjar susu). Mereka tidur pada siang hari di pepohonan atau gedung di dekat pemukiman manusia, makanannya adalah buah-buahan, dedaunan, artropoda, cacing tanah dan moluska. Musang luwak ini terdapat di Sri Lanka, India, Filipina dan Indonesia. Musang akar atau (Arctogalidia trivirgata), meruapak sejenis musang yang berbulu warnanya hijau sampai keabu-abuan dan mempunyai bintik bewarna gelap dari leher sampai pangkal ekor. Jenis musang ini jarang turun dipermukaan tanah. Musang sangat gesit ini makan buah-buahan dan binatang kecil, musang ini terdapat di India bagian barat laut, Asia Tenggara dan China bagian selatan.[23]

Di Jawa Barat, musang ini sering disebut careuh bulan, di mana musang ini paling luas penyebarannya dan sangat umum dijumpai. Secara keliru, musang ini dianggap sebagai hama ayam. Pada hal hasil penelitian dan penyelidikan yang telah dilakukan oleh ahli zoology Bartels, makanan utama musang luwak ini adalah buah-buahan. Selama peneyelidikannya, lebih kurang setahun, di berbagai tempat di Jawa Barat, ia belum menemukan kotoran musang mengandung sisa-sisa ayam. Memang benar, musang luwak mau memakan ayam, namun sangat jarang.[24]

Warna dasar bulu musang luwak kecokelat-cokelatan atau kelabuan-kelabuan dengan ujung hitam, pada sisi punggungnya terdapat garis membujur bewarna hitam, bagian warna sisi tubuhnya tutul-tutul hitam, sementara ekornya umumnya hitam seragam, namun ada juga yang berujung putih namun sangat jarang. Musang luwak juga dapat dikenal dari bau wanginya yang khas dan suaranya yang miip bayi menangis. Bila di perkampungan musang luwak sering bersembunyi di rumpun bamboo, panjang tubuhnya 0,43-0,71 meter, tidak termasuk ekornya yang 0,4-067 meter, bobotnya 1,5-4,5 kilogram. Musang luwak ini terdapat hampir di seluruh kepulauan Indonesia, kecuali Irian Jaya.[25]

Musang luwak aktif mencari makan pada malam hari, makanannya buah-buahan, seperti aren, papaya, nanas, kopi, sawo manila, buah muni, berbagai jenis buah beringin, terung, tembelekan, pisang dan pandan duri. Percernaan makanan musang luwak termasuk unik, karena mampu mencerna buah-buahan yang beracun dan melepaskan atau membuang biji-bijian. Umumnya biji yang dikeluarkan oleh musang luwak ini masih utuh, bila kulitnya buah yang keras, terlihat aus. Keausan ini memungkinkan terserapnya air yang diperlukan untuk proses metabolisme, sehingga dormansi biji yang dikandungnya dipersingkat. Musang ini memilih buah kopi yang sudah benar-benar masak. Salah satu hasil kotoran musang luwak yang terkenal adalah biji kopi, yang disebut dengan kopi luwak.[26]

 

2. Biji Kopi dari Kotoran Musang dalam Kajian Ilmu Kesehatan

 

Pada bagian terdahulu telah dijelaskan beberapa hal yang berkenaan dengan kopi, dari pertumbuhan kopi hingga pemanfaatan kopi secara umum. Dalam beberapa abad terakhir, kopi masih menjadi pilihan bagi semua kalangan masyarakat dunia, posisi kopi ini mencapai level teratas dari sejumlah minuman yang popular. Tak heran bila kopi masih dicari dan dibudidayakan oleh banyak orang. Dalam hal ini, meski kopi sebagai minuman khas bagi semua kalangan, dari sisi kesehatan atau medis tetap diusahakan untuk dikaji, paling tidak zat atau kadar apa saja yang terkandung dalam biji kopi.

 

Dalam kesempatan ini, meski sangat jarang penelitian tentang manfaat kopi atau bubuk kopi secara medis, bukan berarti ini tidak mungkin diteliti, lebih dari itu, terhadap hal-hal yang belum jelas keberadaannya masih pantas untuk dikaji dan diteliti kembali. Dalam beberapa kajian yang telah dilakukan, yang terkadung dalam kopi adalah zat cafein, zat inilah yang membuat kecanduan, berikut adalah senyawa yang terkandung dalam kopi.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEg4slDHGwxjm0-gzHJYT-6sK9LFdvcCrfCqym6V_xhj6GeAot77nadsVKNq7hoi9fxqkVzDFR71Ghw387bWuz-sdp1uDVcxTzyMXak4HY-A5E0aSdxDHgQdS-FQEkpHIcYbIaYuYTdVg/s200/trimetilsantin,+kafein.png
 

 

 

 

 

 

 


Cafein merupakan senyawa kimia alkaloid yang dikenal sebagai trimetilsantin dengan rumus molekul C8H10N4O2.  Jumlah kandungan cafein dalam kopi adalah 1-1,5%, sedangkan pada teh 1-4,8%.
Cafein bekerja dalam tubuh dengan mengambil alih reseptor adenosin
dalam sel syaraf yang akan memacu produksi hormon adrenalin.[27]
            Dari sudut pandang medis, meski kopi sebagai minuman yang disukai oleh banyak kalangan, namun mempunyai dampak negatif. Adapun dampak negatif tersebut, yaitu sebagai berikut:

Pertama, Meskipun kopi sebagai bahan minuman/atau minuman kopi mampu menambah cairan tubuh, namun mampu juga mengkibatkan interstisial,  karena cairan kopi ini dipengaruhi oleh senyawa kimia alkaloid, sehingga disarankan memakan kebutuhan yang memuaskan, seperti apel, wortel dan seledri.[28]

Kedua, Di sisi lain, muntah juga dapat dikarenakan berlebihan makanan dan minum, seperti banyaknya mengkonsumsi minuman kopi, karena secara tidak langsung kopi mampu mengakibatkan gangguan pencernaan secara berkelanjutan, sehingga dalam hal ini diminta untuk memperbanyak meminum jahe.[29] Maka tidak heran bila seseorang yang sering mengkonsumsi kopi secara tidak teratur dan berlebihan, terasa mual-mual seperti mau muntah, namun tidak muntah.

Ketiga, Robert, menyebutkan bahwa, untuk menghasilkan kerja yang efektif bagi saluran cerna disarankan untuk selalu mengkonsumsi makanan yang bisa menghasilkan protein dan karbohidrat, dan hindari minuman kopi secara berlebihan. Alasannya, organ memiliki aktivitas padat dan berat yaitu alat pencernaan, karena segala bentuk makanan yang dikonsumsi alat pencernaan yang meng-absorpsi dari saluran cerna untuk menghasilkan nutrisi dalam vena porta hati atau limfatik. Pada enzim pencernaan kekurangan karbohidrat atau banyak mengandung kadar asam dan cafein menyebabkan gangguan spesifik, gangguang pencernaan, kram perut juga termasuk diare dan flutalensi. Tanda-tanda ini disebabkan oleh menumpuknya laktosa dan adanya zat iritan lain yang menganggu pada usus.[30] Begitu juga dengan kopi luwak, kombinasi pahit dan asamnya menghasilkan after taste yang lebih lama di dalam mulut.[31]

Keempat, Kopi dalam pandangan ilmu kesehatan atau medis, tidak saja termasuk kopi biasa seperti kopi arabika, kopi robusta namun kopi luwak juga memiliki efek yang sama dalam ilmu medis. Keduanya mengandung cafein yang berbeda, lebih rendah kadar cafein yang terkandung dalam kopi luwak dari pada kopi biasa. Namun di sisi lain kopi mampu merangsang susunan syaraf pusat, pun demikian memiliki juga efek lain seperti gelisah, tegang, denyut jantung yang tak beraturan, susah tidur, sering buang air kecil dan kurang nafsu makan.[32]

Awalnya, penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) terhadap jenis minuman yang bersuplemen tinggi, seperti Lipovitan, Kratingdeang, Bacchus-D, M-150, Fit Up (cair dan tablet), Supravitan dan Tonotan (tonik) yang bukan isotonik. Hasil penelitiannya disebutkan bahwa produk tersebut tidak berbeda dengan produk farmasi lain, seperti multivitamin dan tonikum, di mana isinya secara umum terdiri dari penyedia tenaga, vitamin, stimulant serta flavouring.[33]

Kenikmatan kotoran luwak yang telah dijadikan bubuk kopi pecampur minuman, mengandung kombinasi pahit dan asamnya tinggi, sehingga kenikmatan pahitnya mengakibatkan after taste lebih lama bertahan di mulut, ditambah lagi kandungan gula, sehingga dari sisi medis kopi disarankan untuk tidak lazim dikonsumsi. Dan saran ini tidak hanya berlaku pada kopi luwak pada kopi biasa juga demikian, karena kedua-duanya mengandung cafein.

Secara tidak langsung di samping zat cafein yang terkadung dalam kopi luwak mampu mengganggu kesehatan, rasa manis (gula yang ada pada kopi) juga mampu menumbuhkan penyakit kencing manis atau diabetes melitus, di mana penyakit ini disebabkan oleh kadar gula yang berlebihan. Secara tidak langsung minum atau mengkonsumsi kopi menambah pula zat atau kadar gula di dalam tubuh.[34]

Keluhan seseorang mengenai gejala yang berasal dari lambung memang sering terjadi dan bermacam-macam bentuknya, Sehingga tak jarang yang mengeluh rasa mual, muntah atau kehilangan nafsu makan. Bahkan mengeluh karena rasa penuh di lambung walau makan hanya sedikit. Keluhan ini dapat bersumber dari kelainan pada alat-alat di dalam saluran pencernaan seperti tukak lambung, penyekit pada saluran empedu, gangguan pada kelenjar ludah perut “pankreas”dan gangguan kembalinya asam lambung pada saluran pencernaan bagian atas “esophabus” dapat pula gangguan itu berasal dari gangguan pada organ jantung.

Namun demikian, gejala tersebut sering kali muncul yang disebabkan oleh makanan yang dimakan atau diminum seperti kopi, rasa pedas (cabe/merica) atau kadar lemak yang tinggi, begitu juga dengan kotoran luwak.[35] Keadaan ini diperkuat oleh tingginya cafein yang terkandung dalam kopi, sehingga penyebab nafsu makan berkurang, gangguan pencernaan dan mual juga cenderung dipengaruhi oleh banyaknya meminum kopi yang mengandung kotoran luwak.

Di samping dampak negatif yang terdapat pada kopi, di sisi lain kopi juga memiliki beberapa dampak positif. Hal ini dibuktikan sebagaimana penelitian yang dilakukan terhadap kopi ternyata masih berlangsung, hal ini dianggap perlu, karena kopi ternyata masih menyimpan banyak manfaat yang belum terekspos di kalangan umum. Disebutkan, bahwa ada beberapa manfaat yang terkandung dalam kopi, yaitu;

Pertama, Mencegah penyakit saraf, yaitu peminum kopi bercafein cenderung tidak akan mengembangkan penyakit alzheimer dan parkinson. Kandungan antioksidan di dalam kopi akan mencegah kerusakan sel yang dihubungkan dengan Parkinson, sedangkan cafein akan menghambat peradangan di dalam otak, yang kerap dikaitkan dengan azheimer.[36]

Kedua, Melindungi gigi, di mana kopi yang mengandung cafein  memiliki kemampuan anti bakteri dan anti lengket, sehingga dapat menjaga bakteri penyebab lubang menggerogoti lapisan gigi. Minum kopi secangkir setiap hari terbukti dapat mencegah risiko kanker mulut hingga separuhnya. Senyawa yang ditemukan di dalam kopi juga dapat membatasi pertumbuhan sel kanker dan kerusakan DNA.[37]

Ketiga, Menurunkan risiko kanker payudara.  Menjelang masa menopause, wanita yang mengonsumsi 4 (empat) cangkir kopi sehari mengalami penurunan risiko kanker payudara sebesar 38 persen, Demikian menurut sebuah studi yang dipublikasikan di The Journal of Nutrition. Kopi melepaskan phytoestrogen dan flavonoid yang dapat menahan pertumbuhan tumor. Namun konsumsi kurang dari 4 (emapat) cangkir tidak akan mendapatkan manfaat ini.[38]

Keempat, Mencegah batu empedu, yaitu batu empedu tumbuh ketika lendir di dalam kantong empedu memerangkap kristal-kristal kolesterol. xanthine, yang ditemukan di dalam cafein, akan mengurangi lendir dan risiko penyimpanannya.  Dua cangkir kopi atau lebih setiap hari akan membantu proses ini.[39]

Kelima, Melindungi kulit, yaitu konsumsi 2-5 cangkir kopi setiap hari dapat membantu menurunkan risiko kanker kulit non melanoma hingga 17 persen. Cafein dapat memacu kulit untuk membunuh sel-sel prakanker, dan juga menghentikan pertumbuhan tumor.[40]

Keenam, Mencegah diabetes yaitu orang yang mengonsumsi 3-4 cangkir kopi reguler atau kopi decaf (dengan kadar cafein yang dikurangi) akan menurunkan risiko mengembangkan diabetes tipe II hingga 30 persen. Asam klorogenik dapat membantu mencegah resistensi insulin, yang merupakan pertanda adanya penyakit ini.[41]

Di akhir pembahasan sub ini, dapat diambil beberapa hal penting, yaitu; kopi robusta, kopi arabika memiliki kadar cafein yang sama, sementara kadar cafein yang pada kopi luwak rendah. Namun kedua-dua jenis kopi tersebut mampu merangsang susunan syaraf pusat, juga efek lain seperti gangguan pencernaan, gelisah, tegang, denyut jantung yang tak beraturan, susah tidur, sering buang air kecil dan kurang nafsu makan.

 

3. Pemanfaatan Biji Kopi dari Kotoran Musang

Kopi yang termahal dan terpopular di dunia dalam beberapa tahun terakhir, itulah kopi luwak. Tidak hanya pada masyarakat dunia, pada masyarakat tradisional di Indonesia memiliki jawaban yang sama yaitu kopi luwak sebagai kopi yang popular dan termahal.

Seperti yang telah tersebut, kopi luwak, kopi yang diproduksi dari biji kopi yang telah dimakan dan melewati saluran pencernaan musang luwak. Binatang ini senang sekali mencari buah-buahan yang cukup baik dan masak termasuk buah kopi sebagai makanannya. Kopi yang dipilih, betul-betul masak sebagai makanannya, setelahnya, biji kopi tersebut yang dilindungi kulit keras, sehingga tidak tercerna akan keluar bersama kotorannya.

Kopi luwak ini biasanya ditemukan di bawah pokok kayu atau di bawah kopi atau sisa kayu yang membusuk. Di Aceh Tengah, setelah menemukan kopi luwak ini, langsung mencampurnya dengan gabah kopi lainnya, karena belum ada pembeli kopi yang spesial. Ditemukan kopi luwak ini tidak hanya sekali, hampir di setiap musim panen mereka menemukan kopi luwak, namun sebagian dari mereka membiarkan saja kopi tersebut.

Sementara sebagian lainnya menunggu biji kopi yang menjadi kotoran musang itu untuk menjadi kecambah kopi. Kemudian dijadikan bibit kopi. Sampai hari ini belum banyak pengusaha atau orang pribadi yang khusus membeli kopi luwak dan menjualnya kembali dengan harga yang lebih mahal dari kopi biasa. Ada beberapa orang yang mencari dan membeli kopi luwak dari petani, tapi tidak rutin. Kopi luwak ini biasanya dibeli dengan harga 40-60 ribu per bambunya, dan kemudian mengirimnya ke Medan pada pengusaha Korea yang dibeli dengan harga di atas 100 ribu per bambunya, sementara pengusaha tersebut menjualnya dengan harga mencapai jutaan rupiah perkilogramnya.[42]

Kopi luwak ini banyak teradapat di daerah-daerah maju dan harga jualnya pun mahal, karena dipercaya sangat berkualitas dan telah melewati fermentasi alami sehingga cita rasa dan gengsinya menjadi naik. Beberapa gerai kopi ternama di dunia sengaja khusus menjual kopi Luwak dengan harga ratusan ribu rupiah percangkirnya. Keaslian kopi luwak juga menjadi persoalan yang sangat penting, karena pembeli, harus yakin dahulu bahwa kopi yang dibelinya benar-benar kopi luwak yang ditandai dengan banyaknya kotoran musang atau kopi gabah yang dikeluarkan musang dalam bentuk bongkolan (beberapa kopi bertumpuk dalam kotoran musang).[43]

Di Inggris, kopi yang bekas dimakan musang (Paradoxurus hermaphroditus) dan keluar lagi bersama kotorannya itu, dijual dengan harga 50 poundsterling atau hampir Rp 1 juta. Demikian dilaporkan Daily Mail dalam situs internetnya, Kamis (10/4).[44] Keadaan ini tidak hanya di Inggris saja, di Takengon, Aceh Tengah, provinsi Aceh, potensi kopi musang yang lebih populer disebut kopi luwak, ternyata sangat besar, bahkan hampir di setiap kebun warga pernah menemukan kopi luwak pada saat panen setiap tahunnya.

Diyakini, luwak (musang dalam bahasa Jawa), bisa memilih biji kopi terbaik berdasarkan nalurinya. Luwak memilih biji yang lembut dan memakannya, tetapi hanya bagian luarnya yang bisa dicerna, sedangkan sisanya dibuang bersama kotoran. Cairan kotoran itulah yang diyakini memperkaya cita rasa kopi luwak.

Di sisi lain, kopi juga dimanfaat sebagai sumber ekonomi. Sebagaimana yang dijelaskan pada bab sebelumnya, bahwa pertanian kopi bisa memakai pekerja yang banyak. Dalam hal ini, pertanian kopi bisa mempekerjakan buruh dalam jumlah banyak, mulai dari pembibitan hingga pasca panen.

Saat ini, pemerintah telah menetapkan kebijakan pengembagan perkopian dengan cara meningkatkan mutu produktivitas serta memperluas areal kopi. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan harga kopi yang diterima oleh petani dan sekaligus meningkatkan penerimaan devisa Negara. Kebijakan ini memang belum sampai pada peningkatan produksi kopi luwak, karena kopi ini masih menjadi pembahasan yang belum berkhir hala tau tidak.

Sebagaian besar kopi di Indonesia, kopi dihasilkan oleh perkebunan rakyat. Dari itu, untuk meningkatkan mutu kopi harus diikuti dengan penyebaran  informasi teknologi budi daya dan cara pengolahannya yang benar sehingga petani bisa memahami dan menerapkannya. Dengan menerapkan teknologi tersebut, petani bukan hanya menghasilkan kopi bermutu baik, tetapi mendapatkan juga produksi dan pendapatan yang lebih tinggi.

 

4. Untung Rugi Pemanfaatan Biji Kopi dari Kotoran Musang

Dalam dunia kedokteran, cafein sering digunakan sebagai perangsang kerja jantung dan meningkatkan produksi urin. Dalam dosis yang rendah cafein dapat berfungsi sebagai bahan pembangkit stamina dan penghilang rasa sakit.
Mekanisme kerja cafein dalam tubuh adalah menyaingi fungsi adenosin (salah satu senyawa yang dalam sel otak bisa membuat orang cepat tertidur).[45]

Di mana cafein itu tidak memperlambat gerak sel-sel tubuh, melainkan cafein akan membalikkan semua kerja adenosin sehingga tubuh tidak lagi mengantuk, tetapi muncul perasaan segar, sedikit gembira, mata terbuka lebar, jantung berdetak lebih kencang, tekanan darah naik, otot-otot berkontraksi dan hati akan melepas gula ke aliran darah yang akan membentuk energi ekstra. Itulah sebabnya berbagai jenis minuman pembangkit stamina umumnya mengandung cafein sebagai bahan utamanya.[46]

Selain manfaatnya untuk kesehatan ternyata kopi juga memiliki kerugian, salah satunya adalah efek ketergantungan. Minum kopi ternyata dapat meningkatkan resiko terkena stroke. Sebuah penelitian yang dimuat dalam journal of neurology, neurosurgry and psychiatry tahun 2002 menyimpulkan, bahwa minum lebih dari 5 gelas kopi perhari akan meningkatkan resiko terjadinya kerusakan pada dinding pembuluh darah.[47]

Cafein juga dapat menyebabkan insomnia, mudah gugup, sakit kepala, merasa tegang dan cepat marah. Pada wanita hamil juga disarankan tidak mengkonsumsi kopi dan makanan yang mengandung cafein. Hal ini karena cafein dapat meningkatkan denyut jantung. Pada janin dapat menyerang plasenta dan masuk dalam sirkulasi darah janin. Dampak terburuknya, bisa menyebabkan keguguran.[48]

Minum kopi dalam jumlah yang cukup atau sedang tidak akan membahayakan, bahkan akan bermanfaat bagi kesehatan. Jumlah yang boleh dikonsumsi adalah 300 mg cafein atau setara dengan 3 cangkir kopi perhari. Kecanduan terhadap cafein diperkirakan jika mengkonsumsi lebih dari 600 mg cafein atau setara dengan 5-6 cangkir kopi perhari selama 8-15 hari berturut-turut. Sedangkan dosis yang dapat berakibat fatal bagi manusia adalah sekitar 10 gram cafein atau 20-50 cangkir perhari.[49]

Setelah mengkaji biji kopi dari sudut pandang medis, sejenak kita melihat beberapa pendapat yang membicarakan tentang biji kopi dari kotoran musang. Yang perlu dipahami terlebih dahulu adalah asal usul biji kopi. Di sini, telah diketahui bahwa kopi luwak dikatakan sebagai kotoran musang. Kotoran ini dironsai dan dihaluskan sehigga menjadi bubuk yang benar-benar halus yang kemudian dikonsumsi dan diperdagangkan.

Shalih bin Fauzan, menjelaskan bahwa ketika makanan yang dikonsumsi oleh tubuh manusia, pengaruhnya tercermin pada akhlaq dan tingkah lakunya. Maka, makanan yang baik akan memberikan pengaruh yang baik pada manusia, sedangkan makanan yang buruk juga memberikan pengaruh buruk bagi manusia itu sendiri.[50] Dalam hal ini Allah berfirman:

$gƒ'»ƒ ¨$Z9# #q=. $JB û Ú{# x»=m $7Û wr #qè6K? NºqÜz `»Ãœ±9# 4 ¼mR) N39 rã ûü7B . (البقرة : ١٦٨)

 

 

  Artinya: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.  (Q.S. Al-Baqarah: 168)

 

            Maka tidak boleh segala sesuatu yang mubah dijadikan penolong untuk suatu kemaksiatan, seperti halnya seseorang yang memberikan daging dan roti kepada orang yang minum khamar dan menjadikannya sarana menuju kekejian. Kaidah dalam hal ini adalah, “segala makanan yang suci dan tidak mengandung bahaya itu mubah”. Dalam hal ini berbeda dengan makanan yang najis, seperti bangkai, darah, kotoran/tinja, kencing, khamar, hasyisyah dan zat-zat najis, yaitu sesuatu yang bercampur dengan najis, semua ini adalah haram karena mengandung keburukan dan berbahaya.[51]

            Di New York harga kopi luwak mencapai USD1.500/Kg, dan yang mencengangkan lagi, secangkir, di Tokyo sampai USD50, di London bisa USD100. Di dalam kotoran binatang ini terdapat biji-biji kopi yang telah dipisahkan dari kulitnya secara alami oleh lambung musang, dan keluar bercampur sisa-sisa makanan lain. Ini adalah kopi luwak, kopi termahal sedunia. Harga lokal Indonesia yang tercatat paling murah adalah USD70/Kg. Kopi ini sempat dianggap sebagai hanya mitos oleh para penggemar kopi, menilik langka, sulit dan mahalnya bahan minuman hitam ini.[52]

Kopi luwak, adalah kopi yang berasal dari biji kopi yang telah melewati saluran pencernaan hewan luwak, dan dikeluarkan bersama fesesnya. Kopi ini kemudian diproses, dipisahkan dari kotorannya, dan dikeringkan lalu disaring seperti kopi biasa. Keistimewaan kopi ini adalah, aromanya yang kuat dan kandungan kafein yang lebih rendah. Enzim yang ada di perut luwak telah sedikit mengubah rasa kopi ini menjadi lebih khas. Dan pemrosesannya tidak terlalu bersih, karena ditakutkan akan menghilangkan aroma asli dari kopi luwak ini. Kopi luwak bisa berasal dari jenis kopi Arabica ataupun Robusta. Di daerah Lampung, banyak perkebunan kopi yang juga menyediakan kopi luwak.[53]

Rasa keistimewaan yang ada pada kopi luwak disebabkan pada saat pemrosesan kotoran ini tidak benar-benar bersih. Karena bila bersih dikhawatirkan menghilangnya ciri khas rasa dari kopi luwak ini. Satu kesimpulan yang dapat diambil dalam pembahasan ini adalah, kopi luwak tidak dibersihkan secara bersih sebagaimana layaknya makanan yang benar-benar suci. Suci telah bisa dikategorikan bersih, akan tetapi bersih belum tentu dikategorikan suci.

 

 



[1] W.J.S. Poerwadarminta. Kamus Umum Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2003). Edisi ke-3, hlm. 133.

[2] Abdul Syukur, dkk, Ensiklopedi Umum untuk Pelajar, (Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve, 2005), hlm. 15.

[3] Ibid., hlm. 14.

[4] Ibid., hlm. 15.

[5] Tim Penulis PS., Agribisnis Perkebunan, (Jakarta: Penebar Swadaya, 2008), Cet IV, hlm. 19.

[6] Ibid., hlm. 21.

[7] Ibid., hlm. 22.

[8] Ibid., hlm. 26.

[9] Ibid., hlm. 33.

[10] Theresa Greeraway, Pohon,  (Jakarta: Erlangga, 2002), hlm. 23.

[11] Ibid., hlm. 24.

[12] Ar-Raudhah an-Nadiyyah (I/12), hlm. 112.

[13] Abdul Syukur, dkk, Ensiklopedi Umum untuk Pelajar, hlm. 15.

[14] Imam al-Ghazaly, Ihya Ulumuddin,  (Kairo: Al-Maktabah At-Tijjariyyah Al-Kubra,tt), hlm. 39.

[15] Ibnu Qudamah rahimahullah, Al-Mughni, (Tahqiq Abdullah at-Turki dan Abdul Fattah al-Hulw Dar Alami Kutub. KSA, Cet kelima 1419 H)

[16] Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, Ringkasan Fikih Lengkap, (terj. Asmuni), (Jakarta: Darul Falah, 2005), hlm. 3.

[17] Tahqi Muhammad Najib al-Muth’i, Al-Majmu’ Syarh Muhazdab An-Nawawi rahimahullah, (Dar Alamil Kutub. KSA. Cet kedua 1427 H)

 

[18] Penelitian LP POM MUI membuktikan bahwa secara umum biji kopi yang keluar dari kotoran luwak tidak berubah serta dapat tumbuh bila ditanam.

[19] Sulaiman Rasyid, Fiqh Islam, (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2006), hlm. 18-22.

[20] Ibid.

[21] CD Himpunan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Jakarta 2010.

[22] Sulaiman Rasyid, Fiqh Islam, hlm. 74.

[23] Ibid, hlm. 75.

[24]  Ensiklopedi Nasional Indonesia,  hlm. 407.

[25]  Ibid, hlm. 408.

[26]  Ibid.

[27] Ibid., hlm. 408.

[28] Lianda Jualc Carpenito, Diangnosa Keperawatan; Aplikasi pada praktis klinis, (Jakarta: EGC, 1998), alih bahasa oleh tim PSIK-UNPAD, hlm. 647.

[29] Ibid, hlm. 418.

[30] Robert K. Murray, alih bahasa oleh, dr. Andry Hartono, SpGK, Biokimia Harper, judul asli Harper’s Biochemistry, edisi 25, (Jakarta: EGC, 2003), hlm. 635.

[31]Kopi kotoran binatang. Diakases pada tanggal 16 Februari 2011 dari situs http://berandakata. blogspot.com/2010/06/kopi-dari-kotoran-binatang.html.

[32] Kompas, Hidup Sehat Bagi Eksekutif,  editor oleh Candra Gautama, (Jakarta: Buku Kompas, 2000), hlm 197.

[33] Ibid.

[34] Kompas, Hidup Sehat Dengan Problem Penyakit, editor Sriptura Mitra Wacana, (Jakarta: Kompas, 2000), hlm. 43.

[35] Ibid., hlm. 63-64.

[36] Manfaat kopi 2010. Diakses pada tanggal 23 November 2010 dari situs  http://www.allvoices.com/contributed-news/3774664-manfaat-kopi-untuk-mencegah -berbagai-penyakit.

[37] Ibid.

[38] Ibid.

[39] Ibid.

[40] Ibid.

[41] Ibid.

[42] Kopi luwak. Diakases pada tanggal 14 Februari 1011 dari sirus http://www.rakyataceh.com/index.php?open= view&newsid= 10950&tit= Berita%20 Utama% 20- %20Potensi%20Kopi%20Luwak%20Menjanjikan.

[43]  Ibid.

[44] Kopi luwak. Diakses pada tanggal 24 November 2010 dari situs http://nasional.kompas.com/read/2008/04/10/1714493/kopi.luwak.rp.1.juta.secangkir.

[45] Manfaat kopi luwak. Diakses pada tanggal 24 November 2010 dari situs  http://www.azk4.com/2009/02/manfaat-dan-bahaya-kopi.html.

[46] Kompas, Hidup Sehat Bagi Eksekutif Stres, Seks dan Kebugaran, (Jakarta: Kompas, 2002),  hlm. 8-9.

[47] Ibid., hal 10.

[48] Ibid., hal. 13.

[49] Ibid.,hlm. 16.

[50]  Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, Ringkasan Fiqh Lengkap, (terj. Asmuni), hlm. 1100.

[51] Ibid., hlm. 1101.

[52] Kopi. Diakses pada tanggal 26 November 2010 dari situs  http://www. wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=10426.

 

[53]Ibid.

Komentar

Postingan Populer