SKRIPSI POPULER EFEKTIVITAS CELEBRITY ENDORSEMENT SEBAGAI MEDIA IKLAN (ANALISIS TERHADAP INSTAGRAM)

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang Masalah

               Beberapa orang dalam beraktivitas sehari-hari tidak luput dari berbagai macam kegiatan sosial seperti jual beli yang merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk untuk memenuhi kebutuhannya masing-masing dan untuk menciptakan kemaslahatan umum. Perintah untuk melakukan usaha atau jual beli terdapat dalam Al-Qur’an Surah Al-Jumu’ah ayat 10 yang berbunyi :

Artinya: “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (Q.S. Al-Jumu’ah, 62:10).[1]

1

               Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa Allah SWT selalu menyuruh hamba-Nya untuk selalu beribadah dan mengingat kepada-Nya supaya manusia tidak lalai dengan kepentingan dunia saja. Islam mendorong penganutnya untuk menikmati karunia yang telah diberikan oleh Allah SWT. Karunia tersebut harus didayagunakan untuk meningkatkan pertumbuhan, baik materi maupun non-materi. Islam juga mendorong penganutnya untuk berjuang mendapatkan materi atau harta dengan berbagai cara, asalkan mengikuti rambu-rambu yang telah ditetapkan.[2]

               Perkembangan teknologi saat ini, salah satunya internet telah merubah cara interaksi dalam komunikasi pemasaran dari face to face menjadi screen to face.[3] Hal ini disebabkan oleh peningkatan penggunaan internet serta penggunaan media online dikalangan masyarakat, yang termasuk dalam kategori media online yaitu email, website, blog, whatsapp, dan sosial media lainnya.

               Sosial media  merupakan alat promosi bisnis yang efektif karena dapat diakses oleh siapa saja. Media sosial menjadi bagian yang sangat diperlukan oleh pemasar bagi banyak perusahaan  dan salah satu cara terbaik untuk menjangkau pelanggan secara luas. Sosial media yang saat ini sedang banyak diminati adalah Instagram. Instagram adalah jaringan sosial yang paling populer digunakan untuk mengirim foto, pengguna meng-upload foto digital, menerapkan filter untuk mengedit penampilan mereka dan berbagi foto dengan pengguna lain. Instagram merupakan salah satu media jejaring sosial yang dapat dimanfaatkan sebagai media pemasaran langsung.[4]

               Alasan mengapa instagram banyak digemari adalah kerena kebiasaan masyarakat sekarang yang cenderung “narsis”. Fitur kamera pada smartphone yang semakin meningkat dari segi kualitasnya menjadi salah satu penyebabnya.[5] Karena dari kebiasaan ini pula, para perusahaan menjadikan instagram sebagai salah satu sosial media yang digunakan untuk mengiklankan produk mereka.

               Kondisi persaingan usaha yang semakin ketat, banyak perusahaan melakukan berbagai macam strategi seperti usaha online shop melalui sosial media instagram dengan penggunaan selebriti sebagai media iklan. Penggunaan jasa selebriti dikenal dengan istilah celebrity endorsement. Iklan yang menggunakan celebrity endorsement dapat memberikan pengaruh terhadap minat pembeli karena daya tarik dan kepopuleran selebriti tersebut diharapkan mampu memberikan rasa ketertarikan bagi masyarakat, terutama mahasiswa. Menurut Djakfar, iklan dilukiskan sebagai komunikasi antara produsen dan konsumen, dalam proses komunikasi itu iklan menyampaikan sebuah pesan.

               Dengan demikian iklan bermaksud memberi informasi dengan tujuan yang terpenting adalah memperkenalkan produk atau jasa.[6] Suatu iklan akan terlihat jelas perkembangan arahnya dengan melihat beberapa sudut kemajuannya. Dalam hal ini efektivitas merupakan suatu penggukuran dalam arti tercapainya tujuan yang telah ditentukan sebelumnya, maka efektivitas dapat didefinisikan dengan melakukan pekerjaan yang benar.[7]

               Keberhasilan celebrity endorsement dalam mempromosikan produk yang akan diiklankan sangat bergantung pada pesan, yang disampaikan baik secara verbal maupun secara non verbal, sehingga celebrity endorsement yang memiliki pengetahuan, keahlian, atau pengalaman yang relevan dan dapat dipercaya untuk memberikan informasi yang objektif dibandingkan dengan celebrity endorsement yang kurang memiliki keahlian dan tidak dapat dipercaya, celebrity endorsement akan memberikan respon yang baik dan positif terhadap suatu produk.

               Adanya celebrity endorsement sebagai juru komunikasi diyakini dapat mengangkat brand ewarenessdan menumbuhkan minat beli, sehingga mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Namun pada kenyataannya terdapat juga konsumen yang tidak terkena efek dari penggunaan celebrity endorsement dengan kata lain tidak terpengaruh oleh iklan yang menggunakan celebrity endorsement. Karena, pada tahap keputusan pembelian konsumen membentuk preferensi atas produk-produk yang ada dalam kumpulan pilihan. Selanjutnya konsumen membuat keputusan untuk membeli produk yang telah dipilih melalui berbagai pertimbangan dan kebutuhan.[8]

               Menurut situs Kompasiana berdasarkan penelitian yang dilakukan kompas pada tahun 2012, sebanyak 19,9% belanja online diminati oleh pelajar dan mahasiswa.[9] Online shop sangat digemari di kalangan mahasiswa diantaranya adalah mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) angkatan 2014 Universitas Islam Negeri Ar-raniry yang sebgian besar dari mahasiswa sudah memiliki akun instagram, mengetahui celebrity endorsement dan pernah membeli produk online shop.

            Berdasarkan fenomena di atas, penelitian ini bermaksud mengungkapkan lebih mendalam tentang "Efektivitas Celebrity Endorsement Sebagai Media Iklan; Analisis Terhadap Instagram. Oleh karena itu peneliti akan lebih tahu seberapa efektif  celebrity endorsement sebagai media iklan terhadap mahasiswa dan mahasiswa akan lebih mengetahui hal apa saja yang mendasari seseorang memutuskan untuk membeli suatu produk yang diiklankan oleh celebrity endorsement.

 

B.     Rumusan Masalah

1.      Seberapa efektif celebrity endorsement sebagai media iklan pada sosial media instagram terhadap Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah UIN Ar-RaniryAngkatan 2014?

2.      Adakah faktor eksternal dan internal Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah UIN Ar-RaniryAngkatan 2014 terhadap keputusan pembelian di sosial media instagram?

 

 

C.    Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

 

1.      Untuk mengetahui seberapa efektif celebrity endorsement sebagai media iklan pada sosial media instagram terhadap Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah UIN Ar-RaniryAngkatan 2014

2.      Untuk mengetahui faktor eksternal dan internal Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah UIN Ar-RaniryAngkatan 2014 terhadap keputusan pembelian di sosial media instagram?

 

D.    Manfaat Penelitian

Adapun yang jadi manfaat penelitian adalah:

a.       Hasil penelitian ini diharapkan agar dapat menjadi pengetahuan ilmiah pemula yang dapat dikomfirmasi dan diintergrasikan ke dalam penelitian lain untuk mendapatkan kesimpulan yang lebih valid.

b.      Hasil peneltian ini dapat digunakan sebagai titik tolak bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian sejenis secara lebih mendalam sekaligus untuk mengembangkan khasanah ilmu pengetahuan bidang komunikasi Bisnis dan periklanan.

c.       Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi sebuah pengetahuan dan pengalaman serta penerapan ilmu yang diperoleh dan menambah wawasan peneliti dalam bidang ilmu komunikasi.

 

E.     Definisi Operasional

Sebelum membahas masalah yang ada dalam skipsi ini, terlebih dahulu peneliti menjelaskan beberapa istilah yan terdapat dalam judul ini, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman bagi para pembaca dalam memahami uraian-uraian selanjutnya. Istilah–istilah tersebut diantaranya:

1.      Efektivitas

Pada dasarnya pengertian efektivitas yang umum menunjukkan pada taraf tercapainya hasil, sering atau senantiasa dikaitkan dengan pengertian efisien, meskipun sebenarnya ada perbedaan diantara keduanya. Efektivitas menekankan pada hasil yang dicapai, sedangkan efisien lebih melihat pada bagaimanan cara mencapai hasil yang dicapai itu dengan membandingkan antara input dan ouputnya.[10]

2.      Celebrity Endorsement

            Celebrity endorsement didefinisikan sebagai setiap orang yang popular atau dikenal orang banyak (selebriti), dan menggunakan kepopulerannya untuk suatu produk dengan kemunculannya dalam iklan.[11]Menurut definisi selebriti adalah tokoh (actor, penghibur, atau atlet) yang dikenal masyarakat karna prestasinya didalam bidang-bidang yang berbeda dari golongan produk yang didukung.[12]

3.      Media

Media merupakan saluran penyampaian pesan dalam kamunikasi antarmanusia.[13]Alat komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, poster dan media lainnya yang bisa dipakai sebagai perantara atau penghubung, yang perlu dipertimbangkan dalam memilih media adalah jangkauan, frekuensi dan pengaruhnya.[14]

4.      Iklan

Iklan dalam bahasa melayu (berasal dari bahasa arab, yaitu I’lan atau I’lanun) secara harfiah berarti “Informasi”. Advertising berasal dari bahasa Inggris, atau kata advertentir yang berasal dari bahasa Belanda untuk menyebutkan iklan, dan advertere yang berasal dari bahasa latin yang berarti berlari menuju ke depan. Advertising berasal dari bahasa latin, advere, yang berarti mengoperkan pikiran dan gagasan kepada pihak lain atau mempunyai pengertian mengalihkan perhatian, yaitu sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian konsumen kepada sesuatu.[15] Iklan adalah berita pesanan untuk mendorong dan membujuk orang agartartarik pada barang atau jasa yang ditawarkan.[16]

5.      Analisis

            Penyelidikan terhadap suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya, dengan kata lain disebutkan sistem yang sedang berjalan dipelajari dan sistem penganti diusulkan. Model mana yang tepat untuk keperluanestimasi atau prediksi atau peramalan sehingga mendapatkan jawaban terhadap penyelidikan suatu masalah.[17]

6.      Instagram

            Instagram adalah jaringan sosial yang paling populer digunakan untuk mengirim foto. pengguna meng-upload foto digital, menerapkan filter untuk mengedit penampilan mereka, dan berbagi foto dengan pengguna lain. Instagram merupakan salah satu media jejaring sosial yang dapat dimanfaatkan sebagai media pemasaran langsung.[18]



                [1] Departemen Agama RI, Al-Quran dan Terjemahnya, (Semarang: PT. Karya Toha Putra, 2003) hal. 442.

                [2] Muhammad Syafi’i Antonio,Bank Syariah dari Teori ke Praktek, (Jakarta: Gema Insani, 2006) hal. 169.

 

[3] Skripsi Maulidar, Peran Celebgram Endorser Dalam Proses Pengambilan Keputusan Membeli Pakaian Wanita Di Instagram Pada Mahasiswi Universitas syiah Kuala, (Banda Aceh, Unsyiah :2017), hal. 2.

               

[4] Dewi Rahmawati, Pemilihan dan Pemanfaatan Instagram Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Online, (2016), Diakses 22 Desember, hal. 31.

                [5] Skripsi Maulidar, Peran Celebgram Endorser Dalam Proses Pengambilan Keputusan Membeli Pakaian Wanita Di Instagram Pada Mahasiswi Universitas syiah Kuala, (Banda Aceh, Unsyiah :2017), hal. 2.

 

[6] Sheyren Natalia dan Leonid Julivan Rumambi,Analisa Prediksi /Penilai Efektivitas Penggunaan Selebritis sebagai Brand Endorser untuk Membangun Brand Image, Jurnal Manajemen pemasaran (Online), VOL.1, No. 1, (2013), email : jurnalpemasaran.petra.ac.id. Diakses 22 Desember. 

                [7] Skripsi Mulyadi, Efektivitas Iklan Obat Tradisional pada Harian Serambi Indonesia (Studi Analisis Berdasarkan Model Empati, Persuasi, Impact, dan Komunikasi), (Banda Aceh ), hal. 1.

 

                [8] Skripsi Maulidar, Peran Celebgram Endorser Dalam Proses Pengambilan Keputusan Membeli Pakaian Wanita Di Instagram Pada Mahasiswi Universitas syiah Kuala, (Banda Aceh, Unsyiah :2017), hal. 5.

                [9] Tekno. kompas. com/ read / 2012 / 10 /05 /02371027 /prospek. Belanja . quotonlinequot (www.kompasiana.com). Online Di akses pada 14 juli 2017.

                [10] Dedi Mulyana, Stewart L Tubbs-sylvia Moss, Pengantar Kontak-kontak Komunikasi, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2001), hal. 22.

 

                [11] Yuliandari Putri Kusumuwardhani,Pengaruh Celebrity Endorser dan Krebilitas Perusahaan Terhadap Keputusan Menonton Konsumen, Tesis, (2012), hal. 33.

                [12] Terence A. Shimp, Periklanan PromosiAspek Tambahan Komunikasi Terpadu, (Jakarta: Penerbit Erlangga, 2003), hal. 460.

               

[13] Firsan Nova, Crisis Public Relations, (Jakarta: Grafindo, 2009), hal. 204.

               

                [14] M Suyanto, Aplikasi Desain Grafis untuk PeriklananDilengkapi Sampel Iklan Terbaik Kelas Dunia, Edisi 1, (Yogyakarta: Andi, 2004), hal. 21.

 

                [15] Pujiyanto, Iklan Layanan Masyarakat, (Yogyakarta: Andi, 2013), hal. 2.

                [16] Enung Nuraeni, Belajar Pintar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Wahyu  Media, 2010), hal. 483.

               

[17] Nawari, Analisis Regresi, (Jakarta: PT Alex Media Komputindo, 2010), hal. 70.

               

                [18] Kjell H. Landsverk, The Instagram Handbook, (London: PrimeHead Lemeted, 2004).

Komentar

Postingan Populer