CONTOH METODE PENELITIAN PTK

 


CONTOH BAB III PTK

METODOLOGI PENELITIAN

 

Sebagai penelitian tindakan kelas (action research), tentu saja sifatnya memecahkan masalah pada pembelajaran di dalam kelas. Mengingat penelitian sebagai field risearch, maka dapat digolongkan sebagai penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik/metode pembelajaran diterapkan di dalam kelas dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai.

 

A.    Tempat, Waktu dan Subyek Penelitian

1.    Tempat Penelitian

Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini bertempat di SD Negeri Seulimuem pada kelas II semester I tahun 2010.

2.     Waktu Penelitian

Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau saat penelitian ini dilangsungkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari semester ganjil tahun pelajaran 2010.

3.    Subyek Penelitian

Subyek penelitian adalah siswa-siswi kelas II SD Negeri Seulimuem pada pokok bahasan/materi menulis.

 

B.    Rancangan Penelitian

                Sebagaimana disebutkan dahulu, penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Muhlis (2003: 5) PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat sistematis reflektif oleh pelaku tindakan untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan. Adapun tujuan utama dari PTK adalah untuk memperbaiki/meningkatkan pratek pembelajaran secara berkesinambungan, sedangkan tujuan penyertaannya adalah menumbuhkan budaya meneliti di kalangan guru (Arikunto, 2003: 85). Di sisi lain tujuan ini untuk mendapatkan suasana yang kondusif dan efektif dalam belajar.

                Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan, maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Taggart  dalam Maleong (1997: 16), menyebutnya yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Langkah pada siklus berikutnya adalah perncanaan yang sudah direvisi, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sebelum masuk pada siklus 1 dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi permasalahan.

                Siklus spiral dari tahap-tahap penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar Alur PTK

Keterangan/penjelasan alur di atas adalah:

1.       Rancangan/rencana awal, sebelum mengadakan penelitian peneliti menyusun rumusan masalah, tujuan dan membuat rencana tindakan, termasuk di dalamnya instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran.

2.       Kegiatan dan pengamatan, meliputi tindakan yang dilakukan oleh peneliti sebagai upaya membangun pemahaman konsep siswa serta mengamati hasil atau dampak dari diterapkannya metode pembelajaran  pengajaran terarah melalui kegiatan menulis  dengan menggunakan metode PAKEM..

3.       Refleksi, peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan berdasarkan lembar pengamatan yang diisi oleh pengamat.

4.       Rancangan/rencana yang direvisi, berdasarkan hasil refleksi dari pengamat membuat rancangan yang direvisi untuk dilaksanakan pada siklus berikutnya.

 

            Observasi dibagi dalam tiga putaran, yaitu putaran 1, 2 dan 3, dimana masing putaran dikenai perlakuan yang sama (alur kegiatan yang sama) dan membahas satu sub pokok bahasan yang diakhiri dengan tes formatif di akhir masing putaran. Dibuat dalam tiga putaran dimaksudkan untuk memperbaiki sistem pengajaran yang telah dilaksanakan.

 

C.    Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari:

1.    Silabus

Yaitu seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran pengelolahan kelas, serta penilaian prestasi belajar melalui hasil belajar yang diperoleh oleh siswa.

 

2.     Rencana Pelajaran (RP)

Yaitu merupakan perangkat pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman guru dalam mengajar dan disusun untuk tiap putaran. Masing-masing RP berisi kompetensi dasar, indikator pencapaian hasil belajar, tujuan pembelajaran khusus, dan kegiatan belajar mengajar.

 

3.     Tes formatif

Tes ini disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menulis pada belajaran  bahasa Indonesia, pokok materi menulis.

 

D.    Kriteria Penilaian

                Untuk mempermudah evaluasi terhadap upaya meningkatkan hasil belajar siswa, perlu dirumuskan kriteria penilaian sebagai berikut:

1.       Kategori benar semua

2.       Kategori benar sebagian

3.       Kategori salah semua

 

                Prosentase dan jumlah kategori 1 dan 2 menunjukkan tingkat keberhasilan pembelajaran. Kriteria ini diberikan karena pertimbangan bahwa menulis sesuai dengan isi pokok bahasan dengan mengunakan tata bahasa yang baik dan benar merupakan pekerjaan yang sulit dicapai kesempurnaannya.

                Untuk ketuntasan belajar ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan secara klasikal. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar mengajar kurikulum 1994 (Depdikbud, 1994), yaitu seorang siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai skor 65% atau nilai 65, dan kelas disebut tuntas belajar bila di kelas tersebut terdapat 85% yang telah mencapai daya serap lebih dari atau sama dengan 65%. Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar digunakan rumus sebagai berikut:

 

               

Komentar

Postingan Populer