Presiden Prancis Hina Islam, Ini Akibatnya



Ini Akibat Presiden Prancis Hina Islam

 

Presiden Prancis Emmanuel Macron, menjadi  sorotan diberbagai belahan dunia tidak saja dari kalangan muslim, umat kristen di beberapa negara juga ikut bereaksi. Emmanuel Macron terang-terangan menghina dan melontarkan kata-kata tidak senonoh pada umat Islam.

Baca : Emmanuel Macron: Beberapa Keanehannya

Dikutip dari fixindonesia.pikiranrakyat.com (28/10/2020) alasan kuat Macron, menghina Islam lantaran adanya pemenggalan pada salah seorang guru sejarah di Prancis pada Jum’at 16 September lalu. Pembunuhan ini dipicu oleh tindakan guru yang telah menampilkan karikatur Nabi Muhammad SAW, kepada muridnya.

Menurut tirto.id (20/10/2020) peristiwa pemenggalan pada seorang guru tersebut terjadi di luar sekolah, yang dipicu oleh sikap seorang guru yang secara terang-terangan memperlihatkan karikatur Nabi Muhammad SAW, pada murid-muridnya dan tentunya karikatur tersebut menjadi pembicaraan hangat dan bahan perolok-olokan bagi siswa hingga menyebar di luar sekolah.

Menurut informasi, “tewasnya seorang guru sejarah itu dibunuh oleh siswanya sendiri”. Pelakunya seorang ekstremis asal Chehnya berusia 18 tahun. Seperti dikutip dari bagikanberita.pikiran.rakyat.com (30/10/2020)

Menurut Macron, sikap seorang guru dalam memperlihatkan karikatur Nabi Muhammad SAW, pada muridnya adalah sebagai kebebasan berekspresi dan kepercayaan, sehingga tindakan seorang guru tersebut dianggap olehnya suatu yang benar dan lumrah. Menurutnya lagi, guru tersebut mengajarkan kebebasan berekspresi dan kepercayaan bagi murid sehingga tidak harus dilarang.

Dia tidak tahu bahwa dalam Islam perbuatan itu dilarang keras dan dianggap telah keluar dari agama Islam (murtad) bagi yang melakukannya.

Dalam pemberitaannya isubogor.pikiranrakyat.com (30/10/2020) hal itulah sebabnya kenapa Macron, bersikeras dan ngotot dalam melakukan pembelakaannya pada Charlie Hebdo (majalah Prancis yang menerbitkan informasinya berbentuk karikatur dan cenderung kontroversi) yang secara terang-terangan telah menghina dan melukai hati umat Islam.

Baca : Charlie Hebdo dan Kontroversinya

Sepertinya Macron,  tidak paham bahwa kebebasan dan berekspresi itu dibenarkan sejauh tidak menimbulkan keresahan dan tidak melukai perasaan semua orang. Umumnya pemimpin dan petinggi-petinggi negara di dunia non muslim justru mengajak saling menghargai perihal kebebasan beragama.

Akibat menghina Islam, ini dia dampak yang dialami oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron:

1.    Akibat sikapnya secara langsung (1) telah menghina menista Rasulullah SAW, sebagai utusan Allah SWT, untuk umat manusia di permukaan alam semesta ini, (2) menghina Agama Islam dan (3) telah melukai hati umat Islam

2.    Kini, akibat sikap kerasnya mendukung majalah Charlie Hebdo untuk menerbit dan mencetak karikatur Nabi Muhammad SAW, dan sikapnya yang anti Islam, banyak warganya di berbagai dunia Muslim mendapat serangan, namun ia tetap ngotot dan terus membela kebebasan berekspresi dan berpendapat termasuk Charlie Hebdo.

3.    Recep Tayyib Endorgan, juga mengecam Macron dalam Reuters “Orang berwenang di Prancis telah tersesat”. Seperti dikutip dari news.detik.com (28/10/2020). Seperti dikutip dari wartakepri.co.id (28/10/2020), “Kesehatan mental Macron perlu diperiksa”, kata Endorgan.

4.    Persiden Brasil Jail Bolsonaro, mengatakan pada Macron “Jangan pernah mempermalukan pria, haha”. Seperti dilansir kompas.com (29/10/2020). Sindiran ini memang sudah jelas diplesetkan atau ejekan pada istri Presiden Prancis Brigitte Macron (merupakan guru sastra Macron  saat di SMA) yang lebih tua dari Macron 25 tahun. Bolsonaro membandingkan dengan istrinya sebagai ibu negara Brasil Michelle Bolsonaro yang masih muda dibandingkan istri Macron. Kata-kata itu sontak membuat Macron marah, “Dia (Bolsonaro, pen) membuat komentar yang luar biasa, menghina istri saya”, ucap Macron.    

5.    Dilansir dari The Guardian dikutip dari lingkarmadiun.com (29/102020), Aktivis Iran Mohammad Reza Vahidzade mengatakan, “Dukungan Macron untuk kartun itu (karikatur Nabi Muhammad SAW, pen) Munafik”.

6.    Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah memanggil Dubes Prancis Olivier Chambard pada (27/10/2020), namun Olivier belum memberikan respon atas kecaman Indonesia terkait sikap Macron.

7.    Kementerian Luar Negeri Maroko mengeluarkan sebuah pernyataan dalam sebuah publikasi terkait karikatur yang menghina Nabi Muhammad SAW, bahwa “Sikap Macron tersebut benar-benar mencerminkan tidak kedewasaan perilakunya”. Seperti dikutip Ringtime Bali.pikiran.rakyat.com (26/10/2020).

8.    Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, menulis di twitter-nya “Macron telah menyerang dan melukai sentimen jutaan Muslim Eropa dan di seluruh dunia”. Dilansir dari AFP (26/10/2020) dan news.detik.com (28/10/2020).

9.    Ustaz Abdul Somad, memberikan reaksi dengan mengunggah Journal al-Azhar di Instagramnya berjudul “Al-Azhar Tegas Tolak Negosiasi Prancis”, hal ini terkait Dubes Prancis memohon kepada Grand Syaikh Al-Azhar Ahmad Thayyib, agar membantu menghentikan gelombang boikot produk Prancis. Permohonan itu ditolak dan menjawab “Kami tidak menerima negosiasi terkait kasus penghinaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan Macron harus segera meminta maaf”.

10. Syaikh Ali Jum’ah Grand Mufti yang bermazhab Syafi’i dan aqidah Asy’ari, mengatakan “Orang yang menggambar dan menistakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah orang dungu anaknya orang dungu dan orangtua telah gagal mendidiknya”.

Baca : Biografi Syekh Ali Jum'ah

11. Sejumlah negara Muslim di Timut Tengah seperti Arab, Saudi, Kuwait, Qatar, Aljazair, Sudan, Palestina dan Maroko, juga MUI Indonesia telah menyerukan dan menyerukan untuk memboikot semua produk  Prancis seperti, Hermes, Garnier, Danone dan lain-lainnya.  

Baca : Jenis-jenis Produk Prancis yang Beredar di Indonesia

 

Komentar

Postingan Populer