MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA TENTANG DALIL FITAGORAS METODE DEMONSTRASI

 

PTK

 

 

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA

TENTANG DALIL FITAGORAS DENGAN

METODE DEMONSTRASI






 

 

BAB I

 

PENDAHULUAN

 

 

A. Latar Belakang Masalah

 

Mengawali tulisan ini dihadirkan satu pernyataan Heinich dkk, dalam Mulyono (2003: 77) yang mencoba menguraikan persoalan metode belajar yang baik, bahwa pembelajaran merupakan susunan dari informasi dan lingkungan untuk menfasilitasi belajar. Penggunaan lingkungan ini dimaksudkan bukan hanya dimana pembelajaran berlangsung, melainkan juga metode yang diperlukan untuk memberikan informasi, dan membimbing siswa belajar. Penyusunan informasi dan pembenahan lingkungan belajar umumnya menjadi tanggung jawab dari pengajar. Pemilihan strategi pembelajaran menentukan lingkungan (metode, media, peralatan, dan fasilitas) serta cara informasi itu dirakit dan digunakan. Proses pembelajaran melibatkan pemilihan penyusunan dan pengiriman informasi dalam suatu lingkungan yang sesuai dan cara siswa berinteraksi dengan informasi tersebut.

1

 
Dalam metode demonstrasi, para siswa menonton suatu tampilan yang nyata, atau seperti contoh hidup dari suatu keterampilan atau prosedur yang harus dipelajari siswa. Demonstrasi mungkin direkam atua dimainkan kembali dengan menggunakan media seperti film atau video. Jika interaksi dua arah atau terjadi latihan oleh siswa dan umpan balik diharapkan maka diperlukan pengajar langsung atau seorang tutor. Tujuannya bagi siswa adalah untuk menirukan langsung tampilan fisik atau mengadopsi perilaku dan menilai contoh yang diperankan (Erman, 2001: 19).

Klausa-klausa yang menyatakan terhadap pentingnya metode yang dimaksud menjadi bukti penting dalam pembelajaran yang telah jauh berhasil hingga saat ini. keberhasilan pendidikan hari ini tidak terlepas dari suatu konsep yang telah teratur dengan metode yang tidak fakum dan tidak mandul. Sehingga upaya yang ditawarkan selalu memberi tantangan pada siswa untuk meningkarkan kemampuannya. Perkembangan ini tidak hanya dirasakan pada bentuk pengetahuan-pengetahuan non exat, ilmu exat pun turut mengalami peningkatan yang lebih besar, seperti ilmu matematika misalnya. Berbagai aspek pengetahuan di dalamnya menjadikan semakin berdayanya manusia dalam menentukan kajian dalam bentuk ilmu pasti.

Penemuan phytagoras dalam bentuk sisi segitiga siku-siku berlaku kuadrat sisi miring sama dengan jumlah kuadrat sisi siku–sikunya. Kepastian phitagoras ini membawa keberhasilan besar pada kehidupan manusia dalam melihat sisi objektivitas dalam sebuah bangunan (Simajuntak, 1993: 69).

Dalil phytagoras dalam matematika mempunyai obyek abstrak berupa fakta abstrak, konsep abstrak, operasi abastrak serta prinsip dan asas abstrak. Obyek yang abstrak tersebut dalam pendidikan matematika diusahakan agar mudah dipahami oleh anak didik. Salah satu usaha adalah menggunakan benda-benda kongkrit termasuk ilustrasi-ilustrasi untuk menggambarkan atau mewakili objek abstrak tersebut (Sugijono, 2004: 203).

Pembelajaran phytagoras dalam matematika merupakan suatu lingkungan dimana siswa belajar matematika dengan mengeksplorasi konsep-konsep matematika, menemukan prinsip-prinsip matematika dalam situasi kongkrit. Model tersebut bisa saja dilakukan di laboratorium matematika dimana perlengkapan dari strategi mengajar dan belajar sehingga siswa dapat mengeksplorasikan ide matematika melalui banyak cara dan aktivitas pengontrolan. Aktivitas eksplorasi phytagoras ini dapat dibawakan oleh guru atau dengan demonstrasi siswa, individu atau kelompok, dengan metode inkuiri dan discovery, atau aktivitas problem solving (Hudoyo, 1990: 104).

Hudoyo secara tidak langsung memberi gambaran bahwa pembelajara matematika ini tidak bisa dilakukan begitu saja tanpa melihat berbagai teknik yang tepat, efektif dan koherensi dengan keadaan siswa. Mengingat berbagai konsep dan bagian ilmu dalam matematika ini memerlukan pola belajar yang tepat agar tidak sia-sia, menjadi hal yang penting diperhatikan kembali yaitu terhadap upaya peningkatan hasil belajar siswa melalui metode yang diterapkan. Sehubungan dengan itu, upaya yang dicoba dalam tulisan ini yaitu, ”upaya meningkatkan hasil belajar matematika tentang dalil phytagoras dengan metode demonstrasi pada siswa kelas VI SD Negeri”, yang akan docoba teliti di SD Negeri Seulimeum.

 

 

 

B. Rumusan Masalah

            Berdasarkan latar belakang sebagaimana tersebut di atas, dalam kajian ini dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah, yaitu;

  1. Apakah metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar matemetika tentang dalil phytagoras?
  2. Bagaimana upaya meningkatkan hasil belajar pelajaran hasil belajar matemetika tentang dalil phytagoras melalui metode demonstrasi?

 

C. Tujuan Penelitian

Setiap pembahasan mempunyai tujuan yang hendak dicapai, demikian juga dalam pembahasan kajian ini. Adapun tujuan yang hendak dicapai yaitu;

  1. Mengetahui metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar matemetika tentang dalil phytagoras.
  2. Mengetahui upaya meningkatkan hasil belajar pelajaran hasil belajar matemetika tentang dalil phytagoras melalui metode demonstrasi.

 

D. Kegunaan Penelitian

            Hasil dari penelitian ini dapat bermanfaat:

  1. Bagi guru, dapat meningkatkan dan memperbaiki sistem pembelajaran di kelas.
  2. Bagi siswa, dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa khususnya  pada pokok bahasan dalil phytagoras.
  3. Bagi sekolah, dapat memberikan sumbangan yang baik pada sekolah dalam rangka memberikan pembelajaran matematika pada khususnya.

 

E. Batasan Masalah

Karena keterbatasan waktu, maka diperlukan pembatasan masalah meliputi;

  1. Penelitian ini hanya dikenakan pada siswa kelas IV SD tahun pelajaran 2007.
  2. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari semester ganjil tahun pelajaran 2007.
  3. Materi yang disampaikan adalah pokok bahasan dalil phytagoras.

 

 

Komentar

Postingan Populer