7 HIKMAH PERAYAAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW DAN 4 NILAI PENTING SERTA 16 NEGARA MENFATWAKANNYA
7 HIKMAH PERAYAAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW DAN 4 NILAI PENTING
Secara harfiah, peringatan ini sebagai wujud kegembiraan dan
penghormatan kepada Rasulullah SAW dengan berbagai bentuk kegiatan seperti
pembacaan Shalawat Nabi.
Nilai dari
peringatan Maulid Nabi SAW, yaitu:
1. Nilai kenikmatan, yaitu nilai yang
mengenakkan atau tidak mengenakkan, yang berkaitan dengan indra manusia yang
menyebabkan manusia senang atau menderita.
2. Nilai kehidupan, yaitu nilai yang
penting bagi kehidupan.
3. Nilai kejiwaan, yaitu nilai yang
tidak tergantungpada keadaan jasmani maupun lingkungan.
4. Nilai kerohanian, yaitu moralitas
nilai dari yang suci dan tidak suci.[1]
Berbicara perihal Maulid Nabi, ada banyak nilai-nilai yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan masyarakat, selain sebagai rasa syukur atas kelahiran Rasulullah SAW, juga sebagai upaya mengukuhkan komitmen pada baginda Rasul bahwa umat juga siap melaksankan tugas mulia untuk Umat dan Agama Islam.
Beberapa hikmah yang harus diketahui dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yaitu:
1. Perayaan
Maulid Nabi dapat meneguhkan kembali kecintaan kepada Rasulullah SAW. Kecintaan
pada Rasulullah SAWmenjadi sebuah keniscayaan, gambaran dari
keimanan, yang harus berada di atas kecintaan pada anak dan isteri, kecintaan
terhadap harta, kedudukannya, bahkan kecintaannya terhadap dirinya sendiri,
2. Meneladani
perilaku dan perbuatan mulia Rasulullah SAW dalam setiap gerak kehidupan kita,
3. Melestarikan
dan memperkuat kembali ajaran dan misi perjuangan Rasulullah, dan juga para
Nabi bagi kehidupan manusia,
4. Dapat
meneladani Nabi Muhammad SAW sebagai sosok manusia sakral yang merupakan utusan
Allah bagi segenap umat manusia,
5. Secara
sosial-politik, Rasulullah SAW, dipahami sebagai sosok politikus
andal, sosok pemimpin yang adil, egaliter, toleran, humanis, serta
non-diskriminatif dan hegemonik, yang kemudian mampu membawa tatanan masyarakat
sosial Arab menuju suatu tatanan masyarakat sosial yang sejahtera dan tentram.
6. Perayaan
maulid dapat memotivasi masyarakat dalam melestarikan budaya dan syi’ar Islami.
7. Perayaan maulid Nabi dapat dijadikan sebagai suplemen yang akan menggugah semangat serta sebagai pondasi yang akan memperkokoh bangunan ukhuwah masyarakat yang diwujudkan dalam sebuah kebersamaan.[2]
Ini
dia 16 negara muslim yang memfatwakan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, yaitu:
1. Negara Sudan
2. Negara Mesir
3. Negara Emirat
4. Negara Jordan
5. Negara Kuwait
6. Negara Palestina
7. Negara Tunis
8. Negara Maroko
9. Negara Suriah
10. Negara Lebanon
11. Negara Al-jazair
12. Negara Oman
13. Negara Bahrain
14. Negara Indonesia
15. Negara Malaysia
16. Negara Mauritania
[1] Mushohihul
Hasan, M.Pd.I, Nilai nilai Pendidikan Islam dalam Maulid Nabi Muhammad SAW, [Jurnal] Al-Insyirah, Vol. 1 Tahun 2015,
hlm. 193. Juga dalam Tim Pengembang Ilmu Pendidikan, 2009, Ilmu dan Aplikasi
Pendidikan Bagian III, Imtima, Bandung, hlm. 52
[2] Mushohihul Hasan, M.Pd.I, Nilai Nilai Pendidikan Islam..., hlm. 197-221





Komentar
Posting Komentar
Komentar