Contoh Penelitian PTK
BAB III
METODOLOGI
PENELITIAN
Penelitian ini merupakan
penelitian tindakan (action research), karena dilakukan untuk memecahkan
masalah pembelajaran di dalam kelas. Penelitian ini juga termasuk penelitian
deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik/metode pembelajaran
diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai.
Sebelum melakukan tindakan
dalam penelitian, peneliti melakukan observasi awal dan wawancara dengan guru
matematika kelas VI SD Negeri Seulimeum. Hasil observasi menunjukkan bahwa
prestasi belajar matematika siswa khususnya untuk kelas VI masih tergolong
rendah dan model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran
konvensional. Berdasarkan hasil tersebut, diputuskan untuk menerapkan model
pembelajaran yang tepat dalam mengajarkan pokok bahasan unsur lingkaran di
kelas VI SD Negeri Seulimeum pada tahun 2008.
A. Tempat, Waktu dan Subyek
Penelitian
1. Tempat Penelitian
Tempat penelitian adalah tempat dilakukannya penelitian yang dimaksud untuk
memperoleh data yang diinginkan, yaitu bertempat di SD Negeri Seulimuem pada
kelas VI Aceh Besar.
2. Waktu Penelitian
Adapun waktu penelitian yang dilakukan dalam memperoleh data yaitu
dilakukan pada pada bulan Januari semester ganjil tahun pelajaran 2008.
3. Subyek Penelitian
Subyek penelitian adalah siswa-siswi Kelas VI SD Negeri Seulimuem pada
pokok bahasan materi unsnur lingkaran.
B. Rancangan Penelitian
Penelitian
ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Tim Pelatih Proyek
PGSM, PTK dalam Mukhlis (2003: 3), disebutkan bahwa Penelitian Tindakan Kelas suatu
bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk
meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman
terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu, serta memperbaiki kondisi dimana
praktek pembelajaran tersebut dilakukan.
Sedangkah
menurut Muhlis (2003: 5) PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat
sistematis reflektif oleh pelaku tindakan untuk memperbaiki kondisi
pembelajaran yang dilakukan. Adapun tujuan utama dari PTK adalah untuk
memperbaiki/meningkatkan pratek pembelajaran secara berkesinambungan, sedangkan
tujuan penyertaannya adalah menumbuhkan budaya meneliti di kalangan guru
(Mukhlis, 2003: 5).
Sesuai
dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan, maka
penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan
Taggart dalam Sugiarti (1997: 6), yaitu
berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus
meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation
(pengamatan), dan reflection (refleksi). Langkah pada siklus berikutnya
adalah perncanaan yang sudah direvisi, tindakan, pengamatan, dan refleksi.
Sebelum masuk pada siklus 1 dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa
identifikasi permasalahan.
Siklus
spiral dari tahap-tahap penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar
berikut.
Gambar Alur
PTK
Keterangan/penjelasan alur di atas adalah:
1. Rancangan/rencana awal, sebelum mengadakan
penelitian peneliti menyusun rumusan masalah, tujuan dan membuat rencana
tindakan, termasuk di dalamnya instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran.
2. Kegiatan dan pengamatan, meliputi tindakan
yang dilakukan oleh peneliti sebagai upaya membangun pemahaman konsep siswa
serta mengamati hasil atau dampak dari diterapkannya metode pembelajaran pengajaran terarah melalui kegiatan demonstrasi
pada bahasan materi unsur lingkaran.
3. Refleksi, peneliti mengkaji, melihat dan
mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan berdasarkan
lembar pengamatan yang diisi oleh pengamat.
4. Rancangan/rencana yang direvisi,
berdasarkan hasil refleksi dari pengamat membuat rancangan yang direvisi untuk
dilaksanakan pada siklus berikutnya.
Observasi dibagi dalam
tiga putaran, yaitu putaran 1, 2 dan 3, dimana masing putaran dikenai perlakuan
yang sama (alur kegiatan yang sama) dan membahas satu sub pokok bahasan yang
diakhiri dengan tes formatif di akhir masing putaran. Dibuat dalam tiga putaran
dimaksudkan untuk memperbaiki sistem pengajaran yang telah dilaksanakan.
C. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari:
1. Silabus
Yaitu seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran
pengelolahan kelas, serta penilaian hasil belajar.
2. Rencana Pelajaran (RP)
Yaitu merupakan perangkat pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman guru
dalam mengajar dan disusun untuk tiap putaran. Masing-masing RP berisi
kompetensi dasar, indikator pencapaian hasil belajar, tujuan pembelajaran
khusus, dan kegiatan belajar mengajar.
3. Tes formatif
Tes ini disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai,
digunakan untuk mengukur kemampuan terhadap penguasaan materi unsur lingkaran.
D. Kriteria Penilaian
Untuk
mempermudah evaluasi terhadap upaya meningkatkan hasil belajar siswa, perlu
dirumuskan kriteria penilaian sebagai berikut:
1. Kategori benar semua
2. Kategori benar sebagian
3. Kategori salah semua
Prosentase dan
jumlah kategori 1 dan 2 menunjukkan tingkat keberhasilan pembelajaran. Kriteria ini diberikan karena pertimbangan
mengenal dalil phytagoras merupakan suatu yang sulit dicapai kesempurnaannya
pada siswa.
Untuk
ketuntasan belajar ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan
dan secara klasikal. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar mengajar
kurikulum 1994 (Depdikbud, 1994), yaitu seorang siswa telah tuntas belajar bila
telah mencapai skor 65% atau nilai 65 kelas disebut tuntas belajar bila di
kelas tersebut terdapat 85% yang telah mencapai daya serap lebih dari atau sama
dengan 65%. Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar digunakan rumus
sebagai berikut:
![]() |



Komentar
Posting Komentar
Komentar