Ini dia Indikator Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, Layak Dinobatkan sebagai Pemimpin Visioner Aceh
Ini dia Indikator Bupati Aceh
Besar Mawardi Ali, Layak Dinobatkan sebagai Pemimpin Visioner Aceh
Nama
lengkapnya adalah Ir. H Mawardi Ali, Kelahiran di Desa Siem Kecamatan
Darussalam Kebupaten Aceh Besar, Aceh pada 2 Januari 1969, lebih kurang kini
sudah mencapai usia 51 Tahun.
Selain
pernah menjabat Anggota DPRK Aceh Besar selama 2 periode berturut-turut (1999-2009),
juga terpilih sebagai anggota DPRA selama 2 periode. Hanya periode pertama (2009-2014)
penuh masa baktinya sebagai anggota DPRA, periode kedua terpilih lagi, namun
hanya setengah periode tugas selanjutnya mencalon diri sebagai Bupati Aceh
Besar dan terpilih, pada 10 Juli 2017 Gubernur Aceh melantiknya untuk periode
kepemimpinan 2017 sampai 2022.
Terhitung
sejak 10 Juli 2017, periode tugas sebagai Bupati Aceh Besar sampai 2020, ada banyak
keberhasilan yang telah dilakukannya sebagai wujud dari visi dan misinya,
sehingga President Asia Global Council
Singapura menobatkan sebagai PEMIMPIN VISIONER, yang artinya kriteria orang yang memiliki wawasan untuk kemajuan masa depan
atau dapat juga disebut sebagai orang yang memiliki kemampuan dalam
memanfaatkan pemabngunan dan kemajuan masa depan.
Apa ciri-cirinya pemimpin visioner itu?
- Mampu merumuskan dan menjual visi serta mengelola organisasi secara
profesional.
- Mendapatkan respek dan kepercayaan dari anggota kelompok untuk
merealisasikan perencanaan.
- Memiliki integritas, kompetensi, konsistensi, loyal, dan terbuka.
- Mengarahkan ego dan kepentingan individu serta kelompok demi
merealisasikan visi organisasi.
- Memiliki human skill terutama dalam usaha
untuk memecahkan konflik antar anggota serta memiliki kemampuan
menyampaikan maksud secara terstruktur dan masuk akal.[1]
Ini dia Indikator Mawardi Ali Layak Dinobatkan sebagai Pemimpin
Visioner Aceh oleh President Asia Global
Council Singapura pada 23/10/2020 di Harris Hotel & Residence Sunset
Road Bali:
1.
Pemerintah
Aceh Besar meluncurkan program Aceh Besar Sejahtera (Pro Abes) dan dilaunching
pada Rabu 15/8/2018. Dalam program itu, setiap kelaurga menerima bantuan langsung
tunai (BLT) Rp 1,8 juta per tahun. Hal ini sebagai langkah mensinergikan
penanggulangan kemiskinan lintas sektor dan terintegrasi dengan program
nasional yaitu Program Keluarga Harapan (PKH).
2.
Berhasilnya pelaksanaan pembangunan Veneu
(stadion mini) PORA-XIII 2018 serta insfrastruktur pendukung lainnya lainnya,
rampung tepat waktu dan pembukaannya sesuai jadwal, 18 Nopember 2018
3.
Kabupaten Aceh Besar meraih prestasi peringkat pertama Indeks Ketahanan
Pangan (IKP) se-Kabupaten di Provinsi Aceh sehingga mendulang peringkat ke 73 secara
nasional.
4.
Menerima
Penghargaan atas Komitmennya mendukung tercapainya Universal Healt Coverage (UNHC) program JKN/KIS lebih awal pada
2018
5.
Penghargaan
WTP yang ke enam kali terhadap Kewajaran Laporan Keuangan Pemerintah tahun 2017
6.
Meraih opini
Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke 7 (tujuh) atas Laporan Keuangan Pemerintah
Daerah (LKPD) tahun 2018 yang merupakan perolehan ketujuh kali yang diterima
secara berturut-turut
7.
Penghargaan
dari MURI menambal jalan raya dalam sehari 2017
8. Pengadaan Kapal Penumpang Ule
Lheu – Pulo Aceh
9.
Penghargaan WTP
yang ke-8 diberikan langsung oleh Kepala BPK Aceh atas atas Laporan Keuangan
Pemerintah Daerah (LKPD)
10.
Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang
menyentuh langsung dengan masyarakat bawah yang menjadi tulang punggung
pergerakan sekonomi dalam pemberantasan kemisikinan.
11.
Kerja keras dalam mencetak sawah baru untuk mempertahankan predikat
daerah swasembada beras dan komoditas lainnya secara nasional.
12.
Pengelolaan
sampah
13.
Penertiban
galian C sebagai itikad dalam mengelola sumber daya alam yang ramah lingkungan
dan untuk kelestarian alam
14.
Mendapatkan reward dari Pemerintah Aceh dan
Pemerintah Pusat yang tidak sedikit jumlahnya dalam berbagai bidang dan programnya.






Komentar
Posting Komentar
Komentar