PENYEDIAAN MAINAN ANAK BALITA; TEKNIK ORANG TUA DALAM
google.com, pub-8131506556461982, DIRECT, f08c47fec0942fa0
PROPOSAL SKRIPSI
TEKNIK-TEKNIK ORANG TUA
DALAM PENYEDIAAN
MAINAN ANAK BALITA
1.1
Latar
Belakang Masalah
Setiap
insan yang membangun rumah tangga mendambakan dan menanti-nanti kehadiran anak,
selain suatu kebanggaan, anak juga diharapkan dapat menjadi penerus keturunan
bagi orang tua. Tangisan bayi yang baru lahir akan disambut dengan penuh
kegembiraan dan harapan oleh kedua orang tuanya. Ia akan ditimbang, disayang,
dilindungi dan dibesarkan.
Pada
dasarnya orang tua terutama ibu diharapkan dapat menjaga anaknya agar menjadi
orang yang berguna bagi Nusa dan Bangsa serta agama Islam khususnya. Maka dari
itu ibu diharapkan dengan sebaik-baiknya agar dapat tumbuh secara wajar.
Berbicara
masalah anak sama artinya berbicara masa depan yang gemilang. Membicarakan hari
kemudian yang penuh gemerlapnya intan permata. Karena merupakan dambaan setiap
insan yang hidup di Bumi ini. Anak pula yang bisa mengangkat harkat dan
martabat orang tua dengan segala keberhasilannya serta dapat membanggakan orang
tuanya. Oleh karena itu mendidik dan membimbing anak sedini mungkin dilakukan
hal-hal yang sebaik-baiknya, hal ini diharapkan agar anak dapat berkembang
intelektualnya, salah satu caranya membimbing anak sambil bermain dengan
menyediakan alat-alat permainan yang
efektif.
Peranan
ibu dalam penyediaan mainan anak balita sangat penting dan menentukan untuk
perkembangan si anak. Sejak anak dilahirkan untuk mencapai perkembangan
psikisnya sangat tergantung dari bimbingan orang tua khususnya peran sang ibu,
karena manusia yang pertama-tama dijumpai oleh si anak adalah ibu. Hubungan
antara ibu dan anak adalah suatu hubungan yang paling mesra di dunia ini.
Dengan demikian ibu harus dapat mendidik anak dalam mengikuti proses
perkembangan yang sewajarnya.
Dalam
meningkatkan perkembangan anak balita. Ibu mempunyai peranan yang sangat besar
terhadap penyediaan mainan anak, agar anak-anak tumbuh dan berkembang menjadi
anak yang sehat fisik maupun mentalnya, perkembangan seorang anak akan terlihat
dari penampilan dan tingkah lakunya dalam bermainan. Sewaktu bermainan setiap
aktifitas yang dilakukan secara suka rela dan terlepas dari paksaan luar atau
tekanan-tekanan.
Peranan
ibu dalam penyediaan mainan anak balita sangat penting dan menentukan untuk
perkembangan si anak. Sejak anak dilahirkan untuk mencapai perkembangan
psikisnya sangat tergantung dari bimbingan orang tua khususnya peran sang ibu,
karena manusia yang pertama-tama dijumpai oleh si anak adalah ibu. Hubungan
antara ibu dan anak adalah suatu hubungan yang paling mesra di dunia ini.
Dengan demikian ibu harus dapat mendidik anak dalam mengikuti proses
perkembangan yang sewajarnya.
Dalam
meningkatkan perkembangan anak balita. Ibu mempunyai peranan yang sangat besar
terhadap penyediaan mainan anak, agar anak-anak tumbuh dan berkembang menjadi
anak yang sehat fisik maupun mentalnya, perkembangan seorang anak akan terlihat
dari penampilan dan tingkah lakunya dalam bermainan. Sewaktu bermainan setiap
aktifitas yang dilakukan secara suka rela dan terlepas dari paksaan luar atau
tekanan-tekanan.
Menurut
Abu Ahmad (1988:73) sebagai berikut :
“Dalam bermain anak-anak penuh dengan kesibukan dan
keasyikan. Kesibukan yang dilakukan tidak beraturan sebentar-sebentar berganti
alat permainan, bagi permainan membuat kotor sesuatu, merusak sesuatu,
menjengkelkan orang lain dan sebagainya, hal itu bagi anak tidak dipikirkan,
yang penting ia melaksanakan dorongan dari alam dan melakukan
kesibukan-kesibukan yang menyenangkan dirinya”.
Dari
kutipan tersebut di atas menggambarkan bahwa walaupun kesibukan bermain
nampaknya tidak mempunyai tujuan tertentu namun tidak dapat diabaikan, karena
kesibukan bermain mempunyai faedah besar bagi pembentukan perkembangan dirinya.
Melalui
permainan anak balita lebih mudah dalam belajar, jenis-jenis permainan ada yang
bersifat aktif dan ada yang bersifat pasif. Permainan yang bersifat aktif adalah
si anak mendapatkan kesenangan dan kepuasan dari keaktifitas yang dilakukannya
seperti lari-lari, membentuk sesuatu dari balok-balok dan sebagainya. Sedangkan
permainan yang bersifat pasif adalah si anak mendapatkan dari aktifitas orang
lain seperti menonton di televisi, melihat pertandingan sepak bola, mendengar
radio dan sebagainya.
Dengan
berkembangnya kecakapan anak berarti berkembangnya daya pikir dan ingatan anak
akan sesuatu, seperti dikatakan oleh Kartini Kartono (1982:122):
“Walaupun permainan itu nampaknya tidak bertujuan,
namun ia memegang peranan yang sangat penting dalam latihan pendahuluan,
terutama pendendalian semua fungsi-fungsi rohani dan jasmani yang dikemudian
harinya akan mengarah kepada usaha yang intensional bertujuan sebagai kerja.
Dengan bermainan anak secara tidak sadar melatih segenap fungsi dan
mengendalikan diri dalam aktifitas pra kerja untuk hari-hari kemudian”.
Dari
uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa peranan bermainan bagi anak
balita sangat penting, karena dengan bermainan anak melatih diri untuk
mengembangkan kemampuan baik rohani maupun jasmani.
Dalam
hal ini ibu sebagai orang tua yang bertanggung jawab membimbing dan mengasuh
anak sesuai dengan tingkat perkembangan anak, karena peran ibu sangat penting
untuk perkembangan dan pertumbuhan anak. Ibu juga merupakan pendidik yang utama
dan pertama diperoleh anak sebelum anak-anak mengenal lingkungan yang lebih
luas lagi.
Berdasarkan
permasalahan di atas penulis sangat tertarik untuk mengadakan penelitian
tentang “Teknik-Teknik Orang Tua
Dalam Penyediaan Mainan Anak Balita”, (Suatu Penelitian Pada Orang Tua di
Kecamatan Darul Kamal Aceh Besar).
1.2
Identifikasi
Masalah
Permainan
bagi anak merupakan salah satu sarana untuk mengembangkan anak dalam seluruh
aspek kepribadiannya. Dari permasalahan yang dikemukakan maka dapat
diidentifikasikan permasalahan yang dikemukakan bahwa cara penyediaan
permainan.
Orang
tua dalam menyediakan mainan untuk anaknya ditentukan oleh pendidikan,
pengalaman, jenis dan macam merupakan masalah yang menjadi pertimbangan dalam
menyediakan mainan anak balita. Pertimbangan orang tua dalam menyediakan
mainan sangat ditentukan oleh perkembangan dan pertubuhan anak.
1.3
Batasan
dan Rumusan Masalah
Berdasarkan
identifikasi masalah, maka ditarik rumusan masalah adalah :
1.3.1. Apakah cara orang tua
menyediakan mainan anak balita sesuai dengan perkembangan anak, sehingga
penyediaan mainan dapat membentuk kecerdasan balita ?
1.3.2. Apakah jenis mainan
yang disediakan oleh orang tua sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak,
sehingga mainan anak dapat membentuk perkembangan anak balita ?
1.3.3. Apakah faktor-faktor
pertumbuhan dan faktor perkembangan anak yang mempengaruhi orang tua dalam
penyediaan mainan anak balita, sehingga orang tua akan menyediakan mainan bagi
anak-anaknya sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak ?
1.4
Tujuan
Berdasarkan
rumusan masalah tersebut di atas maka penelitian ini bertujuan:
1.4.1. Untuk mengetahui cara
orang tua menyediakan mainan anak balita sesuai dengan perkembangan anak,
sehingga penyediaan mainan dapat membentuk kecerdasan balita.
1.4.2. Untuk mengetahui jenis
mainan yang disediakan oleh orang tua sesuai dengan pertumbuhan dan
perkembangan anak, sehingga mainan anak dapat membentuk perkembangan anak
balita.
1.4.3. Untuk mengetahui
faktor-faktor pertumbuhan dan faktor perkembangan anak yang mempengaruhi orang
tua dalam penyediaan mainan anak balita, sehingga orang tua akan menyediakan
mainan bagi anak-anaknya sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak ?
1.5
Manfaat
Penelitian
1.5.1
Untuk menambah
wawasan dan pengetahuan bagi penulis serta untuk ibu-ibu dalam penyediaan
mainan anak balita.
1.5.2
Sebagai bahan
informasi pembaca khususnya orang tua dalam perkembangan ilmu pengetahuan
tentang mainan anak balita.
1.5.3. Sebagai bahan rujukan
bagi peneliti selanjutnya yang meneliti sama atau hampir sama dengan masalah
ini

Komentar
Posting Komentar
Komentar