SKRIPSI IMPLEMENTASI PROGRAM JAMINAN KESEHATAN
CONTOH PRPOSAL SKRIPSI
TENTANG
IMPLEMENTASI PROGRAM JAMINAN KESEHATAN RAKYAT
ACEH (JKRA) PADA MASYARAKAT MISKIN
A. Latar Belakang
Program pemerintah melalui visi “Indonesia
sehat” merupakan amanah Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Program tersebut diharapkan dapat memberi
hasil yang nyata, status kesehatan masyarakat dapat meningkat, menurunnya angka
kematian bayi, ibu, meningkatnya status gizi masyarakat dan umur harapan hidup
(Kepmenkes, 2004).
Di Aceh dalam membentuk kehidupan masyarakat yang sehat ternyata
memiliki inspirasi lebih besar dibandingkan rencana/program pusat, dimana
dukungan tersebut tidak saja pada sistem berobat gratis, biaya transportasi
untuk masyarakat miskin yang tergolong jauh juga dibiayai. Tindakan mulia ini
terus berlangsung di Aceh hingga saat ini. Terlebih adanya alokasi dana migas
dari pusat menjadi peluang besar dalam mewujudkan cita-cita luhur tersebut.
Program masyarakat sehat melalui pembebasan biaya berobat (gratis)
pada Pukesmas dan Rumah Sakit yang dilakukan oleh pemerintah Aceh awalnya
diberi nama Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), pada tahun 2013 nama tersebut diubah
menjadi Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKRA). Keduanya (JKA-JKRA) adalah
turunan dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang memiliki beberapa
perbedaan dan kelebihan.
Program Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh ini merupakan strategi
reformasi sistem pembiayaan pelayanan kesehatan di Aceh (M. Yani (2012). Dengan
strata sosial praktis dibebaskan dari beban finansial saat mengakses fasilitas
pelayanan kesehatan di Pukesmas/Rumah Sakit rujukan dalam dan luar Aceh hingga
dengan pembebasan biaya transportasi. Program JKRA ini mulai diberlakukan pada 1
Januari 2014 oleh pemerintah Aceh yang bekerjasama dengan PT. Askes (Persero).
Program demikian tampak semakin terjamin hak-hak hidup sehat yang dimiliki oleh
masyarakat Aceh terutama masyarakat miskin.
Meski program JKRA ini melibatkan banyak pihak yang
berkompeten, namun tidak seutuhnya dapat berjalan sesuai harapan sebagaimana
diharapkan. Hal ini besar kemungkinan dipengaruhi oleh sistem manajemen dan
birokrasi itu sendiri yang cenderung kurang tepat, terutama pengendalian
manajemen. Menurut Amin Widjaya (2006: 6) perlunya sistem pengedalian manjemen
dimaksud yaitu kepengurusan organisasi yang memiliki (1) penentuan
sasaran yang jelas untuk performa aktivitas atau fungsi yang membantu
mengarahkan, (2) menentukan standar performa untuk setiap sasaran, (3) perlu
adanya pemonitoran, (4) adanya review agar
dapat membandingkan aktual dengan yang direncanakan. Adanya strategi yang di
atur oleh Amin Widjaya ini untuk menjamin berlangsungnya program secara baik
dan mencapai hasil yang diinginkan.
Sepanjang perjalanan hingga saat ini program JKA hingga JKRA ternyata
masih menyisakan masalah yang terkesan sulit diselesaikan, persoalan-persoalan
yang muncul bebarengan dengan program tersebut lamban penyelesaian. Antrean panjang
pasien tunggu hingga berbulan di RSU. Zainoel Abidin (Serambi, 9/6/2013)
menjadi sebuah kenyataan penting bahwa program berobat gratis masih terkesan
lamban. Terlebih Pukesmas yang ada pada setiap kecamatan di Aceh, aspek
pelayanan dan konseling juga masih rendah. Salah satunya Pukesmas Ingin Jaya
Aceh Besar
Mengenai impelementasi program JKRA di Pukesmas dimaksud
banyak hal yang perlu mendapat perhatian dan penanganan agar pelayanan
kesehatan dapat terlaksana tanpa dirugikan pihak lain. Beberapa hal dimaksud
dirangkum dalam aspek implementasi program JKRA yaitu, (1) masih adanya pasien
yang kurang dipedulikan/kurang mendapat perhatian dalam pelayanan,pasien rawat
inap dan pasien rawat jalan, (2) masih adanya jam tugas para petugas kesehatan
yang molor dikarenakan keterlambatan masuk dan cenderung di luar disaat
dibutuhkan, (3) konseling (bimbingan dan preventif) terhadap kesehatan terkesan
tidak merata dan cenderung dikotomi antara pasien miskin dengan pasien menengah
ke atas.
Untuk uaraian lebih lanjut terhadap implementasi
pelayanan JKRA pada pasien miskin maka judul yang diangkat dalam tulisan ini
adalah, ”Implementasi Program Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKRA) pada Pasien Miskin di Puskemas Ingin
Jaya”.
B. Pokok Permasalahan
Berdasarkan permasalahan
di atas, yang menjadi rumusan dalam penelitian ini adalah
bagaimanakah implementasi program Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKRA) di
Puskesmas Ingin Jaya Aceh Besar?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan
masalah yang diangkat maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan
menjelaskan implementasi program Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh
(JKRA) di Puskesmas Ingin Jaya Aceh Besar.
D. Metodelogi Penelitian
1. Lokasi,
Objek dan Ruang Lingkup Penelitian
Lokasi penelitian di Pukesmas Ingin
Jaya Aceh Besar, mengingat lokasi ini masih perlu mendapatkan perhatian dan
peningkatan untuk menjadi pelayanan JKRA menjadi lebih baik. Kecamatan Ingin
Jaya adalah Abdullah S.Sos, luas wilayah kecamatan Ingin Jaya adalah 73,68 Km,
jumlah penduduk 30.180. di Kecamatan Ingin Jaya memiliki desa dan dusun lebih
kurang sebanyak 50. Objek penelitian dalam kajian ini adalah pasien miskin dan
perawat yang bekerja di Puskesmas Ingin Jaya Aceh Besar. Sementara ruang
lingkup penelitian ini yaitu implementasi program JKRA di Pukesmas Ingin Jaya.
2. Pendekatan
Penelitian
Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif, mengumpulkan data berupa uraian yang kaya
akan deskripsi tentang efektivitas program
jaminan kesehatan (JKRA) terhadap pelayanan kesehatan masyarakat miskin di Puskesmas
Ingin Jaya dan aspek-aspek lainnya yang peneliti peroleh melalui
observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk itu peneliti menggunakan pendekatan
penelitian dengan metode kualitatif.
Hasil penelitian
ini lebih cenderung dalam bentuk kata-kata, analisisnya berupa suatu uraian
atau naratif dokumentasi. Hasil penelitian ini
lebih menekankan perhatian kepada proses, tidak semata-mata pada hasil.
3. Informan Penelitian
Populasi adalah keseluruhan informan yang ada dalam penelitian, yaitu
seluruh dokter, perawat yang ada di pukesmas Ingin Jaya. Sementara sampel dalam
penelitian ini yaitu;
1.
Kepala Pukesmas Ingin Jaya dr. Syarifah Rianingsih,
2.
Seorang dokter umum dr. Syafrizal,
3.
Dua orang perawat Roslia, Amd dan Mirna Sucilawati, Amd,
4.
Lima orang pasien JKRA
5. Tehnik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilaksanakan dengan
cara menganalisis terhadap hasil
penelitian yang diperoleh yang berkenaan dengan efektivitas pelayanan program
JKRA di Pukesmas. Tehnik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu;
1.
Observasi,
melihat lebih jelas terhadap kebutuhan dan permasalahan di lapangan.
2.
Wawancara secara lisan
untuk dan tatap muka kepada responen sebagai sampel.
3.
Metode dokumentasi yaitu
memperoleh
data melalui profil, arsip, catatan, fhoto/gambar dan lainnya.
5. Tehnik Analisis Data
Tehnik pengolahan
data dan penafsiran data tersebut dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
1. Reduksi data; pada tahap ini data yang sudah terkumpul
diolah dengan tujuan untuk menemukan hal-hal pokok dalam menganalisis pelayanan
yang dilakukan terhadap program JKRA.
2. Display data; pada tahap ini peneliti membuat rangkuman temuan penelitian
secara sistematis agar hasil penelitian fokus. Melalui rangkuman/kesimpulan data tersebut
diberi makna yang relevan dengan fokus penelitian.
3. Verifikasi data; dalam kegiatan ini penulis melakukan pengujian atau kesimpulan yang telah diambil dan membandingkan dengan teori-teori yang relevan
serta petunjuk dengan data awal melalui kegiatan member
cheek, sehingga akan menghasilkan suatu penelitian yang bermakna.

Komentar
Posting Komentar
Komentar