11 RAHASIA SUMPAH PEMUDA YANG HARUS DIKETAHUI!
11 RAHASIA SUMPAH PEMUDA YANG HARUS DIKETAHUI!
Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah
jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang
satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa
persatoean, bahasa Indonesia.
Harus diingat bahwa, Sumpah
Pemuda adalah satu peristiwa yang menjadi itikad dan kebulatan cita-cita
luhur bangsa dalam pergerakan
kemerdekaan Indonesia.
Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda"
adalah keputusan Kongres
Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta).
Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia",
"bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini
juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan
Indonesia" dan agar "disiarkan dalam berbagai surat kabar dan
dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan".[1]
Rumusan Kongres Sumpah Pemuda ditulis Moehammad
Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Mr.
Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir kongres (sebagai utusan kepanduan)
sambil berbisik kepada Soegondo, “Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih
elegan untuk keputusan Kongres ini”, yang kemudian Soegondo membubuhi
paraf setuju pada secarik kertas tersebut, kemudian diteruskan kepada
yang lain untuk paraf setuju juga.[2]
Kongres Pemuda II digelar
dengan tujuan:
1.
Melahirkan cita cita semua perkumpulan pemuda
pemuda Indonesia,
2.
Membicarakan beberapa masalah pergerakan pemuda
Indonesia,
3.
Memperkuat kesadaran kebangsaan dan memperteguh
persatuan Indonesia.
Beberapa
hal menarik dan kelebihan dari Sumpah Pemuda dan jarang diketahui oleh
masyarakat Indonesia, sehingga harus selalu dikenang adalah:
1.
Lagu “Indonesia Raya” pertama kali dinyanyikan
dalam Kongres Pemuda yang diciptakan oleh Wage Rudolf Soepratman dan
diperdengarkan, dinyanyikan pada khalayak meski saat itu masih dalam pengawasan
Kolobial Hindia Belanda,
2.
Lagu “Indonesia Raya" dinyanyikan dengan sedikit
perubahan lirik demi keamanan karena kongres diawasi oleh aparat kolonial
Hindia Belanda, dimana kata “merdeka” dihilangkan dan diganti dengan kata
“mulia”,
3.
Pertama kali melantunkan lagu "Indonesia
Raya" dalam Kongres Pemuda adalah Dolly Salim yaitu putri Haji Agus Salim,[4]
4.
Kongres Pemuda untuk mencari jalan membina
perkumpulan pemuda yang tunggal, yaitu dengan membentuk sebuah badan sentral,
5.
Kongres Pemuda untuk memajukan persatuan dan
kebangsaan Indonesia,
6.
Kongres Pemuda untuk memperkuat hubungan antara
sesama perkumpulan pemuda kebangsaan di tanah air,[5]
7.
Kongres Pemuda untuk melahirkan cita cita semua
perkumpulan pemuda pemuda Indonesia,
8.
Membicarakan beberapa masalah pergerakan pemuda
Indonesia;
9.
Memperkuat kesadaran kebangsaan dan memperteguh
persatuan Indonesia,[6]
10. Sumpah Pemuda
adalah Janji dari Pemuda untuk membangkitkan semangat Rakyat Indonesia
khususnya para pemuda-pemudi Indonesia untuk menegaskan bahwa akan terjadinya
kemerdekaan Republik Indonesia,[7]
11. Kongres Pemuda dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali, Kongres pertama kali di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng 27 Oktober 1928, Kongres kedua di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan, Minggu, 28 Oktober 1928. Kongres terakhir di gedung Indonesische Clubhuis Kramat
Baca juga:
[1] Diakses melalui https://id.wikipedia.org/wiki/ Sumpah_Pemuda#:~:
text=Sumpah%20 Pemuda% 20adalah% 20satu% 20tonggak, cita% 2Dcita% 20berdirinya%
20negara% 20Indonesia .& text= Keputusan% 20ini%20menegaskan% 20cita% 2Dcita,%2C
%20dan%20 %22bahasa%20Indonesia%22, pada tanggal 26 Oktober 2020
[2] Sugondo Djojopusito: Ke Arah Kongres Pemuda II, Media Muda Tahun I No. 6 & 7, halaman 9-11.
[3] Diakses melalui https://id.wikipedia.org/wiki/ Sumpah_Pemuda#:~:
text=Sumpah%20 Pemuda% 20adalah% 20satu% 20tonggak, cita% 2Dcita% 20berdirinya%
20negara% 20Indonesia .& text= Keputusan% 20ini%20menegaskan% 20cita% 2Dcita,%2C
%20dan%20 %22bahasa%20Indonesia%22, pada tanggal 26 Oktober 2020
[4] Sri Sudarmiyatun, 2012, Makna Sumpah Pemuda, Sri Sutjiatiningsih,
Soegondo Djojopoespito: Hasil Karya dan Pengabdiannya, 1999. Juga dikutip
dari situs https://tirto.id/fakta-fakta-menarik-sejarah-hari-sumpah-pemuda-28-oktober-1928-f6qx,
pada tanggal 26 Oktober 2020
[5]
Mardanas Safwan, 1996, Peranan
Gedung Kramat Raya 106 dalam Melahirkan Sumpah Pemuda. Juga dikutip dari situs https://tirto.id/isi-makna-sejarah-hari-sumpah-pemuda-28-oktober-1928-eku2,
pada tanggal 26 Oktober 2020
[6] Dikutip dari situs https://tirto.id/fakta-fakta-menarik-sejarah-hari-sumpah-pemuda-28-oktober-1928-f6qx,
pada tanggal 26 Oktober 2020
[7] Dikutip dari situs https://www.merdeka.com/jatim/tujuan-sumpah-pemuda-beserta-makna-dan-sejarahnya-tingkatkan-rasa-nasionalisme-kln.html?page=2,
pada tanggal 26 Oktober 2020


Komentar
Posting Komentar
Komentar