SKRIPSI MENARIK PENYEBAB MENIPISNYA SEMANGAT GOTONG ROTONG MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN PEDESAAN

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1. Latar Belakang Masalah

Bangsa Indonesia dewasa ini secara keseluruhan sedang melaksanakan pembangunan dalam segala bidang, baik pembangunan material maupun pembangunan spriritual. Pembangunan tersebut akan membawa perubahan-perubahan di masa mendatang. Banyak masyarakat kota di Indonesia tampak adanya kecenderungan terjadinya pergeseran nilai budaya tradisional yang kelektif kearah nilai budaya yang bersifat individual. Kecenderungan seperti ini telah melanda masyarakat terutama yang berada di pedesaan.

Masa yang lalu aktivitas tolong dalam kehidupan masayrakat desa sangat membantu pembangunan yang sedang dilaksanakan pemerintah. Kalau ditinjau tentang gotong royong dalam arti kerja bakti seperti membangun atau memperbaiki jalan-jalan desa, meunasah, mesjid, pesantrenan dan lain sebagainya demi kepentingan umum, masayrakat desa selalu berpartisipasi aktif, sehingga semangat persatuan sesama warga desa sangat erat dan dijunjung tinggi.

Pada hakekatnya, gotong royong adalah bentuk kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu dengan azas timbal balik yang mewujudkan adanya keteraturan sosial dalam masyarakat. Bentuk kerjasama atau gotong royong ini di dalam pembangunan mempunyai ketentuan-ketentuan tersendiri.

Team peneliti (M. Yunus M Nelalatoa Rifai Abu 1979/1980 : 67) bahwa gotong royong terbagi dalam tiga aktivitas antara lain :

1. Aktivitas tolong menolong tetangga yang tinggal berdekatan.

2. Aktivitas tolong menolong antara kaum kerabat dan kadang-kadang antara sesama warga desa secara intim.

3. Aktivitas tolong menolong secara spontan tanpa diminta dan tanpa perintah.

Kerja sama tolong menolong antara sesama warga desa dalam ebrbagi macam lapangan kehidupan sosial, baik yang bersifat timbal balik secara bergiliran, maupun gotong royong untuk kepentingan umum ataupun secara sukarela tanpa begitu memperhitungkan imbalannya pada masa lampau mempunyai semangat yang tinggi, akan tetapi dewasa ini kebersamaan hidup yang berkenan dengan gotong royong yang merupakan salah satu nilai budaya bangsa Indonesia telah mulai memudar dan tergeser secara perlahan-lahan dalam kehidupan masyarakat desa.

Mengetahui secara lebih jelasnya mengenai terjadinya pergeseran semangat gotong royong dalam kehidupan masayrakat pedesaan, ingin diadakan penelitian secara langsung dengan judul yang telah ditetapkan "BEBERAPA FAKTOR PENYEBAB MENIPISNYA SEMANGAT GOTONG ROYONG MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN PEDESAAN" (Suatu penelitian di Kecamatan Sukakarya Kota Sabang).

 

 

 

1.2  Perumusan Masalah

            Berdasarkan latar belakang masalah, maka  perumusan masalah penelitian ini adalah :

1.2.1. Bagaimanakah cara pelaksanaan gotong royong dalam kehidupan masyarakat pedesaan ?

1.2.2. Apakah faktor yang menyebabkan menipisnya semangat gotong  royong  dalam kehidupan masyarakat pedesaan?

1.2.3. Apakah jenis-jenis hambatan yang ditemui masyarakat dalam melaksanakan gotong royong ?

 

1.3 Tujuan dan Ruang Lingkup Penelitian

1.3.1. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan perumusan di atas, amaka sebagai tujuan penelitian yang telah ditetapkan ialah sebagai berikut :

1.3.1.1. Untuk mengetahui cara pelaksanaan gotong royong yang berlaku dalam masyarakat.

1.3.1.2. Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab menipisnya semangat gotong royong dalam kehidupan masyarakat pedesaan.

1.3.1.3. Untuk mengetahui jenis-jenis hambatan yang ditemui.

 

 

 

1.3.2. Ruang Lingkup Penelitian

            Ruang lingkup penelitian ini adalah  faktor penyebeb menipisnya semangat gotong royong pada masyarakat dalam pembengunan desa.

 

1.4. Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian yang dikemukakan di atas maka penelitian ini kirannya penting untuk diadakan, karena selain dapat memberikan informasi-informasi yang bermanfaat tentang faktor penyebab menipisnya semangat gotong royong dalam kehidupan masyarakat desa, serta dapat pula dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam studi berikutnya yang mempunyai kaitan dalam penelitian ini.

 

1.5.        Anggapan dasar dan Pertanyaan Penelitian

1.5.1.      Anggapan Dasar

Menurut Winarno Surakhmad  (1982 :  89 ) bahwa anggapan dasar atau postulat adalah sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidik.  Berdasarkan pendapat tersebut maka anggapan penelitian ini :

1.5.1.1. Keberhasilan pembangunan ditentukan oleh adanya kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat

1.5.1.2. Gotong royong merupakan kebudayaan bangsa Indonesia yang telah ada sejak nenek moyang bangsa Indonesia ada.

 

 

1.5.2. Pertanyaan Penelitian 

Adapun pertanyaan penelitian ini adalah :

1.5.2.1. Bagaimanakah cara pelaksanaan gotong royong dalam kehidupan masyarakat pedesaan ?

1.5.2.2. Apakah faktor yang menyebabkan menipisnya semangat gotong  royong  dalam kehidupan masyarakat pedesaan?

1.5.2.3. Apakah jenis-jenis hambatan yang ditemui masyarakat dalam melaksanakan gotong royong ?

 

1.6.        Organisasi Laporan Penelitian

Bab I   Pendahuluan yang berisi latar belakang  masalah, tujuan penelitian dan tujuan dan ruang lingkup penelitian, manfaat penelitian, pertanyaan penelitian, dan organisasi  laporan Penelitian

Bab II Bab teoritis  yang ada hubungannya dengan permasalahan yang akan diteliti.

Bab III Bab materi dan metode penelitian, terdapat pada materi penelitian, lokasi penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data serta metode pengumpulan data.

Bab IV  Yaitu bab hasil penelitian, terdiri dari pengumpulan data, analisa data dan pembahasan-pembahasan hasil penelitian

Bab V Berisikan bab kesimpulan dan saran

 

 

Komentar

Postingan Populer