SKRIPSI MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI MENGARANG METODE DEMONSTRASI

 

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI MENGARANG DENGAN

METODE DEMONSTRASI

 

 

Contoh Proposal untuk PTK dan Skripsi

 

A. Latar Belakang Masalah

Berbagai cara yang telah dilaksanakan oleh guru dalam upaya meningkatkan kemampuan berbahasa pada siswa tidaklah sedikit. Antara lain memberi tugas di rumah (PR) dalam bentuk portofolio maupun bentuk tugas proyek lainnya. Namun hal itu ternyata masih kurang dapat meningkatkan bakat maupun minat pada siswa didik untuk gemar membaca dan menulis. 

Pada Kurikulum Berbasis Kompetensi, awal dimulainya kurikulum yang  menitikberatkan pada peningkatan dan pengembangan terhadap kemampuan bakat siswa, setiap individu siswa pasti ada kelebihan, bahkan juga kekurangan. Hal ini tentu saja kita kembali kepada fitrahnya manusia yang tidak terlepas dari kelebihan dan kekurangan. Atas dasar kekurangan dan kelebihan inilah semua orang memerlukan orang lain. Namun dalam hal ini, sebagai stakeholders tentu dituntut peka terhadap kondisi dan perkembangan siswa, yang pada gilirannya nanti bakat dan minat yang dimiliki siswa (peserta didik) dapat diasah untuk menjadi nilai lebih dalam diri siswa.

Pekerjaan mulia ini tidak sembarangan bisa dilakukan, apalagi pada siswa yang notabennya masih dikategorikan sebagai individu yang masih labil, yang sangat sensitif terhadap pola asuh/bimbingan dan didikan yang diberikan oleh guru. Bila bimbingan atau didikan menurutnya tidak cocok kemungkinan menolaknya dengan cara menangis, begitulah keadaan anak-anak. Maka itu mewujudkan tujuan dan indikator dari suatu materi yang akan diajarkan pada siswa, tidak semua orang bisa melakukannya, hanya mereka yang memiliki keterampilan mendidik yang kemungkinan mampu melewatinya sehingga terwujud tujuan yang akan dicapai dalam pendidikan.

Persoalan di atas juga memiliki kesamaan terhadap belajar Bahasa Indonesia dalam materi mengarang. Artinya, materi mengarang ini memerlukan cara dan upaya yang efektif untuk mencapainya dan pekerjaan ini tidak semua orang bisa melakukannya. Maka itu,  Djamarah (2006: 21) kembali mengingatkan bahwa syarat agar proses belajar-mengajar dapat berlangsung secara efektif yaitu:

  1. Guru harus mempunyai pegangan kuat tentang mengajar dan dasar-dasar teori belajar,
  2. Guru harus dapat mengembangkan sistem pengajaran,
  3. Guru harus mampu melakukan proses belajar-mengajar yang efektif sesuai dengan kurikulum, dan
  4. Guru harus mampu melaksanakan penilaian hasil belajar sebagai dasar umpan balik bagi seluruh proses yang ditempuh.

 

Keterampilan mengarang berkaitan erat dengan kegiatan membaca. Seseorang tidak memungkinkan dapat mengarang bila kurang membaca. Maka itu, langkah tepatnya untuk membentuk siswa yang memiliki semangat mengarang harus diupayakan agar mampu membaca. Kegiatan belajar mengarang ini, tidak bisa disamakan dengan kegiatan belajar lainnya. Cakupan yang akan difungsikan disaat belajar mengarang yaitu mencakup aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotor. Ketiga aspek itu berturut-turut menyangkut ilmu pengetahuan, perasaan, dan keterampilan atau kegiatan berbahasa (Gie, The Liang, 2002: 23).

Gie, secara tidak langsung menyebutkan bahwa, kegaiatan belajar mengarang ini merupakan kegiatan yang akan mengkonsentrasikan ketiga aspek tersebut, sehingga mengutip argumentasi James dalam Terampil Mengarang, yang bahwa James mengatakan, kegiatan mengarang ini sangat membantu menemukan jalan hidup yang ada pasa siswa. selain itu kegiatan mengarang ini mampu mengurangi stres yang dialami oleh setiap individu. Lebih penting lagi, Chalie (2005, 25) mengungkapkan bahwa, kondisi mental orang-orang yang terbiasa mengekspresikan emosi atau unek-unek dengan menulis, lebih stabil dibandingkan orang-orang yang tidak biasa menulis.

Tampaknya tidak sulit untuk disepakati bahwa, kegiatan belajar mengarang ini perlu didemonstrasikan dalam kegiatan belajar di kelas. Agar hasil tidak sisa-sia, kegiatan demonstrasi ini tidak bisa pula dilepaskan begitu saja, upaya yang sistematis, tepat dan efektif mesti diperhatikan dengan baik. Banyak langkah yang memungkinkan dalam menciptakan kondisi mental yang lebih stabil pada siswa dalam upaya mengarang, yang pada gilirannya siswa dapat menemukan jalan hidup berdasarkan pandangannya.

Berdasarkan seklumit pembahasan di atas, dalam kesempatan ini ingin dicoba kaji lebih dalam terhadap ”Upaya  peningkatan hasil belajar pelajaran Bahasa Indonesia pada materi mengarang dengan metode demonstrasi kelas IV semester I Tahun 2008.”

 

B. Rumusan Masalah

            Berdasarkan latar belakang sebagaimana tersebut di atas, dalam kajian ini dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah, yaitu;

  1. Bagaimana upaya meningkatkan hasil belajar pelajaran Bahasa Indonesia pada materi mengarang dengan metode demonstrasi?
  2. Model kegiatan apa saja yang efektif dilakukan terhadap upaya meningkatkan hasil belajar Bahasa Indoensia pada materi mengarang?

 

C. Tujuan Penelitian

Setiap pembahasan mempunyai tujuan yang hendak dicapai, demikian juga dalam pembahasan kajian ini. Adapun tujuan yang hendak dicapai yaitu;

  1. Mengetahui upaya meningkatkan hasil belajar pelajaran Bahasa Indonesia pada materi mengarang dengan metode demonstrasi.
  2. Mengetahui model kegiatan apa saja yang efektif dilakukan terhadap upaya meningkatkan hasil belajar Bahasa Indoensia pada materi mengarang.

 

D. Kegunaan Penelitian

            Penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut;

  1. Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi bahasa Indonesia.
  2. Meningkatkan motivasi pada pelajaran bahasa Indonesia
  3. Mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan bidang studi bahasa Indonesia.

 

E. Batasan Masalah

Karena keterbatasan waktu, maka diperlukan pembatasan masalah meliputi;

  1. Penelitian ini hanya dikenakan pada siswa kelas IV semester I tahun pelajaran 2008.
  2. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari semester ganjil tahun pelajaran 2008
  3. Materi yang disampaikan adalah pokok bahasan mengarang dengan metode demonstrasi.

 

 

F. Pustaka

 

Erman Suherman. 2001. Strategi Pembelajaran Matematika Komtemporer. Bandung: Jica.

Simajuntak, Lisnawati. 1993. Metode Mengajar Matematika. Jakarta: Rineka Cipta.

Widdiharto. 2004. Model-model Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Widyaiswara PPPG Matematika Yogyakarta.

Hamzah. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Ambary, Abdullah, dkk. 1999. Penuntun Terampil berbahasa Indonesia dan Petunjuk guru. Bandung: Trigenda Karya.

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Bandung: Reneksa Cipta.

Abdurrahman, Mulyono. 1999. Pendidikan Bagi Anak Kesulitan Belajar, Jakarta, PT. Rineka Cipta.

Ali Muhammad. 2007. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Ahmad, Abu, dkk. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka Setia.

Dimyati, Mudiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran, Jakarta, PT. Rineka Cipta

Depdiknas. 2005. Bahasa Dan Sastra Indonesia : direktorat Pendidikan Dasar Dan Menengah.

Djamrah, Syaiful Bahri dan Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar, Rineka Cifta Jakarta.

Gie, The Liang. 2002. Terampil Mengarang. Yogyakarta: ANDI.

Hamzah. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cifta.

Kridalaksana, Harimurti. 1983. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.

Keraf, Gorys. 1991. Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia. Jkaarta: Gramedia Mulyono Abdurrahman, Pendidikan Bagi Ank Barkesulitan Belajar, (Jakarta: Rineka Cifta, 2003), hal. 252.

Lie, Charlie. 2005. Jadi Penulis Ngetop itu Mudah. Bandung: Nexx Media. Inc.

Yuniawan, Tommi. 2003. No. 2. Peningkatan Kompetensi Menulis melalui Pengembangan Rancangan Perkuliahan Menulis 2 pada Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Lembaran Ilmu Kependidikan. Semarang Unnes.

Tarigan, Henry Guntur. 1994. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2005. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sumardi & Nur Anggraeni. 2005. Terampil Berbahasa Indonesia Untuk SMA. Jakarta: Erlangga.

Sardiman. 2000. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

Soemanto, Wasti. 2003. Psikologi Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan, Jakarta:PT. Rineka Cipta.

Suryabrata, S. 2002. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rineka Cifta.

Suriamiharja, Agus, dkk. 1997. Petunjuk Praktis Menulis. Jakarta: Dekdikbud.

Sardiman. 2000. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

Soemanto, Wasti. 2003. Psikologi Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan, Jakarta:PT. Rineka Cipta.

W.J.S. Poerwadarmita. 1990. Kamus Besar Bahasa Indoensia. Jakarta: Balai Pustaka.

Komentar

Postingan Populer