ANALISIS Analisis Kemampuan Keuangan Koperais Unit Desa

1.1 Latar Belakang Masalah

Secara umum koperasi merupakan kumpulan dari orang-orang yang berwatak sosial yang bekerjasama berdasarkan asas kekeluargaan dan gotong royong untuk memajukan kepentingan anggota dan masyarakat umum. Dalam pandangan yang berbeda, Suhardi, dkk., (2012:47) koperasi berasal dari bahasa latin yaitu cooperate, (Inggris: cooperation). Istilah kata “co” berarti bersama, sementara kata “operation” berarti bekerja, sehingga co-operation berarti bekerja atau berusaha bersama-sama. Sementara Arifin (2001:22), menyebutkan koperasi adalah suatu perkumpulan dari orang-orang yang atas dasar persamaan derajat sebagai manusia, dengan tidak memandang haluan agama dan politik secara sukarela masuk, untuk sekedar memenuhi kebutuhan bersama yang bersifat keberadaan atas tanggungan bersama.

Dari dua pengertian di atas dapat diiartikan bahwa koperasi merupakan suatu wadah kebersamaan yang sifatnya gotong royong, untuk mencapai kepentingan bersama yang tidak membedakan jenis kelamin, pekerjaan, usia bahkan agama yang semata-mata meningkatkan kesejahteraan bersama. Hal ini cukup beralasan sebab, dalam Undang-Undang 1945 sendiri pada Pasal 33 ayat 1 disebutkan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan. Maka itu, koperasi merupakan salah satu pelaku ekonomi yang berasaskan kekeluargaan dan dijalankan sebagai usaha bersama dari anggota dan untuk kesejahteraan seluruh anggota (Zakarsyi M.W, 2008: 53). Untu mencapai tujuan tersebut, koperasi berusaha memenuhi dan mencukupi kebutuhan anggotanya dengan menyelenggarakan berbagai bidang usaha yang bermanfaat bagi masyarakat disekitarnya.

Koperasi sebagai perusahaan (cooperative interprise) memerlukan penilaian kinerja sesuai dengan prestasi yang diraihnya secara periodik, mengingat keberhasilan usaha koperasi akan menentukan tingkat kesehatan usahanya. Hal ini dimaksudkan agar koperasi dalam melakukan kegiatan operasional usaha baik pembiayaan, investasi dan simpanan sesuai dengan jatidiri koperasi sesuai dengan prinsip kehati-hatian sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada anggota dan masyarakat di sekitarnya.

Jatidiri dari sebuah koperasi memang dirasa penting sehingga tujuan di dalamnya tidak berjalan timpang dan merosot. Baru-baru ini dalam (antaranews.com 10 Agustus 2015), disebutkan sebanyak 1.000 unit koperasi di Aceh yang diduga tidak sesuai dengan mekanisme perkoperasian atau dinilai tidak aktif telah dibubarkan oleh Dinas Koperasi dan UKM Aceh sebagai sikap dari penertiban konsekuensi kinerja koperasi. Tindakan tersebut merupakan langkah serius dalam meningkatkan kinerja koperasi menjadi lebih baik. Sampai akhir 2014 lalu, pihaknya telah pihaknya telah mencatat sebanyak 7.720 unit koperasi di Aceh, koperasi aktif sebanyak 3.912 unit (50,69%) sementara koperasi tidak aktif sebanyak 3.808 unit (49,31%).

Untuk tingkatan nasional, Menteri Koperasi dan UKM juga sedang menertibkan lebih dari 63.000 koperasi yang tidak aktif (antaranews.com 10 Agustus 2015). Persoalan yang menonjol dari kelemahan koperasi di Aceh bahkan seluruh Indonesia adalah, rendahnya kemampuan SDM terhadap kemampuan akuntansi dan pencatatan keuangan, ditambah lagi rendahnya komitmen koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota (antaranews.com 10 Agustus 2015).

Dapat disimpulkan, salah satu faktor yang sangat menentukan perkembangan koperasi adalah kebijaksanaan di bidang keuangan. Semua pihak yang berkepentingan terhadap suatu badan usaha sangat perlu mengetahui kondisi keuangannya. Kondisi keuangan dapat diketahui dengan menilai laporan keuangan yang telah disusun oleh badan usaha yang bersangkutan dari suatu periode tertentu. Langkah tersebut semakin penting dilakukan mengingat pendapat Backer dan Pearson (1990: 36) yang mengindikasikan manajer perusahaan kecil memiliki kelemahan dalam mengelola perencanaan keuangannya, kebanyakan kelememahan mereka terletak pada lemahnya kemampuan untuk melakukan analisis dan prosedur statistik, tidak adanya kesatuan data dan adanya ketidaktepatan dalam melakukan pengukuran kinerja keuangan.

Laporan keuangan inilah menjadi salah satu informasi yang diperlukan untuk mengetahui tentang kemampuan, kekayaan dan kewajiban serta perubahan netto dari kekayaan hasil aktivitas koperasi. Analisis terhadap kemampuan keuangan ini semakin diperlukan untuk memperoleh gambaran tentang hasil atau perkembangan usaha koperasi (Prastowo dan Julianty, 2008: 43). Kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauhmana suatu koperasi telah melaksanakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.

Adapun tahapan-tahapan dalam menganalisis kemampuan kinerja keuangan sebuah koperasi menurut Fahmi (2011:2) yaitu melakukan review terhadap data laporan keuangan, melakukan perhitungan, melakukan perbandingan terhadap hasil hitungan yang telah diperoleh, melakukan penafsiran (interpretasi) terhadap berbagai permasalahan yang ditemukan, mencari dan memberikan pemecahan masalah (solution) terhadap berbagai permasalahan yang ditemukan.

Beranjak dari penjelasan di atas berkenaan dengan kegiatan koperasi serta kemampuan keuangannya perlu melihat lebih dekat persoalan tersebut pada Koperasi Unit Desa (KUD) di Kecamatan Sawang Aceh Selatan. Sebagaimana disebutkan bahwa ketentuan manajemen keuangan koperasi sangat menentukan kelanjutan terhadap perkembangannya di masa mendatang, jumlah koperasi yang semakin banyak dapat memberikan kontribusi yang besar pula terhadap kesejahteraan anggotanya. Alasan ini sangat relaistis mengingat jumlah koperasi yang telah dicabut izin mencapai seribuan lebih khususnya di Aceh.  

Dalam penjelasan sebagaimana di atas, perlu perhitungan kemampuan keuangan koperasi sebagai tindak lanjut untuk mengetahui kemampuan dan perkembangan di masa mendatang sekaligus melihat beberapa faktor yang melatarbelakangi terhadap kemunduran keuangan sebuah koperasi. Koperasi Unit Desa (KUD) Kecamatan Sawang Aceh Selatan memiliki anggota mencapai 45 orang, yang berkantor di rumah pribadi. Koperasi ini disebut-sebut telah mengalami kemerosotan termasuk rendahnya kemampuan modal sehingga sulit memberi kontribusi bagi anggotanya. Selain itu, manajemen keuangan juga belum wajar menurut etika dan konsep koperasi. Asumsi inilah yang mewakili dan menjadi alasan untuk melanjutkan penelitian dengan judul “Analisis Kemampuan Keuangan Koperais Unit Desa (KUD) di Kecamatan Sawang Aceh Selatan”.

 

1.2 Masalah Penelitian         

            Berdasarkan uraian latar belakang penelitian di atas, maka masalah dalam penelitian ini adalah:

1.    Bagaimana kemampuan keuangan Koperasi Unit Desa (KUD) Kecamatan Sawang Aceh Selatan?

2.    Faktor apa saja yang mempengaruhi terhadap perkembangan keuangan Koperasi Unit Desa (KUD) Kecamatan Sawang Aceh Selatan?

3.    Bagaimana alternatif penyelesaian masalah terhadap kemampuan keuangan pada Koperasi Unit Desa (KUD) Kecamatan Sawang Aceh Selatan?

 

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian dalam tulisan ini adalah:

1.      Untuk mengetahui kemampuan keuangan Koperasi Unit Desa (KUD) Kecamatan Sawang Aceh Selatan.

2.      Untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan keuangan Koperasi Unit Desa (KUD) Kecamatan Sawang Aceh Selatan.

3.      Untuk mengetahui alternatif penyelesaian masalah terhadap kemampuan keuangan pada Koperasi Unit Desa (KUD) Kecamatan Sawang Aceh Selatan.

 

1.4 Kegunaan Penelitian

Setiap penelitian memiliki manfaat dan kegunaannya masing tergantung aspek yang dikaji. Dalam penelitian ini ada beberapa kegunaan yang sangat diharapkan yaitu;

1.      Manfaat teoritis

Diharapkan hasil penelitian ini dapat menyajikan data atau informasi penting tentang kemampuan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota yang selama ini masih relatif rendah tersentuh dengan penelitian.

2.      Manfaat praktis

a.    Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi lembga keuangan terutama koperasi yang berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

b.    Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber infomasi bagi penulis lainnya terhadap kebutuhan studi dan penelitian yang berkenaan dengan judul dimaksud.

Komentar

Postingan Populer