SKRPSI INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK) MAHASISWA GEOGRAFI
google.com, pub-8131506556461982, DIRECT, f08c47fec0942fa0
SKRPSI ANALISIS INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK) MAHASISWA GEOGRAFI
1.1. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan suatu bantuan yang diberikan orang dewasa
yang bertanggung jawab terhadap peserta didik untuk mencapai tingkat kedewasaan
baik sebagai makhluk individual maupun sosial. “Pendidikan adalah proses yang
berisi berbagai macam kegiatan yang cocok bagi individu untuk kehidupan sosialnya
dan membantu meneruskan adat dan budaya serta kelembagaan sosial dari generasi
ke generasi”. Berdasarkan kutipan tersebut, pendidikan adalah suatu proses yang
terdiri dari berbagai macam kegiatan untuk membantu kehidupan sosialnya dan
membantu meneruskan adat dan budaya dari generasi ke generasi.
Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang bersifat umum bagi setiap
manusia di muka bumi ini. Pendidikan tidak terlepas dari segala kehidupan
manusia. Dalam kondisi apapun manusia tidak dapat menolak efek dari penerapan
pendidikan. Pendidikan diambil dari kata dasar didik, yang di tambah imbuhan
yang menjadi mendidik. Mendidik berarti memelihara atau memeberi latihan
mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “pendidikan
adalah suatu usaha manusia untuk mengubah sikap dan tata laku seseorang atau
sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan
latihan”.[1]
Dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan formal, tidak
terlepas dari kurikulum, karena kurikulum itu sebagai pondasi bagi pendidikan
agar kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik. Kurikulum
merupakan “salah satu komponen yang memiliki peran penting dalam sistem
pendidikan, sebab dalam kurikulum bukan hanya dirumuskan tentang tujuan yang
harus dicapai sehingga memperjelas arah pendidikan, akan tetapi juga memberikan
pemahaman tentang pengalaman belajar yang harus dimiliki setiap siswa”.[2]
Menurut penulis, kurikulum adalah sejumlah atau sekumpulan mata
pelajaran yang harus di ikuti untuk mememnuhi tujuan pendidikan. Misalnya pada
jenjang SMA di Indonesia, ada sejumlah mata pelajaran yang harus diikuti siswa
sebagai syarat kelulusan, seperti matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris,
geografi, sosiologgi, sejarah, ekonomi, fisika, kimia, biologi dan lain-lain.
Jurusan IPS atau social studies
terdiri dari matapelajaran sosial, seperti geografi, sosiologi, sejarah dan
ekonomi. Sedangkan jurusan IPA atau natural
science terdiri dari mata pelajaran yang obyeknya tentang alam beserta
aktivitasnya, seperti fisika kimia dan biologi.
Setelah tamat dari jenjang SMA, para siswa baik dari jurusan IPS maupun
jurusan IPA, melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi yaitu perguruan
tinggi, dengan mengambil satu disiplin ilmu yang sesuai dengan minat dan bakat
para siswa guna melahirkan professional-professional yang ahli dibidangnya.
Namun ketika memilih jurusan di perguruan tinggi, para siswa dibebaskan
memilih program studi tampa dibatasi sesuai dengan jurusandi bangku SMA, atau
sering dikenal dengan sebutan lintas jurusan. Contohnya pada program studi S-1
pendidikan Geografi STKIP al-Washliyah Banda
Aceh, calon mahasiswa yang mendaftar tidak hanya dari jurusan IPS,
tetapi juga jurusan IPA. Padahal Geografi merupakan salah satu mata pelajaran
sosial yang ada pada jurusan IPS di SMA.
Oleh karena itu, peneliti mencoba untuk meneliti bagaimanakah
perbandingan Indeks Prestasi belajar mahasiswa dari jurusan IPS dan IPA yang diukur
dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Peneliti mengambil sampel mahasiswa
STKIP al-Washliyah jurusan S-1 pendidikan geografi angkatan 2010/2011 yang berasal
dari jurusan IPA dan IPS. Penelitian ini berjudul “Perbandingan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Mahasiswa dari Jurusan
IPA dan IPS di STIKIP al-Washliyah Banda Aceh jurusan S-1 Pendidikan Geografi
Angkatan 2010/2011”
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka
permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana perbandingan Indeks
Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa jurusan IPS dan IPA jurusan S-1 Geografi
pada STKIP al-Washliyah Banda Aceh angkatan 2010/2011?
2. Jelaskan faktor yang mempengaruhi
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) jurusan IPS dan IPA jurusan S-1 Geografi pada
STKIP al-Washliyah Banda Aceh angkatan 2010/2011?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut;
1. Untuk mengetahui perbandingan
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa jurusan IPS dan IPA jurusan S-1
Geografi pada STKIP Al-Washliyah Banda Aceh angkatan 2010/2011.
2. Untuk mengetahui faktor yang
mempengaruhi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) jurusan IPS dan IPA jurusan S-1
Geografi pada STKIP Al-Washliyah Banda Aceh angkatan 2010/2011.
1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat
penelitian ini antara lain:
1. Untuk mengetahui perbandingan IPK
mahasiswa dari jurusan IPS dan jurusan IPA di STKIP Al-Washliyah Banda Aceh jurusan
S-1 pendidikan Geografi.
2. Menambah pengetahuan dan wawasan kepada
berbagai pihak dan penulis sendiri
3. Sebagai acuan bagi mahasiswa baru
baik dari jurusan IPS maupun IPA dalam memilih jurusan diperguruan tinggi.
1.5. Anggapan Dasar dan Hipotesis
a. Anggapan Dasar
Anggapan dasar diperlukan sebagai pegangan umum dan merupakan
titik tolak. Sebagaimana dikatakan oleh Arikunto bahwa anggapan dasar
(postulat) merupakan “titik tolak
pemikiran yang kebenaran nya di terima oleh penyidik”.[3]
Adapun anggapan dasar dalam penelitian adalah mahasiswa dari jurusan IPS dan
IPA memiliki waktu dan kesempatan yang sama dalam mengikuti di STKIP Al-Washliyah
jurusan S-1 pendidikan Geografi.
b. Hipotesis
Hipotesis adalah anggapan atau dugaan sementara yang perlu diuji
keberannya dalam susatu penelitian ilmiah, seperti yang dikemukakan oleh
Arikunto bahwa hipotesis adalah “proporsi kondisi atau prinsip yang sementara
waktu adalah di anggap benar dan barangkali tampa keyakinan, agar ditarik suatu
konsekuensi yang logis dan dengan cara
ini diadakan pengujian tentang kebenarannya dengan menggunakan data
empiris hasil penelitian”.[4]
Adapun yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah Indeks Prestasi Kumulatif
(IPK) mahasiswa dari jurusan IPS berbeda prestasinya (lebih tinggi) dari
jurusan IPA.
1.6 Definisi Operasional
Definisi operasional atau
menguraikan beberapa definisi sebagai penjelasan istilah dalam penulisan ini
dianggap penting sehingga tidak menimbulkan pemahaman berbeda pada semua
pembaca.
a.
Indeks
Prestasi Kumulatif (IPK)
Adalah nama lain dari jumlah nilai mahasiswa secara keseluruhan
yang dihitung hingga akhir semester. Untuk nilai tiap-tiap semester atau disaat
masih satu semester disebut dengan Indeks Prestasi (IP), jika lebih dari dua
semester digabung menjadi IPK (nilai akhir yang dihitung dan dijumlah secara
keseluruhan). Dalam penelitian ini IPK dimaksud yaitu IPK mahasiswa S-1
Geografi jurusan IPA dan IPS angkatan 2010/2011.
b.
Mahasiswa
Mahasiswa disebut sebagai orang yang sedang belajar di perguruan
tinggi negeri atau swasta yang terdaftar sebagai mahasiswa yang masih aktif.
Kategori mahasiswa dalam penelitian ini adalah mahasiswa S-1 Geografi jurusan
IPS dan IPA angkatan 2010/2011.
c.
Jurusan IPA
dan IPS
Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah jurusan yang terdiri
dari tiga aspek yaitu Fisika, Biologi dan Kimia. Pada aspek Fisika IPA lebih
memfokuskan pada benda-benda tak hidup. Menurut J. Drost, “pada aspek Biologi
IPA mengkaji pada persoalan yang terkait dengan makhluk hidup serta lingkungannya,
sedangkan pada aspek Kimia IPA mempelajari gejala-gejala kimia baik yang ada
pada makhluk hidup maupun benda tak hidup yang ada di alam”. [5]
J. Drost juga menjelaskan lagi bahwa “jurusan IPS yang disebut
sebagai social studies atau kajian
tentang masyarakat”.[6]
Jurusan IPS ini memiliki kajian tentang pengajaran sejarah, geografi, ekonomi,
sosiologi, antropologi, politik-pemerintahan, dan aspek psikologi sosial yang
disederhanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
d.
Pendidikan
Geografi
Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta
persamaan, dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik, dan manusia
di atas permukaan bumi. Kata geografi
berasal dari “Bahasa
Yunani yaitu gêo (bumi), dan graphein (tulisan atau menjelaskan). Geografi
lebih dari sekedar kartografi,
studi tentang peta. Geografi tidak
hanya menjawab apa dan dimana api juga mengapa di situ, dan tidak di tempat
lainnya”.[7]
[1] Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat, (Jakarta:
Gramedia, 2012), hlm. 1437.
[2] Wina Sanjaya, Kurikulum Dan Pembelajaran: Teori Dan
Praktik Pengembangan KTSP, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010),
hlm. 23
[3] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan
Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 2005), hlm. 25
[4] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan
Praktek…, hlm. 27
[5] J. Drost, Masalah IPA dan IPS (Pendidikan:
Kegelisahan Sepanjang Zaman), (Yogyakarta: Kanisius, 2001), hlm. 46
[6] J. Drost, Masalah IPA dan IPS (Pendidikan:
Kegelisahan Sepanjang Zaman…hlm. 47
[7] Diakses melalui situs www.html.wikipedia.go.id.geografi, tanggal 2 Juli 2015


Komentar
Posting Komentar
Komentar