7 HIKMAH PERAYAAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW DAN 4 NILAI PENTING SERTA 16 NEGARA MENFATWAKANNYA

 




7 HIKMAH PERAYAAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW DAN 4 NILAI PENTING

 Maulid Nabi adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah.

Secara harfiah, peringatan ini sebagai wujud kegembiraan dan penghormatan kepada Rasulullah SAW dengan berbagai bentuk kegiatan seperti pembacaan Shalawat Nabi.

Nilai dari peringatan Maulid Nabi SAW, yaitu:

1.  Nilai kenikmatan, yaitu nilai yang mengenakkan atau tidak mengenakkan, yang berkaitan dengan indra manusia yang menyebabkan manusia senang atau menderita.

2.     Nilai kehidupan, yaitu nilai yang penting bagi kehidupan.

3.  Nilai kejiwaan, yaitu nilai yang tidak tergantungpada keadaan jasmani maupun lingkungan.

4.     Nilai kerohanian, yaitu moralitas nilai dari yang suci dan tidak suci.[1]

 

Berbicara perihal Maulid Nabi, ada banyak nilai-nilai yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan masyarakat, selain sebagai rasa syukur atas kelahiran Rasulullah SAW, juga sebagai upaya mengukuhkan komitmen pada baginda Rasul bahwa umat juga siap melaksankan tugas mulia untuk Umat dan Agama Islam. 

Beberapa hikmah yang harus diketahui dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yaitu:

1.     Perayaan Maulid Nabi dapat meneguhkan kembali kecintaan kepada Rasulullah SAW. Kecintaan pada Rasulullah SAWmenjadi  sebuah keniscayaan, gambaran dari keimanan, yang harus berada di atas kecintaan pada anak dan isteri, kecintaan terhadap harta, kedudukannya, bahkan kecintaannya terhadap dirinya sendiri,

2.     Meneladani perilaku dan perbuatan mulia Rasulullah SAW dalam setiap gerak kehidupan kita,

3.     Melestarikan dan memperkuat kembali ajaran dan misi perjuangan Rasulullah, dan juga para Nabi bagi kehidupan manusia,

4.     Dapat meneladani Nabi Muhammad SAW sebagai sosok manusia sakral yang merupakan utusan Allah bagi segenap umat manusia,

5.     Secara sosial-politik, Rasulullah SAW,  dipahami sebagai sosok politikus andal,  sosok pemimpin yang adil, egaliter, toleran, humanis, serta non-diskriminatif dan hegemonik, yang kemudian mampu membawa tatanan masyarakat sosial Arab menuju suatu tatanan masyarakat sosial yang sejahtera dan tentram.

6.     Perayaan maulid dapat memotivasi masyarakat dalam melestarikan budaya dan syi’ar Islami.

7.     Perayaan maulid Nabi dapat dijadikan sebagai suplemen yang akan menggugah semangat serta sebagai pondasi yang akan memperkokoh bangunan ukhuwah masyarakat yang diwujudkan dalam sebuah kebersamaan.[2]

 


Ini dia 16 negara muslim yang memfatwakan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, yaitu:

1. Negara Sudan 

2. Negara Mesir 

3. Negara Emirat 

4. Negara Jordan 

5. Negara Kuwait 

6. Negara Palestina 

7. Negara Tunis 

8. Negara Maroko 

9. Negara Suriah 

10. Negara Lebanon 

11. Negara Al-jazair 

12. Negara Oman 

13. Negara Bahrain 

14. Negara Indonesia 

15. Negara Malaysia 

16. Negara Mauritania

 


 



[1] Mushohihul Hasan, M.Pd.I, Nilai nilai Pendidikan Islam dalam Maulid Nabi Muhammad SAW, [Jurnal] Al-Insyirah, Vol. 1 Tahun 2015, hlm. 193. Juga dalam Tim Pengembang Ilmu Pendidikan, 2009, Ilmu dan Aplikasi Pendidikan Bagian III, Imtima, Bandung, hlm. 52

[2] Mushohihul Hasan, M.Pd.I, Nilai Nilai Pendidikan Islam..., hlm. 197-221


Komentar

Postingan Populer