Tahapan Teknologi Pasca Panen
1.
Teknologi
pasca panen adalah teknologi
multidisiplin, yang melibatkan pakar-pakar, seperti pakar bahan, manufakturing,
teknologi pengolahan pangan, kimia, pengukuran, gizi, agro-kompleks dan
lingkungan. Kelemahan pengembangan
teknologi di Indonesia adalah sinergi antar disiplin ilmu yang masih sangat
rendah. Sinergi adalah akumulasi usaha difusi dari berbagai ilmu dan teknologi,
yang sangat membutuhkan energi, sehingga untuk mendapatkan produk yang canggih,
modern dan berkehandalan tinggi perlu langkah dan tahapan sistematik, yang
memerlukan dukungan politik dan dana pemerintah dan perguruan tinggi.
Tahapan-tahapannya
:
A. Tahapan
Pra Panen
1) Penanaman
a. Pemilihan bibit Unggul,
b. Penyamaian,
c. Penyiraman dan perawatan
2) Pemetikan
B. Tahapan Pasca Panen
1) Pemecahan Buah
2) Fermentasi/Pemeraman
Tujuan dari fermentasi adalah untuk mematikan lembaga biji
agar tidak tumbuh sehingga perubahan-perubahan di dalam biji akan mudah terjadi
3) Perendaman dan Pencucian
4) Pengeringan
a. Pengeringan dengan sinar matahari
b. Pengeringan buatan
5) Penyimpanan
2.
Tujuan Penerapan Pasca panen yang
baik pada hpltikultura?
a. Mengetahui
perananan alat mesin pasca panen padi terutama pemanenan, perontokan,
pengeringan dan penggilingan dalam mempertahankan produktivitas padi dan mutu
padi
b. Mengetahui
permasalahan sistem agribisnis padi yang selama ini dijalankan
c. Mengetahui
permasalahan pengembangan alat dan mesin pertanian pasca panen padi terutama
pemanenan, perontokan, pengeringan dan penggilingan
d. Memberikan
solusi atas hambatan yang terjadi dalam mengembangkan alat dan mesin pasca
panen padi terutama pemanenan, perontokan, pengeringan dan penggilingan agar
alat dan mesin pasca panen padi dapat berperan dengan baik sehingga
produktivitas padi nasional dapat dipertahankan
e. Memberikan
solusi sistem agribisnis yang kondusif bagi petani dengan sistem padi rakyat
3.
Ruang
Lingkup/ Proses penanganan pasca panen hasil pertanian.
Penanganan Panen yang Baik
Beberapa hal yang perlu diperhatikan
pada penanganan panen :
1. Lakukan
persiapan panen dengan baik . Siapkan alat-alat yang dibutuhkan, tempat
penampungan hasil dan wadah-wadah panen, serta pemanen yang terampil dan tidak
ceroboh.
2. Pada
pemanenan, hindari kerusakan mekanis dengan melakukan panen secara hati-hati.
Panen sebaiknya dilakukan dengan tangan atau menggunakan alat bantu yang
sesuai. Misal tomat dan cabai dipetik dengan tangan, bawang merah dicabut dan
pada kentang, tanah di sekitar tanaman dibongkar dengan menggunakan cangkul
atau kored dan umbi dkieluarkan dari dalam tanah. Hnidari kerusakan/luka pada
umbi saat pembongkaran tanah.
3. Memperhatikan
bagian tanaman yang dipanen.
Misal:
Tomat dipanen tanpa tangkai untuk
menghindari luka yang dapat terjadi karena tangkai buah yang mengering menusuk buah
yang ada di atasnya. Cabai dipetik dengan tangkainya, bawang merah dicabut
dengan menyertakan daunnya yang mengering, kentang dipanen umbinya, dilepaskan
dari tangkai yang masih menempel. Jagung sayur dipanen berikut klobotnya.
4. Gunakan
tempat / wadah panen yang sesuai dan bersih, tidak meletakkan hasil panen di
atas tanah atau di lantai dan usahakan tidak menumpuk hasil panen terlalu
tinggi.
5. Hindari
tindakan kasar pada pewadahan dan usahakan tidak terlalu banyak melakukan
pemindahan wadah. Pada tomat, hindari memar atau lecet dari buah karena
terjatuh, terjadi gesekan atau tekanan antar buah atau antar buah dengan wadah.
Meletakan buah dengan hati-hati, tidak dengan cara dilempar-lempar.
6. Sedapat
mungkin pada waktu panen pisahkan buah atau umbi yang baik dari buah atau umbi
yang luka, memar atau yang kena penyakit atau hama, agar kerusakan tersebut
tidak menulari buah atau umbi yang sehat.
PENANGANAN SEGERA SETELAH PANEN
Pada penanganan hasil tanaman, ada
beberapa tindakan yang harus dilakukan segera setelah panen, tindakan
tersebut bila tidak dilakukan segera, akan menurunkan kualitas dan mempercepat
kerusakan sehingga komoditas tidak tahan lama disimpan.
Perlakuan tersebut antara lain:
Ø Pengeringan
(drying) bertujuan mengurangi kadar air dari
komoditas. Pada bijibijian pengeringan dilakukan sampai kadar air tertentu agar
dapat disimpan lama. Pada bawang merah pengeringan hanya dilakukan sampai kulit
mengering.
Ø Pendinginan
pendahuluan (precooling) untuk
buah-buahan dan sayuran buah. Buah setelah dipanen segera disimpan di tempat
yang dingin/sejuk, tidak terkena sinar matahari, agar panas yang terbawa dari
kebun dapat segera didinginkan dan mengurangi penguapan, sehingga kesegaran
buah dapat bertahan lebih lama. Bila fasilitas tersedia, precooling ini sebaiknya
dilakukan pada temperatur rendah (sekitar 10°C) dalam waktu 1 – 2 jam.
Ø Pemulihan
(curing) untuk ubi, umbi dan rhizom. Pada
bawang merah, jahe dan kentang dilakukan pemulihan dengan cara dijemur selama 1
– 2 jam sampai tanah yang menempel pada umbi kering dan mudah dilepaskan/ umbi
dibersihkan, telah itu juga segera disimpan di tempat yang dingin / sejuk dan
kering. Untuk kentang segera disimpan di tempat gelap (tidak ada penyinaran) ! Curing
juga berperan menutup luka yang terjadi pada saat panen.
Ø Pengikatan
(bunching) dilakukan pada sayuran
daun, umbi akar (wortel) dan pada buah yang bertangkai seperti rambutan,
lengkeng dll. Pengikatan dilakukan untuk memudahkan penanganan dan mengurangi
kerusakan.
Ø Pencucian
(washing) dilakukan pada sayuran
daun yang tumbuh dekat tanah untuk membersihkan kotoran yang menempel dan
memberi kesegaran. Selain itu dengan pencucian juga dapat mengurangi residu
pestisida dan hama penyakit yang terbawa. Pencucian disarankan menggunakan air
yang bersih, penggunaan desinfektan pada air pencuci sangat dianjurkan. Kentang
dan ubi jalar tidak disarankan untuk dicuci. Pada mentimun pencucian berakibat
buah tidak tahan simpan, karena lapisan lilin pada permukaan buah ikut tercuci.
Pada pisang pencucian dapat menunda kematangan.
Ø Pembersihan
( cleaning, trimming) yaitu membersihkan dari
kotoran atau benda asing lain, mengambil bagian-bagian yang tidak dikehendaki
seperti daun, tangkai atau akar yang tidak dikehendaki.
Ø Sortasi
yaitu pemisahan komoditas yang layak
pasar (marketable) dengan yang tidak layak pasar, terutama yang cacat
dan terkena hama atau penyakit agar tidak menular pada yang sehat.
PENANGANAN PASCA PANEN
Penanganan pasca panen umumnya
meliputi pekerjaan:
Ø Grading
(pengkelasan) dan standarisasi
Ø Pengemasan
dan pelabelan
Ø Penyimpanan
Ø Pengangkutan.
Pada beberapa komoditas ada yang diberi
perlakuan tambahan antara lain : pemberian bahan kimia, pelilinan, pemeraman.
4. Tentang Etilen dan
Peranan Etilan dalam pemetangan buah
Hakekatnya C2H4
berfungsi untuk pematangan dan hal ini dapat dibuktikan bila dapat ditunjukkan
:
ü Tanpa adanya gas C2H4
tidak akan terpacu pemasakan (ripening)
ü Peranannya dalam proses pematangan
tidak dapat diganti oleh senyawa lain
ü Reaksi respirasi segera terjadi bila
C2H4 diberikan dari luar
ü Diperlukan untuk berbagai reaksi
pemasakan
ü Produksinya berlangsung pada
permulaan peristiwa yang menentukan
ü Konsentrasi internal sebelum
peningkatan peristiwa yang menentukan itu sudah mampu menimbulkan kegiatan
fisiologi
- Biosintesa Etilen
Biosintesa etilen secara teoritis
dapat diungkapkan dengan menggunakan hasil penemuan-penemuan serta penelitian
yang telah dilaporkan dengan menggunakan alat yang disebut khromatografig (gas
chromatography) gas dan “radio tracer”.
1)
Sintesa
Etilen Di dalam Sel.
2)
Senyawa
yang Diperlukan Dalam Sintesa Etilen
3)
Pengendalian
Sintesa Etilen
- Peranan Etilen Dalam Pematangan Buah
Hubungan antara etilen dan
pematangan buah dianggap penting sekali di dalam menentukan hipotesa pematangan
itu sendiri.
1)
Sebagai
Hormon Pematangan
2)
Pengaruh
Etilen Pada Bagian Tanaman
3)
Pengaruh Suhu dan tekanan Pada Produksi dan
Aktifitas Etilen
- Mekanisme Kerja Etilen
1)
Interaksi
dengan Hormon Lain
2)
Pembentukan
Senyawa Komplex Dengan Metalo – Enzim
3)
Pengaruh
Etilen Terhadap Aktifitas ATP- ase
4)
Permeabilitas
Membran
5)
“Genetic Derepression”
5. Respirasi Klimakterik adalah suatu pola perubahan dalam pernafasan yang biasanya
disebut dengan istilah yang lebih lengkap yaitu klimakterik respirasi.
Meningkatnya proses pernafasan ini tergantung pada beberapa hal, yaitu jumlah
etilen yang dihasilkan, meningkatnya sintesa protein dan RNA (Ribose Nucleic
Acid).
Contohnya :
a) Anggur
merupakan buah dalam keluarga Vitaceae. Buah ini biasanya digunakan untuk
membuat jus anggur, jelly, minuman anggur, minyak biji anggur dan kismis, atau
dimakan langsung. Penyimpanan Cara terbaik dalam penyimpanan adalah dengan
memasukkan dalam ruang pendingin untuk mengurangi penguapan, tetapi cara yang
mudah, ringkas dan kapasitas penyimpanan besar adalah dengan menggantung anggur
untuk dianginanginkan dalam ruang yang sejuk.
b) Apel
Buah apel biasanya merah di luar saat masak (siap dimakan), namun bisa juga
hijau atau kuning. Kulit buahnya sangan lembek. Dagingnya keras. Orang mulai
pertama kali menumbuhkan apel di Asia Tengah. Kini apel berkembang di banyak
daerah di dunia yang lebih dingin.
Nama ilmiah pohon apel dalam bahasa Latin ialah Malus domestica. Pemanenan
paling baik dilakukan pada saat tanaman mencapai tingkat masak fisiologis
(ripening), yaitu tingkat dimana buah mempunyai kemampuan untuk menjadi masak
normal setelah dipanen. Ciri masak fisiologis buah adalah: ukuran buah terlihat
maksimal, aroma mulai terasa, warna buah tampak cerah segar dan bila ditekan
terasa kres. (Anonim, 2009).

Komentar
Posting Komentar
Komentar