Belajar Mengajar Matematika dan Tujuannya

Proses Belajar Mengajar Matematika dan Tujuannya

  



A. Proses Belajar Mengajar Matematika di Sekolah

Sebagaimana telaha dijelaskan pada bagian terdahulu bahwa, belajar sebagai suatu proses perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dan individu dengan lingkungannya, yang juga sebagai suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang, yang berhubungan aktivitas mental/psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungannya, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Perubahan itu bersikap secara relatif, konstan dan berbekas.

            Menguasai pengetahuan, kebiasaan, kemampuan, keterampilan dan sikap melalui hubungan timbal balik antara proses belajar dengan lingkungannya, yang dilakukan secara sadar oleh seseorang dan mengakibatkan perubahan dalam dirinya berupa penambahan pengetahuan yang menyangkut banyak aspek, baik karena kematangan maupun karena latihan.

            Dalam proses belajar mengajar, keberhasilan guru dalam pengajaran ditentukan oleh prestasi atau hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Oleh karena itu, pendidikan mempunyai peranan penting dan diharapkan dapat membimbing siswa agar mereka menguasai ilmu dan keterampilan yang berguna serta memiliki sifat positif.

            Dalam mengajar Matematika perubahan tingkah laku diarahkan pada pemahaman konsep-konsep Matematika yang akan mengarahkan individu kepada berpikir matematis berdasarkan aturan-aturan yang logis dan sistematis.

            Materi Matematika disusun secara teratur dalam urutan yang logis dan hirarkis, artinya topik Matematika yang telah diajarkan merupakan prasyarat untuk topik berikutnya. Seseorang akan lebih mudah mempelajari sesuatu bila belajar itu didasari kepada apa yang telah diketahui oleh orang itu. Karena itu untuk mempelajari suatu topik Matematika yang baru, pengalaman belajar yang lalu dari seseorang akan mempengaruhi terjadinya proses belajar Matematika tersebut.

Hudoyo (1988: 4) menyatakan bahwa  belajar  Matematika yang terputus-putus akan mengganggu terjadinya proses belajar. Ini berarti bahwa belajar Matematika akan terjadi dengan lancar bila belajar itu sendiri dilakukan secara kontinu. Sehubungan dengan itu, maka dalam mengajar guru hendaknya dapat memberikan pengetahuan prasyarat sebagai dasar untuk mempelajari topik Matematika yang diajarkan agar dalam menyelesaikan soal-soal Matematika tidak terlalu banyak mengalami kesulitan.

            Dapat dijelaskan bahwa, proses belajar mengajar Matematika adalah proses belajar mengajar yang melibatkan guru dan siswa secara simultan, di mana perubahan tingkah laku siswa diarahkan pada pemahaman konsep-konsep Matematika yang akan mengantarkan siswa pada berpikir matematis berdasarkan aturan-aturan yang logis dan sistematis, sedangkan guru dalam mengajar hendaknya dapat memilih topik-topik Matematika sesuai dengan urutan logis (Widdiharto, 2004: 27).

            Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa terhadap mata pelajaran Matematika, guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang optimal dengan menerapkan berbagai model pembelajaran.

            Dalam pembelajaran Matematika, salah satu hal yang harus diperhatikan oleh guru dalam mengajarkan suatu pokok bahasan adalah pemilihan model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan, karena melihat kondisi siswa yang mempunyai karakteristik yang berbeda antara satu dengan yang lainnya dalam menerima materi pelajaran yang disajikan guru di kelas, ada siswa yang mempunyai daya serap cepat dan ada pula siswa yang mempunyai daya tanggap yang lama.

            Menyikapi kenyataan ini, penulis menilai perlu digunakan model pembelajaran melalui metode demonstrasi, yaitu memperagakan pada siswa dalam beberapa materi penting dlama belajarnya. Kemudian diberikan tanggung jawab untuk memecahkan masalah atau soal dan diberikan kebebasan mengeluarkan pendapat tanpa merasa takut salah.

 

B. Fungsi dan Tujuan Belajar Matematika

1. Fungsi belajar Matematika

Tentang tinjauan umum mata pelajaran Matematika akan dijelaskan secara singkat seperti yang tercantum dalam buku Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah, yaitu meliputi; pengertian pelajaran Matematika, fungsi dan tujuan, ruang lingkup dan standar kompetensi pelajaran Matematika (Depdiknas, 2003: 17). 

Menurut bahasa latin Matematika berasal dari kata “manthanein” atau ”mathema” yang berarti belajar atau hal yang dipelajari (Depdiknas, 2003: 19). Sedangkan menurut bahasa Belanda disebut “wiskunde” Kemudian menurut istilah, Somardyono mengemukakan bahwa Matematika adalah produk dari pemikiran intelektual manusia. Ciri utama Matematika adalah penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep atau pernyataan diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga kaitan antar konsep atau pernyataan dalam Matematika bersifat konsisten (Depddiknas, 2003: 19-21)

Namun demikian, pembelajaran dan pemahaman konsep dapat diawali secara induktif melalui pengalaman peristiwa nyata atau intuisi. roses induktif-deduktif dapat digunakan untuk mempelajari konsep Matematika. Kegiatan dapat dimulai dengan beberapa contoh atau fakta yang teramati, membuat daftar sifat yang muncul (sebagai gejala), memperkirakan hasil baru yang diharapkan, yang kemudian dibuktikan secara deduktif. Dengan demikian, cara belajar induktif dan deduktif dapat digunakan dan sama-sama berperan penting dalam mempelajari Matematika. Penerapan cara kerja Matematika diharapkan dapat membentuk sikap kritis, kreatif, jujur dan komunikatif pada siswa.

Matematika berfungsi mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur, menurunkan dan menggunakan rumus Matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui materi pengukuran dan geometri, aljabar, dan trigonometri. Matematika juga berfungsi mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan dengan bahasa melalui model (Depdiknas, 20041: 21)

2. Tujuan pelajaran Matematika

Pelajaran Matematika sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari, karena dapat membantu ketajaman berpikir secara logis (masuk akal) serta membantu memperjelas dalam menyelesaikan permasalahan. Secara khusus, pelajaran matematika ini bertujuan untuk;

1.      Melatih cara berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, misalnya melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, eksperimen, menunjukkan kesamaan, perbedaan, konsisten dan inkonsistensi,

2.      Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan, serta mencoba-coba

3.      Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah,

4.      Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan, catatan, grafik, peta, diagram, dalam menjelaskan agasan (Depdiknas, 2004: 23).


Komentar

Postingan Populer